Theoview One Piece Chapter 850

0

Saya sudah lama tidak ditampar. Terakhir kali beberapa puluh tahun yang lalu. Adegannya sih masih ingat sekelebat. Siapa yang melakukannya, di mana kejadiannya, dan apa alasannya. Ingat semua. Namun bagaimana rasanya, sudah lupa. Namun, chapter ini tak ayal mengingatkan saya lagi rasanya ditampar. Keras, perih, merah, dan menyadarkan lamunan terdalam. Ternyata dunia fantasi yang penuh bunga-bunga pun tega menikam para penikmatya dari belakang. Agak lucu juga,mengingat yang menampar kali ini bukan tangan, melainkan torehan gambar di atas kertas.

Ya, itulah metafora yang tepat untuk menggambarkan reaksi saya atas chapter ini : seperti ditampar. Teori-teori yang sudah ditulis dan mendidih bak air belerang di kawah gunung seakan menguap begitu saja dalam rentang waktu semenit. Bahkan saya lupa apa yang saya tulis. Jadi paham perasaan Bandung Bondowoso. Ketika dia hanya tinggal membangun satu candi lagi supaya cintanya diterima oleh Roro Jonggrang. Namun Roro berkolusi dengan ayam setempat untuk berkokok sebelum fajar menyingsing. Suatu tindakan yang seketika menggagalkan ambisi cinta Bondowoso.

Chapter ini kembali mengingatkan kepada kita bahwa pengarang cerita One Piece adalah Oda. Beliau adalah nakhkoda kapal dan pembaca hanyalah awak kapal yang tidak tahu pasti ke mana kapal ini akan dibawanya. Awak kapal hanya bisa menebak-nebak arahnya. Namun kapan kapal ini akan menikung 180 derajat, hanya nakhkoda yang tahu persis. Sementara awak kapal hanya bisa terperanjat pasrah saat itu terjadi.

Teori Big Mom untuk aliansi sepertinya sudah runtuh 99%. Sementara 1% selalu jadi milik Oda. Sejauh ingatan, belum pernah rasanya teori yang saya tulis dibanting sekeras ini. Pudding yang terlihat sangat tulus sejak kemunculan pertamanya ternyata penuh tipu daya. Bahkan jadi ujung tombak Big Mom untuk menuntaskan ambisi jahatnya.

Dan, di luar dugaan, keluarga Vinsmoke menyita empati. Merekalah korban terbesar dalam pernikahan politis ini. Namun, entahlah, siapa tahu keluarga Vinsmoke juga punya agenda di belakang! Ada potensi pengkhianatan dua arah.

Namun, setidaknya, ini hal yang bagus untuk Sanji. Dia jadi tersadar dari lamunannya. Tidak ada masa depan baginya dalam pernikahan ini, kecuali maut. Saya agak khawatir dengan Sanji. Dia bisa terjebak depresi. Realita baru yang diselaminya baru saja hancur lebur.

***

Masa lalu Pedro dan Zeppo cukup menyayat hati. Pedro membalas mata dengan mata, dalam arti sebenarnya. Luffy berniat melarikan diri dari penjara buku, walau tangan jadi taruhannya. Ini dejavu dengan ketika Zoro hendak memotong kakinya demi melarikan diri dari lilin Mr 3. Dua orang ini memang gila kalau soal mencari jalan keluar. Namun karena itulah mereka ada di posisi kapten dan rekan pertama.

Teori untuk chapter selanjutnya?

Ah tak tahulah…

Arah ceritanya sedng sangat sulit ditebak. Tidak diragukan lagi, Ini adalah kisah yang paling sulit ditebak arahnya setelah Enies Lobby dan Marineford. Dan sejujurnya, itu hal yang sangat bagus. Sebuah cerita mencapai kualitas terbaiknya saat ia tidak tertebak sedikit pun.

Kita tunggu kejutan Oda selanjutnya.

 

Theoview One Piece Chapter 850 oleh Rokushiki Master

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World