Theoreview One Piece Chapter 852

0

PART I: REBELLION ARMY

Jika arc Whole Cake Island ini bisa kita anggap sebagai sebuah full course, bisa dibilang chapter 852 ini adalah suapan terakhir dari hidangan utama. Sekali gigit lagi, selesailah sudah. Piring di angkat, dan datanglah hidangan penutup yang dibawakan pelayan bernama Shonen dengan Chef bernama Eichiro Oda di restoran bernama One Piece.

Anggaplah kalau tahun lalu itu benar tahun Sanji. Katanya Oda. Tapi nyatanya, Sanji baru nongol belakangan. Akhirnya kita baru tahu, maksudnya tahun Sanji adalah kita bisa mengetahui kelamnya masa lalu Sanji.

Lagi pula, Luffy juga gak berbuat banyak, setidaknya sampai saat ini. Dia ditawan dalam penjara buku, tanpa satupun petunjuk bagaimana cara keluar dari masalah ini, tanpa tangan yang lepas tentunya.

Beruntung sekali, Luffy dengan kekuatan pertemanannya, membuat Jinbei berhutang 1 kali di Fishman Island. Jinbei, yang notabene adalah anak buah Mama, membebaskannya. Dengan dibakar tentunya. Ya, gimana lagi cara ngilangin buku selain di bakar? Kertas akan habis melawan api. Teorinya pakem dan diluar dugaan.

Tapi, api terlampau besar. Jinbei saja kalau diperhatiin sedang membawa ember berisi air (yang menandakan jauhnya tempat kejadian perkara dengan laut. Karena kalau ada laut, Jinbei mungkin mudah mengambil air). Ya, Jinbei membawa ember air. Dia jadi semacam preman tambun pasar Senen yang kiosnya kebakaran.

Dan, Jinbei kembali bernostalgia. Dia bertemu kembali dengan Luffy di dalam penjara. Kali ini, Luffy yang berada di baliknya.

Jika rencana pelarian Imple Down sukses, secara Imple Down adalah penjara dengan keamanan paling ketat di dunia, maka cara itu bisa juga di pakai untuk penjara cemen seperti ini. Jika dibandingkan Imple Down, Whole Cake Island ini seperti kelitikan bulu ayam di ketek.

Tidak kaget rasanya jika nanti kita melihat para tahanan berbondong keluar dari penjara dan berbalik melawan Mama. Kerusuhan adalah senjata utama Luffy (so far) dan dia punya seseorang dengan kepintaran berperang level dewa. Dia punya Jinbei. Dan tentu saja, kans Jinbei 4 Nakama kembali naik.

Dengan pasukan multi-ras, Mama yang sibuk terbengong karena kekuatannya gak mempan, dan pasukan Smoothi yang menghadang di lantai 3, ini akan jadi tawuran seru kelak.

PART II: MOTHER

Disini muncul sebuah nama yang kita nantikan, Sora.

Yak, dia adalah nama dari Ibu Sanji. Wanita yang super hebat, yang mampu bertahan dengan ambisi gila Jajji memenangkan semua perang yang ada. Wanita yang sabar dengan segala jenis kegilaan Jajji yang terobsesi terhadap manusia super.

Dia adalah Sora.

Sayangnya, dia sudah tidak ada. Dia meninggal dengan cerita yang tak kalah haru, dia sakit akibat mengkonsumsi sebuah obat.

Obat yang dia percayai mampu merekonstruksi ulang para janin kembar empat yang sebelumnya juga telah di rekonstruksi oleh Jajji.

Rekonstruksi kedua dimenangkan Sanji. Dia tidak seperti kakak-kakaknya yang lain, dia memiliki empati. Makanya, dengan dua kali penyulingan…Maksudnya dua kali rekonstruksi tadi, Sanji sebetulnya yang sukses.

Begini, rekonstruksi pertama dilakukan demi membuat kulit sekuat baja dan kekuatan yang besar bagi seseorang, tapi dia memiliki efek samping tidak memiliki empati.

Rekonstruksi kedua (melalui obat) dilakukan dengan tujuan menghilangkan efek samping itu, tanpa menghilangkan kekuatannya. Dan voila, Sanjilah yang sukses.

Tapi Sanji tidak langsung menjadi kuat. Dia adalah si gen resesif yang keluar dari gen dominan. Dia perlu treatment khusus agar kekuatannya muncul. Itu dinamakan gen failure, atau ketidak mampuan sebuah gen untuk menyerap sifat induk secara langsung.

Dalam genealogist, ada sebuah cara untuk memunculkan gen induk: dengan Hormonal Treatment.

Wah, kebetulan sekali Sanji berlatih selama dua tahun dengan pakar manipulasi hormon nomer wahid di dunia, Emporio Ivankov. Kebetulan? Well, silahkan beropini.

Tanpa kalian sadari, background Theoreview ini adalah Langit Biru. Langit Biru bisa berarti Sora Aoi dalam bahasa Jepang.

Jangan ngeres dulu pikirannya, karena sesaat lagi, akan ada rencana cemerlang dari Nami dalam Rencana Belahan Dada Part V.

PART III: THE DESSERT

Anggaplah 852 ini gigitan terakhir makanan utama dalam full course bernama arc Wholecake, maka apa dessert nya?

