Theoreview One Piece Chapter 853

0

PART I: THE THIEF

Chapter luar biasa, namun tetap menimbulkan sebuah cerita yang harus kita tunggu tambalannya. Oda menyisakan beberapa ruang bolong yang nanti akan dia isi.

Sebut saja sebuah pertanyaan, contohnya seperti “Apakah Brook berhasil mencuri Gyatako Poneglyph Mama?” Mungkin tidak, mungkin berhasil. Yang jelas, tidak ditemukan apapun dari tubuh Brook yang menunjukan kalau dia berhasil mencuri salinan Poneglyph Mama. Tidak barang sebijipun.

Kalaupun berhasil, dimana dia bisa menyembunyikan salinan sebesar itu?

Ya, melihat silinder yang digunakan untuk menyimpan Gyatako mama, Robin mungkin menginginkan salinan aslinya, yang memuat semua informasi yang di catat dan di salin dari Poneglyph Mama ke sebuah kertas. Itu adalah kertas contekannya. Dan melihat panjangnya silinder penyimpan, Mimin yakin kalau kertas itu sangat besar. Bahkan panjang jika digulung untuk dimasukan ke dalam silinder.

Apakah akan disimpan kedalam kepalanya? Seperti yang dilakukan saat dia menyimpan rekaman kematian rekan-rekan Rumbar di Tone Dial?

MUNGKIN SAJA! Masuk akal. Yang menjadi perdebatan adalah, kertas itu terlampau besar untuk disimpan di kepala Brook.

Tinggi Brook adalah 266 cm. Dilihat dari silindernya, nampaknya silinder tersebut memiliki panjang setengahnya, alias 133 cm. Cukup panjang sehingga kemungkinan tidak akan dimuat kedalam kepala Brook.

Mungkin dilipat? Mungkin aja!

Tapi apakah kalian tahu ada sebuah cara lagi yang hanya bisa dilakukan Brook untuk menyimpan Salinan itu tanpa ketahuan oleh Mama? Kalian sadar? Mungkin sadar.

Yang tidak sadar adalah pasukan catur.

Mari kita sambut maestro hipnotis jiwa paling berbakat sepenjuru West Blue.

Brook The Soul King.

PART II: THE MASTER ILUSIONIST

Siapa yang tidak tahu bahwa Brook mampu membuat semacam ilusi kepada target yang membuatnya mampu membuat target berhalusinasi, bahkan, dia bisa membuat target tertidur.

Tidak percaya? Well, dengan Lullaby Flanct, Brook bisa membuat para Flying Fish Riset tertidur dengan buaian musiknya. Lalu yang paling anyar adalah Party Music di Fishman Island, dimana dia membuat ilusi kepada target seakan mereka sedang dalam sebuah festival malam hari. Brook menyuruh mereka menembakan meriam ke angkasa seakan para target menembakan kembang api.

Ilusi? Mungkin, tapi hanya bisa dilihat oleh target, sementara tidak bisa oleh orang yang tidak dikenainya. Hipnotis? Ya, Mimin rasa ini kata yang tepat.

Jika dia bisa melakukan hipnotis seperti itu kepada para Fishman di Ryugu Kingdom yang notabene adalah jiwa milik mereka sendiri, kenapa tidak dengan seonggok wadah yang memiliki jiwa yang BUKAN jiwanya sendiri

Bahkan Brook sendiri yang bilang kalau dia bisa dengan mudah mengalahkan para jiwa di wadah palsu bernama Hommies ini. Apalagi, Pasukan Catur adalah Hommies yang kelasnya berbeda dengan para dewa macam Zeus, Prometheus dan Napoleon. Secara teori, itu mudah sekali dikontrol oleh Brook.

Bagaiman jika, berdasarkan asumsi di atas, bahwa sebetulnya salinan itu ADA di silinder penyimpan, namun berkat hipnotis Brook, Pasukan Catur bilang kalau itu TIDAK ADA, karena manipulasi Brook. Brook memanipulasi penglihatan mereka seperti Brook memanipulasi para Fishman menembakan meriam mereka seolah mereka menembakan kembang api. Well, he is The Soul King.

Mama juga sepertinya tidak memperhatikan dan HANYA menyuruh Pasukan Catur untuk memeriksanya. Mama terlalu terfokus terhadap keunikan Brook. Brook juga tidak keluar roh nya, karena dia masih memiliki balon pikiran yang artinya, kesadarannya masih menempel di tubuhnya.

Kira-kira seperti itulah. Lalu apa maksud Mama dengan Voice of All Thing, dan apa hubungannya dengan ras mata tiga?

