Theoview One Piece Chapter 848

0

Hmm, sepertinya kita sudah tiba di tahap “Jalankan Strategi”.Mari kita rekap dulu apa saja yang sudah terjadi.

Kalian tahu lah. Setiap Arc(satu rangkaian kisah) dalam cerita One Piece, meskipun unik, selalu mengulang pola tertentu. Pola yang dimaksud adalah :

  1. Singgah pada pulau X.
  2. Beradaptasi dengan kondisi pulau X.
  3. Menetapkan tujuan (misalkan, mengalahkan boss Y).
  4. Menyusun strategi.
  5. Tim berpencar untuk menjalankan strategi.
  6. Satu per satu musuh dikalahkan.
  7. Boss Y jatuh.
  8. Chapter transisi (kabar-kabar penting dari seluruh dunia One Piece).
  9. Pesta pora (kalau beruntung, dapat kru baru).

Sembilan tahap tersebut menggambarkan pola favorit yang sering dipakai Oda. Kalian juga pasti sudah sangat familiar dengan pola tersebut.

Hanya segelintir Arc saja yang ‘melanggar’ pola tersebut. Malah, sepertinya hanya satu, ya? Yaitu rangkaian panjang Pertempuran Marineford 2 tahun lalu (2 tahun menurut timeline One Piece lho). Itu satu-satunya Arc di mana peluh dan darah yang dikuras Luffy untuk memperjuangkan apa yang diyakininya harus berakhir dengan duka dan luka yang sangat mendalam. Sangat berbeda dengan arc-arc lainnya yang selalu berakhir dengan suka cita, termasuk 2 Arc terakhir yang masih cukup lekat dalam memori, yaitu Dressrosa dan Zou.

Sekarang kita tiba di Whole Cake Island Arc. Seperti biasa, yang dinanti adalah kejutan. Soalnya itulah alasan kita menunggu chapter One Piece tiap minggu, kan? Menanti kejutan.

Dilihat dari sudut pandang pola favorit Oda tadi, belum ada kejutan berarti. Kita setidaknya sudah sampai pada tahap nomor lima, di mana setiap anggota tim harus berpencar untuk menyukseskan misi utama, yaitu merebut Sanji dan mencuri kopian poneglyph.

Kalau pun ada kejutan, mungkin itu adalah kenyataan bahwa tim yang dipimpin Luffy harus takluk lebih dulu. Itu pun tidak benar-benar kejutan mengingat Luffy hanya berdua dengan Nami, dan lawannya adalah batalion Yonkou.

Sementara itu, dua tim lainnya, yaitu tim Chopper dan tim Brook justru memiliki peluang kesuksesan yang lebih baik. Keadaan ini cukup menyegarkan, ya. Soalnya, menurut hemat saya, Chopper dan Brook selama ini kurang bersinar dibandingkan kru-kru Topi Jerami lainnya. Terutama Brook yang sering sekali terabaikan(Mentang-mentang cuma tulang). Namun tak mengapa, sama seperti Sanji, Chopper dan Brook juga ‘menghilang’ selama kisah Dressrosa. Tak terdengar gaungnya. Bila ada kesempatan bersinar bagi mereka, kapan lagi selain sekarang.

Maaf telat. Saya baru sadar kalau Whole Cake Island Arc ini ternyata menghadirkan kru-kru Topi Jerami yang menghilang selama Dressrosa, yaitu Sanji, Nami, Chopper, dan Brook. Secara tidak langsung, mungkin ini isyarat dari Oda untuk mengangkat mereka berempat. Jadi, 2016 bukan hanya jadi tahunnya Sanji saja, melainkan juga Nami, Chopper, dan Brook.

* * *

Kurang lebih seperti itu rekapnya. Sekarang kita masuk ke isi chapter.

Salah satu hal terbaik di chapter ini adalah demonstrasi kekuatan Brook aka Soul King. Itu dia yang ditunggu-tunggu. Ini sesuai dengan prediksi lama saya, yaitu kekuatan sejati buah Yomi yomi yang dimakan Brook bukan terletak pada “memberikan kehidupan kedua”-nya. Melainkan pada “pengendalian roh-nya”.

Manusia normalnya membutuhkan sejumlah organ tubuh untuk hidup. Dan bila salah satu organ vitalmu hancur atau gagal berfungsi, rohmu akan meninggalkan tubuh dan kamu akan mati. Saya rasa ini pengetahuan yang cukup umum. Pun logikanya cukup sederhana. Meski tentu saja tidak ada di antara kita yang pernah merasakan mati untuk membuktikan logika itu. (Mungkin ada dokter yang baca artikel ini untuk konfirmasi?).

