Theoview One Piece Chapter 844

0

Halo~

Chapter ini cukup menyentak.

Selama ini kita mengenal Sanji sebagai ahli strategi yang handal. Tenang menemukan jalan keluar di saat kru yang lain tengah dihadang jalan buntu. Pun inovatif. Ide-ide briliannya kerap menjadi kejutan manis di saat genting. Masih cukup membekas di ingatan akan aksi “Mr Prince” di Arabasta. Lalu penyelinapan ke gerbong kereta laut Puffing Tom. Tak lupa penutupan Gate of Justice di Enies Lobby. Dan terakhir, saat Sanji ditampuk untuk memimpin separuh Kru Topi Jerami di lepas pantai Dressrosa. Dimana dengan heroiknya sang koki kelas satu ini melarikan diri dari kapal Big Mom. Heroisme itu berlanjut hingga mereka tiba di Zou, saat Sanji dan kawan-kawan memberi pertolongan pertama pada ras Mink yang sedang sekarat karena racun. Cikal bakal terbentuknya aliansi Luffy-Mink-Kouzuki.

Kisah-kisah itu sangat mengangkat moral saat diceritakan ulang. Saya masih ingat jelas ekspresi tertegun Franky saat mendengar kegagahan Sanji menghadapi aliansi Big Mom. Teringat jelas karena waktu itu saya sama tertegunnya. Persis plek. Intinya sih, tidak menyangka mereka bakal bisa menjaga diri dengan selihai itu. Di sisi lain, ini juga bukti bahwa Sanji bisa jadi leader yang diandalkan di kala terpisah dengan kapten.

Mental kesatria Sanji mulai runtuh saat Vitto membisikkan sesuatu di telinga Sanji. Belakangan, baru kita ketahui bahwa sesuatu itu –tak lain dan tak bukan– adalah nama Zeff. Ini momen di mana Sanji tanpa ragu mengikuti tawaran untuk mendatangi pesta teh, seraya meninggalkan pesan untuk para sahabatnya. Janji akan kembali katanya.

Memang, percaya diri Sanji masih cukup tinggi saat diboyong ke wilayah Big Mom, di mana berulang kali dia menyatakan kesetiaannya hanya pada kelompok Topi Jerami. Pun saat dipertemukan dengan si calon mempelai, Pudding, yang baik juga rupawan. Si mantan koki baratie yang biasanya tak kuasa menahan nafsunya terhadap wanita, kali ini dengan tegas dan lembut menolak Pudding. Alasannya satu : tempatnya bukan di sini, melainkan di bawah naungan Luffy.

Namun prahara muncul saat pertemuan dengan keluarga Vinsmoke . Sanji mungkin mengira bahwa keluarga Vinsmoke adalah tipe yang diplomatis. Bisa diajak kompromi. Pun mau menerima barter, dengan timbal balik kebebasannya. Sayang ,perkiraan itu keliru. Masa kecil Sanji yang terkuak kemudian justru menegaskan sebaliknya. Jajji sang ayah, menyuntikkan ambisinya menguasai North Blue kepada anak-anak mereka. Melalui kecerdasannya memanipulasi gen. Hasilnya adalah prajurit-prajurit yang tangguh, tetapi dingin, tanpa ampun,dan minim nurani.

Belasan tahun pun berlalu. Waktu dan pengalaman cenderung meluruhkan kersnya hati. Mengisinya dengan nurani dan empati. Mungkin itulah yang dipikirkan Sanji sebelum bertemu mantan keluarganya itu. Sayangnya, formula itu tidak berlaku untuk Vinsmoke. Mereka masih sama ambisius dan dinginnya dengan yang diingat Sanji. Kenangan yang menjadi trauma baginya. Diplomasi yang diharapkan, malah berujung dengan borgol-bom di tangan. Meruntuhkan mental Sanji sepenuhnya.

Sanji pun meringkih. Ketenangan dan kebrilianannya hilang. Namun, jujur, cukup disesalkan melihatnya menghujani sang kapten dengan tendangan-tendangan terkuatnya, di mana dia tahu persis Luffy tidak akan melawan balik. Ini bukan Sanji yang kita kenal. Ini Sanji yang sedang dirundung ketakutan kronis dan terlalu larut di dalamnya

Beruntung bagi Luffy, situasi ini bukan pertama kalinya. Pemberontakan dari kru dan pelayaran Topi Jerami ibarat jangkar kapal dan alunan mata rantai yang melilitnya. Mereka tak terpisahkan. Pun menjadi pengalaman yang mengokohkan kelompok Topi Jerami. Kemudian mengakar dalam naluri Luffy. Membuatnya bisa memahami emosi teman-temannya lebih dari yang sanggup dinilai oleh mata. Pun demikian kali ini, kapten kita tidak mengecewakan.

—–

Pokoknya masih setia dengan prediksi saya sebelumnya,yang dibutuhkan Sanji dan Luffy adalah komunikasi yang baik. Walau tampaknya Sanji masih akan larut dalam ketakutannya selama beberapa waktu, ada satu orang ketiga yang siap membuat kejutan : Reiju.

Robin berkata, sejarah selalu berulang. Bila Reiju pernah berjasa membebaskan Sanji kecil belasan tahun lalu, mungkinkah itu terjadi lagi?

Kita nantikan kejutan Oda.

 

Theoview One Piece Chapter 844 oleh Rokushiki Master

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World