PART III: THE VOICE OF ALL THING

Ijinkan Mimin menggunakan The Voice of All Thing menjadi VOAT seperti yang banyak di sebutkan reviewer lain, agar lebih mudah.

Begini, berdasarkan omongan mama, nampaknya dulu sekali, dia dan Roger terlibat sebuah persaingan, yakni persaingan menuju Raftel.

Kemungkinan besar, Roger masih belum mengerti mengenai Poneglyph, sementara Mama tahu. Lalu setelah sekali Roger menuju ujung New World, dia sadar bahwa jika ingin ke Raftel, dia memerlukan Pone khusus sebagai pedoman untuk menuju Raftel.

Sayangnya, kemungkinan saat pertama Roger mengelilingi dunia, dia tidak tahu. Makanya dia merekrut Oden yang sebelumnya berada di kapal Shirohige. Dia tahu bloodline Oden sebagai klan pembuat batu tulis tersebut, dan dia memintanya menuliskan namanya di Pone Skypiea. Artinya, setelah Roger merekrut Oden di New World, dia kembali ke Skypiea.

Disana dia mungkin sadar, bahwa dia memerlukan Road Poneglyph untuk menuju Raftel. Kebetulan, mungkin dia bertemu Linlin yang dulu sebagai Silver Medalist ketika Linlin memamerkan Poneglyph miliknya.

Kebetulan, Roger mamiliki kekuatan untuk mendengarkan segala hal (VOAT) yang tidak diketahui Linlin. Ketika di pamerkan, menurut pendapat Mimin, batu itu berbicara padanya secara harfiah. Mungkin batu itu berbicara dengan bahasa yang digunakan dalam huruf Pone tersebut. Itulah fungsi Oden yang mengetahui bahasa tersebut.

Tentu saja Mama kesal. Dia merasa kecolongan karena hal itu curang menurutnya. Roger sampai di Raftel meninggalkan kekesalan yang mendalam di diri Linlin muda.

Namun Linlin tahu sebuah rahasia, rahasia yang cukup lama tersimpan.

Dia tahu kekuatan sejati dari Ras Mata Tiga. Sementara dia tidak mungkin meminta langsung kepada ras tersebut, Linlin menggunakan taktik busuknya: pernikahan politik.

Dan lahirlah Charlotte Purin. Mahluk yang memiliki darah langsung dari ras Mata Tiga. Jelas Purin menjadi kesayangan Mama. Mungkin karena dia bisa bersandiwara sebegitu hebatnya.

Namun, nampaknya Purin menjadi spesial karena kemampuan yang mengalir dari leluhurnya, ras Mata Tiga.

Apakah Purin bisa?

PART IV: THE THREE EYED TRIBE

Apakah wanita yang di akhir Arc Fishman Island adalah wanita yang sama dengan Purin? Mimin rasa yak, terjawab sudah. Kelangkaan ras Mata Tiga serta pengakuan Purin bahwa dia satu-satunya yang seperti itu membuktikan bahwa mereka orang yang sama.

Lantas, apa sih keistimewaan ras Mata Tiga ini sehingga kok Mama yakin mereka adalah kunci untuk membaca Poneglyph?

Well, mari ulik sejarah dunia nyata terlebih dahulu. It’s cocoklogi time!

Mata 3 sering dianggap sebagai anomali yang luar biasa besar. Beberapa kebudayaan bilang kalau Mata Tiga simbol iblis. Beberapa bilang mata 3 mampu meramal masa depan dengan mata ketiganya. Namun di Perancis, seorang bermata tiga dinilai mampu membaca sesuatu yang tidak seharusnya bisa di baca.

Maksudnya? Well, para gypsi berkata bahwa mata ketiga berfungsi untuk membaca hati, bahkan beberapa orang mengklaim bahwa mata ketiga mampu melihat jejak suatu benda.

Jejak suatu benda?

Begini, ketika kalian menemukan ikan tongkol yang terjatuh di jalan, apakah kalian tau apa yang terjadi sebelumnya? Kemungkinan tidak. Nah, mata ketiga digunakan sebagai “Pembaca Jejak Waktu” dari objek yang dibacanya.

Kalian jadi tau Ikan Tongkol itu sebetulnya pernah jatuh dari motor, kemudian digondol kucing, lalu sampailah di depan kalian.

Mungkin fungsinya itu. Membaca jejak.

Jika Purin bisa, mungkin dia bisa membaca jejak SI PEMBUAT Pone ratusan tahun sulam. Dia akan tahu letak batu lain (jika dipahat oleh orang yang sama) bahkan, mungkin dia juga akan tahu isinya.