Nah, Oda juga sudah menunjukkan logika itu saat pertempuran Marineford, yaitu saat detik-detik kematian Ace. Saat Ace, yang dadanya sudah berlubang, jatuh ke dalam rangkulan Luffy, seorang dokter dari bajak laut Shirohige sempat mengecek tubuh Ace untuk melihat apakah dia bisa memberikan pertolongan pertama. Dan saat itu juga, si dokter langsung terpaku tak berdaya saat mendapati organ dalam Ace sudah terbakar habis (kelihatannya organ yang dimaksud adalah jantung dan paru-paru, ya). Indikasi bahwa keadaan itu berarti game over bagi Ace.

Dengan demikian, kita bisa tarik kesimpulan bahwa menempel-tidaknya roh pada tubuh sangat bergantung dengan berfungsinya organ-organ tubuh yang vital. Bila organ tubuh gagal berfungsi, roh akan pergi dan tubuh akan mati. Hukum alamnya seperti itu.

Namun Brook… Brook tidak demikian.

Buah iblis Brook menentang hukum alam. Roh Brook, yang sudah dipengaruhi buah Yomi yomi, ternyata masih bisa kembali ke jasad asalnya. Padahal ia sudah tinggal tulang belulang. Kalau si roh nurut dengan hukum alam, tentu saja itu tidak akan terjadi. Soalnya tubuh Brook sudah tidak memiliki organ vital yang bisa menjadi ‘rumah’ bagi si roh. Namun nyatanya, si roh tetap bisa tinggal di sana.

Jadi, buah Yomi-yomi membuat hukum alam baru, di mana roh tidak tergantung dengan berfungsi-tidaknya organ-organ vital.

Tahu apa artinya itu?

Itu berarti, secara teknis, Brook tidak bisa mati! Dia kebal!

Masih ingat kan? Brook beberapa kali menerima serangan fatal dari musuh-musuhnya? Saat melawan Ryuuma, tengkorak Brook terhujam telak. Saat di pulau Gyojin, tengkorak Brook malah terputus dari tulang lehernya. Namun Brook berhasil bertahan hidup dari kedua serangan. Alasannya, tak lain adalah hukum alam baru tadi. Brook bisa hidup abadi.

Cara untuk membunuh Brook?

Hmm, mungkin dengan menenggelamkannya ke laut atau dengan menghancurkan seluruh tulangnya menjadi butiran debu. Jadi si roh tidak punya inang lagi untuk tinggal. Masih diperdebatkan sih.

Nah, di chapter ini ternyata kemampuan yomi yomi lebih hebat lagi dari premis awalnya. Ia bisa mengendalikan roh-roh selain rohnya sendiri. Itu cukup dahsyat. Tidak tertutup kemungkinan, bila suatu saat yomi yomi tiba di level Kebangkitan/awakening, kekuatannya bisa sangat mengerikan.

Oh ya, entah ini cuma kebetulan atau tidak, tetapi Nami dan Brook sepertinya punya kekuatan yang menjadi anti-tesis dari kekuatan Big Mom, ya? Nami dan Brook, si pengendali cuaca dan pengendali roh, melawan BigMom yang juga pengendali cuaca dan pengendali roh. Klop sekali. Oda si perangkai keping puzzle kembali lihai menghubung-hubungkan alur ceritanya dengan rapi.

* * *

Kejutan kedua datang dari Pudding. Si gadis tampaknya ingin mengambil langkah yang sama dengan Lola. Adegan “selamat tinggal” itu cukup menggetarkan. Pudding rela mengorbankan egonya demi keutuhan kelompok Topi Jerami yang baru dikenalnya sesaat.

Ah, tidak tahu lah. Pudding berniat pergi. Ada kotak Tamatebako berisi bom. Agenda rahasia Bege. Tim Chopper. Tim Brook. Caesar dengan tenggat waktu eksperimennya.

Situasinya sekarang terlalu gaduh untuk menebak apa yang akan terjadi selanjutnya. Namun tak mengapa, cerita One Piece mencapai titik terbaiknya di saat-saat seperti ini. Saat begitu banyak persimpangan di hadapan dan tidak tahu pasti arah mana yang akan diambil.

Kita nantikan kejutan di chapter berikutnya.

 

Theoview One Piece Chapter 848 oleh Rokushiki Master

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World