Theoview One Piece Chapter 849

0

Wowowo. Bisakah kalian rasakan kecepatan itu?

Sepertinya seseorang sedang berlari dengan kecepatan yang sangat tinggi sekarang. Tentu saja, bukan berlari dalam arti sebenarnya. Bukan kaki yang berlari, melainkan goresan tinta dan imajinasi yang tertuang di setiap lembaran chapter ini. Kamu bisa merasakan kalau si pengarang tidak ingin membuat pembacanya menunggu terlalu lama. Dia mempercepat tempo ceritanya. Lebih merapat dengan aliran waktu.

Ada yang pernah dengar kelainan psikologis bernama Obsessive Compulsive Disorder (OCD)? Ini kelainan psikologis di mana salah satu gejalanya adalah munculnya pikiran yang obsesif dan berulang di dalam pikiran seseorang. Pikiran itu bisa memicu kecemasan dan kesulitan berinteraksi dengan orang lain. Penderita OCD juga cenderung sangat perfeksionis saat melakukan sesuatu.

Mohon izin. Saya bukan ahli psikolog, tapi sejak lama sudah menyimpan analisa ini. Tolong dikoreksi kalau salah.

Analisanya adalah para penulis novel, manga, dan cerita fiksi terkenal di dunia menderita OCD. Pasalnya, mereka bisa membuat sebuah dunia fantasi yang benar-benar berbeda dari dunia nyata. Namun, bukan sembarang dunia fantasi, melainkan dunia fantasi yang benar-benar hidup. Dunia fantasi yang punya aturan main yang unik, tetapi jelas dan tegas. Dunia fantasi yang punya peta geografis yang detail. Pun punya sejarah yang panjang dan saling berkelindan(berhubungan) satu sama lain. Jadi, meskipun semua itu dunia fantasi, kamu seakan-akan merasa dunia itu memang benar-benar ada.

Setidaknya, itu yang saya rasakan setelah menikmati beberapa kisah fiksi seperti Harry Potter, Inheritance Cycle(Eragon), Star Wars, dan One Piece. Pengarang kisah-kisah tersebut bisa menciptakan dunia fantasi yang sangat rumit, tetapi teratur. Keteraturan yang terlalu fantastis untuk ukuran dunia yang cuma ada dalam kepala seseorang. Padahal kebanyakan orang mungkin mikir cukup gak gaji buat hidup bulan ini, jodoh gak dapat-dapat, skripsi nggak kelar-kelar, dan lain-lain.

Dan mereka biasanya mendedikasikan hidupnya untuk mengembangkan dan menyempurnakan dunia fantasinya itu. Ambil contoh, Eiichiro Oda. Editornya pernah berkata bahwa tidak ada yang di kepala beliau selain One Piece, bukan? Belum lagi jadwal menggambarnya yang sangat padat. Hanya tidur 3-4 jam sehari. Itu semua indikasi obsesi dan sifat perfeksionis.

Saya tidak tahu apakah Oda penderita OCD. Namun ada kemungkinan demikian. Kalau pun iya, itu tidak mesti berarti keburukan. Pasalnya, banyak tokoh terkenal ternyata penderita OCD, seperti Charles Darwin, Albert Einstein, Nikola Tesla, Beethoven, dan Michael Jackson. Mereka semua penderita OCD, tetapi bisa menghasilkan sesuatu yang sangat sulit atau bahkan tidak bisa disamai oleh siapa pun di muka bumi ini.

Seperti halnya Oda. Kalian pembaca One Piece juga pasti sudah merasakan betapa dunia One Piece buatan beliau sangat unik dan kompleks, kan? Hanya beberapa dunia fiksi lain yang bisa menyamai kerumitannya(seperti LotR, Star Wars, Harry Potter, GoT).

Oh, ya. Ciri lain OCD adalah tidak banyak bicara, tenang di luar, tetapi isi kepalanya lebih gaduh dari pada geliat pasar malam. Dan ciri khas itu sangat terlihat di chapter ini, yang benar-benar terasa ramai berkat tumpahan isi kepala Oda.

Yah, Wallahu’alam. Itu sekilas analisa saya tentang Eiichiro Oda. Sekarang kita masuk ke ulasan chapter dan mengutasnya satu per satu.

* * *

Sesuai prediksi, Tim Chopper berhasil mengubah peluang emas bertahta intannya menjadi emas bertahta intan sungguhan. Mereka sukses dengan gemilang. Sekarang tindakan paling rasional yang perlu mereka lakukan adalah mencari cermin menuju ruangan tempat Sanji berada. Kemudian komunikasikan situasinya.

Atau mungkin ke ruangan buku tahanan dulu, komunikasi dengan Luffy, baru ke tempat Sanji?

Terserah yang mana. Pokoknya ini penting untuk menyadarkan si koki, yang kelihatannya sudah terlalu larut dengan ide pernikahan dan mulai tak acuh dengan nasib teman-temannya.

Situasi Tim Brook tidak seindah Tim Chopper. Namun mereka menciptakan adegan paling keren di chapter ini. Adegan yang ini.

Theoview One Piece Chapter 849

 

Kalau kalian ingat kisah Thriller Bark, Zoro sempat bertarung dengan Ryuuma the Dragon Slayer, kan?

Saat itu Ryuuma melakukan jurus di mana dia menghunus pedangnya dan menghasilkan serangan udara jarak jauh yang mematikan. Kuda-kuda Ryuuma saaat melakukan itu sama persis dengan yang dilakukan Brook di chapter ini. Sama persis. Plek.

Nah, dulu, saat menyaksikan itu, Brook terkejut sembari berkata, “Wow itu sama persis dengan jurusku!! Tapi punyaku tidak menghasilkan serangan udara seperti itu!! Kuat sekali dia!!” Kurang lebih seperti itu kata-katanya. Pokoknya ekspresi Brook menggambarkan betapa kekuatannya beda jauh di bawah Ryuuma.

Sekarang kita saksikan bahwa Brook ternyata sudah bisa melakukan jurus yang sama dengan Ryuuma dulu. Ada efek serangan udaranya dan mematikan pula. Ini sangat keren karena dua hal.

Pertama, ini menunjukkan peningkatan kekuatan yang drastis dari Brook pasca timeskip. Adegan ini adalah parameter terkuat yang kita punya.

Kedua, fakta bahwa adegan Ryuuma itu terjadi lebih dari 300 chapter yang lalu! Kalau di real life, mungkin itu sekitar 8-9 tahun yang lalu. Itu cukup gila. Si pengarang masih mengingat kejadian seremeh itu dari 8-9 tahun yang lalu dan bisa menghubungkannya dengan akurat dengan situasi Brook sekarang. Wew. Entah ingatan beliau sangat kuat atau hanya kebetulan tingkat tinggi. Namun, lagi-lagi harus dicamkan, takdir tidak mengenal kata kebetulan.

Intinya, aksi Brook jadi primadona chapter. Mantap jiwa. Keren. Odawsome.

Sisa chapter :

Brook dihadang Big Mom. Pengendali roh versus pengendali roh. Ini akan sangat menarik.

Pedro memainkan peran Shirohige. Pergi untuk tak kembali. Ah, siapa yang kemaren curiga Pedro mata-mata? Hati-hati, kecurigan bisa berubah jadi tetesan air mata nanti.

Reiju… Reiju??? Apa yang terjadi padanya? Tidak ada tebakan untuk yang satu ini. Biarlah Oda meracik kejutannya. Tunggu di chapter berikutnya.

 

Theoview One Piece Chapter 849 oleh Rokushiki Master

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World