Mungkin saja. Mungkin juga tidak. Mohon abaikan ikan tongkol sebagai analogi tadi, intinya paham kan?

Dan selanjutnya, ayo makan telur bersama Pedro, dan mari kita telusuri Russia dalam pembuatan Boneka Matryoshka.

PART V: MATRYOSHKA

Duluan mana, ayam atau telur?

Well, pertanyaan yang dari turun temurun hingga sekarang masih belum ada jawaban pastinya. Namun, kita singkirkan sejenak.

Baron Tamago ternyata memakan Devil Fruit Tama Tama no Mi yang memungkinkannya untuk berubah menjadi telur, yang jika terpotong akan mengalami evolusi menjadi anak ayam, yang jika terpotong lagi akan berevolusi menjadi ayam. Kejutan aneh memang.

Tama Tama adalah Paramecia rasa Zoan, karena dia bisa membuat pemiliknya menjadi hewan, namun bukan Zoan, karena dia tidak mempunyai karakteristik Zoan seperti kemampuan regenerasi mereka yang super cepat.

Karena itulah, Tama Tama mampu berevolusi menjadi kuat.

Menurut Mimin, konsepnya mirip dengan Matryoshka.

Matryoshka adalah boneka, yang didalamnya terdapat rongga untuk boneka lain yang sejenis. Diciptakan di Rusia abad ke 19. Namun tidak tenar disana. Maka Matryoshka dibawa ke pameran di Paris.

Tak disangka, Matryoshka justru terkenal di Paris karena keunikannya. Filsuf Paris menghubungkannya dengan sebuah filosofi bagus bahwa Matryoshka melambangkan proses reinkarnasi seorang menjadi suci. Well, proses Tama Tama berevolusi juga rasanya agak mirip dengan filosofi tersebut.

Lalu, nampaknya masih ada tingkatan lagi. Kalau kalian baca Theoreview sebelumnya pasti paham.

Baron adalah gelar awal, diikuti Viscount lalu Count. Dan gelar mengikuti perubahannya.

Baron Egg, Viscount Chick, dan Count Chiken. Sebetulnya kalau mengikuti gelar bangsawan asli, masih ada dua lagi, yakni Marques dan Duke. Lantas apa perubahannya lagi? Apa yang lebih hebat dari ayam?

Mungkin bebek, karena harganya lebih mahal.

Dan, tempat perjanjian Luffy dan Sanji, dimana itu?

PART VI: ASEMBLY POINT

Luffy bilang kepada Reiju (yang menggunakan G-String) bahwa dia akan menuju tempat Sanji berada. Tempatnya bukan di lantai 3, namun “ditempat itu” katanya. Dimana?

Mungkin kalian ingat bahwa saat Luffy memberhentikan kereta Germa di bukit, tempat mereka bertarung, Luffy berjanji bahwa dia tidak akan beranjak dari lokasi itu sampai Sanji kembali. Dia hanya akan makan makanan Sanji. Dan Luffy sekarang kelaparan.

Jadi, semua asumsi mengarah ke lokasi awal mereka bertemu. Di padang rumput dekat bukit. Buktinya, Luffy lari keluar jendela.

Tinggallah Jinbei dan Nami beserta (mungkin) tahanan dari penjara buku. Mereka di dalam karena tugas mereka belum selesai. Ingatkah kalian kalau mereka membagi tugas?

Brook dan Pedro bertugas mencuri Gyatako Poneglyph Mama. Sayangnya, mereka terpisah. Namun Pedro sekarang bersama Chopper dan Carrot di dunia cermin. Pedro akan bilang kalau Brook dalam bahaya dan mungkin mereka akan segera kesana terlebih dahulu.

Bege, diam mengintai di sudut gelap, entah dimana. Namun rencananya pasti busuk.

Dan selesailah sudah, suapan pertama makanan penutup dari neraka.

Terlelap sudah jiwa sang raja. Kalah dia dalam genggaman sang gembala jiwa.

Hilang sudah semua harapan, dalam buasnya api dan badai yang ada di tangan.

Sang bocah berlarian. Diseret dia dalam belaian sang puteri racun. Lega rasanya mendengar sang pangeran kian menjauh dari sang maut.

Telur telah terpecah, menyisakan anak ayam terlahir suci. Mati sudah sang anak ayam, bereinkarnasi menjadi bangsawan tinggi.

Semua tinggal menunggu, menunggu di tempat itu.

Di tempat itu, semua bersatu.

Di tempat itu, harapan menyatu.

Salam,

Miminwara.

 

Theoreview One Piece Chapter 853 oleh Miminwara

Admin Indo One Piece Forum

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World