Theoreview One Piece Chapter 854

0

PART I: THE BEGINING OF AN ENDING

Sudah sepatutnya rasanya chapter ini minim informasi. Kalian telah menyaksikan puluhan chapter lalu dari Zou ke Wholecake Island penuh dengan drama dan muslihat, jadi wajar rasanya chapter 854 tidak menyajikan apapun yang berharga.

Betulkah begitu?

Well, nggak juga. Brook kalah, berita besar walau kita mungkin sudah menduganya. Dia di anggap sebagai properti Big Mom sekarang. Mama memperlakukannya seperti orang memperlakukan Toru Toru Bozu atau Boneka penangkal hujan khas Jepang. Tak segan juga Brook di putar-putar.

Namun kenapa Brook diam? Kalah? Jelas kalah, harga dirinya sebagai bangsawan yang tinggal tulang belulang membuatnya malu telah kalah di hadapan seorang wanita.

Lalu kenapa dia diam?

Alasan yang sama ketika dia diam selama di dalam kurungan suku lengan panjang: supaya dia di kira mati atau pingsan. Setidaknya, perhatian tidak tercurah padanya seutuhnya.

Tentu sulit bergerak dengan Mama di sisinya. Makanya, perhatian Mama harus dialihkan. Brook pura-pura mati, walau sebetulnya dia sudah mati, yohohoho.

Rencana gila Purin untuk esok hari adalah pembantaian. Mama juga setuju, dan Germa akan di habiskan besok. Semua seakan tidak ada yang dapat menghentikannya.

Betulkah?

Sebetulnya ada satu cara yang kemungkinan bisa menghentikan penyerangan. Dan rupanya, Purin terlalu gamblang berbicara mengenai rencana. Ada kata mama yang menarik perhatian Mimin.

Mama bilang, sinyal serangan pembantaian dimulai ketika LETUSAN PERTAMA senjata Purin yang dimaksudkan untuk di tembakan ke dahi Sanji.

Apa yang terjadi jika tidak ada letusan senjata?

PART II: THE GUN SIGNAL

Menurut Mama, serangan dan pembantaian Vinsmoke akan dilakukan sesaat setelah letusan pertama Purin. Apakah itu signal?

Ya itu signal.

Ketika LETUSAN tembakan pertamanya, Big Mom Pirate akan langsung menyerang bertubi-tubi. Seluruh peluru dari Percusion Revolver akan ditembakan. Candy Jacket akan meluluhlantakkan seluruh Germa.

Rencana hebat Mama. Brilian.

Yang tidak mereka tahu, Sanji mengetahui rencana itu, dan Brook tentu saja. Hanya mereka berdua yang tahu rencana pembantaian. Sebetulnya hanya Brook yang tahu mengenai signal, sementara Sanji tahu bagian besar rencananya yakni pembantaian.

Bagaimana jika, letusan signal itu tidak pernah terdengar? Apa yang terjadi? Tentu pengalih perhatian yang luar biasa bukan?

Bayangkan pasukan Mama dengan Candy Jacket ditangan menunggu signal yang tak kunjung terdengar di kejauhan.

Ah, sebuah kisah yang sangat manis tentu saja. menutup kisah di dataran manis.

Hanya saja, bagaimana cara Brook menyampaikan apa yang dia tahu di ruangan ke rekan-rekannya? Bagaimana dia menyampaikan bahwa “Hei, jangan sampai Purin meletuskan senjatanya ya teman-teman! Bahaya!” Bagaimana caranya?

Kebetulan sekali Mama adalah wanita yang senang akan cermin. Di seluruh Wholecake Chateau, terdapat cermin-cermin menggantung indah.

Sayangnya, Mama tidak tahu siapa saja yang ada di dunia cermin sekarang.

Ah, rencana hebat akan terjadi. Kebetulan, didalam cermin, Brook memiliki dua orang rekan yang mampu menganalisa situasi dan penyusun rencana kelas wahid.

Mereka adalah Jinbei, dan tentu saja Nami.

Dan terbentuklah, Rencana Belahan Dada Part V.

PART III: OUT OF THE MIRROR

Well, para pasukan pemberontak akan hadir, keluar berdoyong-doyong bersemangat sementara yang lain akan menunda letusan signal untuk penghabisan.

Rencana brilian, mungkin, jika terlaksana dengan baik. Asumsi ini mungkin berhasil. Pembantaian tidak akan pernah terjadi jika dan hanya jika signal tidak terdengar.

Apakah Brook akan melepaskan roh nya untuk memberitahu Sanji? Mungkin saja. Yang jadi permasalahan, bagaimana caranya melepaskan ruhnya tanpa ketahuan Mama? Selama ini yang kita tahu bahwa roh Brook sangat kasat mata, bahkan bisa dilihat oleh Papug. Well, agak sulit sementara Brook menjadi boneka Mama.

Sanji akan bertemu Luffy, cepat atau lambat. Mimin yakin, keegoisan Luffy akan membawa Sanji kembali. Luffy akan makan makanan bento yang Sanji buat, dan tentu saja, regain energi yang terkuras Cracker. Tapi tidak akan full recovery tentu saja.

Dan seperti Fishman Arc, mereka tidak akan menyangka bantuan akan datang dari dalam cermin.

Dan selesailah sudah, dongeng sendu tanpa akhir.

Menetes sudah air mata sang pangeran, berderap dia menyongsong sang bocah yang menunggu di tengah hujan.

Para ksatria menunggu di balik dunia kaca, berderap mereka menuju tempat pernikahan semerah darah.

Sang raja jiwa kalah, hancur hatinya, tumbang harga dirinya, tak kuasa menahan tenaga dari kekuatan si gembala jiwa.

Mata tiga terbuka, memperlihatkan apa yang sesungguhnya terjadi di dunia.

Buku dongeng neraka kini akan tertutup, dalam rindu para pahlawan yang terkutuk.

Mari kita sambut, suapan terakhir dari pulau manis dari neraka.

Salam,

Miminwara

 

Theoreview One Piece Chapter 854 oleh Miminwara

Admin Indo One Piece Forum

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World