Pertempuran besar tentu akan ditunggu bukan? Yah, kita menunggu, kita semua mungkin menunggu hal itu terjadi. Arc yang di akhiri pertempuran besar-besaran itu kaya semacam bumbu manis yang selalu ada dalam setiap makanan restoran bernama One Piece tadi. Itu sudah resep Chef Oda rasanya.

Tapi, mungkin ini harapan pribadi, tapi rasanya Oda sekarang sedang mencoba resep baru.

Tengok menu sebelum ini. Menu Zou namanya. Tak ada pertempuran yang berarti. Jack yang di gadang-gadang semilyar berry itu tumbang sekali gaplok sama salah seorang pelayan bernama Zunisha. Jack seperti perusuh di sebuah restoran, ngamuk karena ada kecoak di makanannya, padahal gak ada. Dia bilang kalau boss nya punya kuasa di daerah tempat restoran One Piece ini ada. Rusuh, tapi dia gak tau kalau pelayan bernama Zunisha itu badannya segede gaban, di gaplok lah dia. Kalah, dia ngadu. Tjoepoeh.

Rasanya, yak, Oda mencoba resep baru. Mimin rasa, semua hiruk pikuk pernikahan berdarah ini memiliki solusi bernama Jinbei.

Jinbei, kurang lebih 80% akan jadi kru, in my opinion. Dia cerdas, bijak, dan dia adalah negosiator handal. Itu gak akan di ganggu-ganggu.

Luffy yang setelah kalah perang Marineford, nekad mau bales dendam, tapi Jinbei menasehatinya. Untuk pertama kali, Luffy nurut dengan orang yang bukan kru nya.

Saat Straw Hat Pirate mau nyerang serampangan Hody Jones, sekali lagi Jinbei menasehati (walau tubir dulu sama Luffy) kalau mereka harus punya rencana matang.

Jinbei sang negosiator, sang penasehat perang.

Jinbei sadar, jika Luffy jor-joran di sini, maka dia tidak punya energi yang bisa meledak di Wano, target utamanya. Dia akan kelelahan. Dan kru membutuhkan Luffy memimpin serangan di Wano. “Jangan menyerang sebelum kami datang!” Kata Luffy kepada Zoro. Artinya, serangan dimulai tepat ketika Luffy datang.

Gimana jadinya Luffy datang langsung perang kalau tenaganya sudah habis dimakan cacing di Whole Cake Island. Tidak tidak. One Piece mencoba resep baru bernama muslihat.

Rasanya, makanan penutup kali ini akan semanis madu.

PART IV: THE DESCEPTION PLAN

Ibarat main catur, semua bidak sudah terkumpul. Benteng bernama Cracker sudah gak gada, habis dimakan sama perdana menteri Luffy, dibantu seluncur bernama Nami. Luffy bergerak sebebas-bebasnya, dia pantas mendapatkan posisi perdana menteri dalam catur.

Kuda lawan bernama Brulle juga sudah dimakan dua kuda kita, Chopper dan Carrot. Dia bergerak secara ajaib, melompati pion-pion lewat dunia cermin.

Benteng kanan sedang melawan Tamago, menuntaskan masa lalu mereka.

Benteng kiri Brook sedang meng-skak rajanya. Rajanya tidak bisa berbuat banyak selain menghindari skak. Gimana gak skak? Kekuatannya gak kena kok.

Siapa rajanya? Yang diam di tengah, sementara perdana menteri bersusah payah melindunginya.

Rajanya adalah Sanji.

Jinbei dan Nami bagai 2 seluncur yang bersisian dengan sang Perdana menteri. Langkahnya kadang gak ketebak, mengintai di kejauhan, menunggu skak mat.

Namun, pemain lawan nampaknya sadar mereka sudah kekurangan bahan, maka satu hal yang bisa di lakukan adalah remis. Pemain kita juga kebetulan akan bertemu lawan lain di waktu yang berdekatan. Remis adalah cara dimana semua bisa menang.

Jinbei akan menjadi negosiator, mereka kemungkinan membawa serta Roulete sebagai jalan keluar.

Walau Big Mom Pirate punya rencana yang dibeberkan puding, tapi Jajji juga punya rencana. Mimin rasa, melihat obsesinya memenangkan perang, Jajji akan mengeluarkan tenaga ekstra, di saat Mama kewalahan menghadapi Luffy dkk.

Remis adalah jalan keluar yang baik. Silahkan baca Theoreview sebelumnya yah.

Chapter yang tidak banyak yang bisa di ungkap, namun tetep membuka peluang mencicipi makanan manis di akhir.

Selesailah sudah, gigitan terakhir dari hidangan utama dari dasar neraka.

Sang pelaut bergesa-gesa, waktu tinggal sedikit, sang pangeran kian morat-marit.

Tabir kepalsuan sudah terungkap, putri nol menghadapi pahitnya kehidupan yang tinggal di ujung jari.

Para kuda berlarian, keluar masuk cermin seharian, membawa serta sang penyihir dalam keceriaan yang rentan.

Tinggallah sudah sang pangeran sendirian. Tak ada kawan, hanya ada lawan.

Sedikit lagi, para bidak berkumpul, melepaskan beban pangeran dari keputusasaan.

Salam,

Miminwara.

 

 

Theoreview One Piece Chapter 852 oleh Miminwara

Admin Indo One Piece Forum

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World