Theoview One Piece Chapter 854

0

~ Cope ~

Saat seseorang menghadapi masalah, dia akan melakukan “cope”.

“Cope” ada dua jenis, yaitu cope masalah dan cope emosi. Sanji sempat melakukan cope emosi, yaitu menghadapi masalah dengan cara memanipulasi emosi dan suasana hatinya. Bukan dengan cara memecahkan masalah itu sendiri.

Masalah Sanji cukup sederhana. Dia terlanjur bilang ke Luffy cs bahwa dia akan melanjutkan pernikahan, dan hubungannya dengan Topi Jerami telah berakhir. Dia terlanjur terikat janji itu. Janji itu menjadi egonya.

Jadi, ketika Sanji bahkan sudah mengetahui tidak ada masa depan dalam pernikahan ini, dia masih saja berniat untuk lanjut. Bahkan dia masih saja meyakinkan diri bahwa Luffy bisa keluar pulau dengan selamat.

Itu benar-benar bodoh, kawan. Tidak menyelesaikan masalah. Namun, manusiawi. Saya rasa, kita semua pernah melakukan cope emosi dalam hidup kita, alias membiarkan masalah terjadi dan berpura-pura itu bukan hal besar. Seakan-akan masalah itu akan selesai dengan sendirinya.

Namun, untunglah Sanji tidak larut dengan cope emosi berlama-lama. Daging yang dibawa bawahan Big Mom itu –daging favorit Luffy– telah menendang alam bawah sadar Sanji. Si koki langsung berlari entah kemana. Harapan kita, tentu saja, dia berlari ke tempat si koki dan kapten beradu mulut dan fisik dulu. Kemudian berdamai.

Bila memang itu yang akan terjadi, berarti Sanji telah melakukan cope masalah, yaitu menghadapi masalah dengan cara memecahkannya. Dan itulah yang kita butuhkan. Pasalnya, cerita ini tidak akan berlanjut bila si kapten gagal merebut kokinya kembali.

(tulisan tentang “cope” bersumber dari Wikipedia. Silahkan konfirmasi sendiri.)

~ Naluri Penyelamat ~

Dari situasi terdesak, kini aliansi kecil-kecilan Topi Jerami berada sedikit di atas angin. Big Mom dan para petingginya tidak tahu bahwa Luffy dan kawan-kawan telah bebas. Ini sangat menguntungkan.

Masih ingat kan tujuan Luffy ke Whole Cake? Ya : Merebut Sanji kembali dan mencuri salinan poneglyph. Dua itu saja. Yang lain tidak relevan.

Perkara Sanji kelihatannya sudah hampir beres. Tinggal poneglyph saja yang masih simpang siur. Sejauh ini, si tengkorak musisi tidak terlihat membuat kemajuan. Namun, kalau si tengkorak ternyata sudah memiliki salinan itu, strategi yang tersisa adalah kabur dan ucapkan selamat tinggal pada kepulauan Yonkou terkutuk ini.

Namun, situasinya tidak akan semudah itu. Rencana pembantaian Big Mom terhadap Vinsmoke sangat sempurna. Besok, niscaya banjir darah di aula pernikahan. Keluarga Vinsmoke kelihatannya belum tahu ini.

Nah, kita mengenal karakter Luffy. Kamu tahu sendiri, dia bukan tipe orang yang akan membiarkan darah berceceran, meskipun itu bukan darah kerabat atau keluarganya sendiri. Bila ada alasan yang kuat untuk mencegah darah berceceran, sang kapten pasti akan melakukannya, seperti yang telah dia lakukan kepada negeri-negeri yang telah dikunjunginya.

Dan alasan itu memang ada, yaitu Vinsmoke Reiju. Luffy berhutang nyawa pada Vinsmoke Reiju. Seorang Luffy tidak akan melupakan budi semanis itu.

***

Jadi, bagaimana kira-kira kelanjutannya? Aihh, sulit sekali diterka.

Kita masih punya agenda rahasia Bege dan penelitian Caesar. Keduanya siap meramaikan konflik pulau Whole Cake dengan semarak yang tidak terduga. Oh ya, masih ada misteri masa lalu Big Mom juga.

Rumit. Ibarat menyusun skripsi, variabel bebasnya ada banyak sekali. Jadi, sulit menerka variabel mana yang paling berpengaruh pada hasil akhir kelak.

Yang pasti, konflik pulau Whole Cake semakin seru. Semakin mendekati klimaks. Oda memakai setiap halamannya dengan baik di chapter ini.

Jangan lupa, teriakkan dengan lantang slogan kita: #JinbeForNakama!! *ehem*

 

Theoview One Piece Chapter 854 oleh Rokushiki Master

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World