Theoreview One Piece Chapter 848

0

PART I: THE KING OF SOUL

Selamat siang Nakama. Baik-kah kalian? Semoga sehat.

Tanpa panjang lebar, chapter ini luar biasa hebat. Brook tampil dengan cemerlang, dan akan menjadi lebih cemerlang mungkin.

Selama ini, memang Brook kurang dapat dilihat sebagai pendekar dan petarung yang wah. Plis deh, ada Luffy, Zoro, Sanji yang ngeberesin dan punya punggung sendiri-sendiri.

Itu dulu.

Namun, ketika Brook dipentalkan oleh kekuatan Nikyu Nikyu Kuma, dia mendarat di tempat yang aneh. Negeri orang miskin, dan dia dianggap setan oleh mereka.

Namun takdir berkata lain. Dia di culik oleh komplotan suku Lengan Panjang, dan dijadikan sebagai objek pertunjukan antar-pulau.

Tak disangka, tengkorak yang bisa bernyanyi justru malah tambah keren karena suara dan aksinya di panggung itu hebat. Maka dia menjadi artis dadakan.

Nah, potensi Yomi Yomi yang notabene adalah memanipulasi iwa Brook, nyatanya jadi berbuntut panjang. Brook menemukan kalau ternyata, Yomi Yomi bisa digunakan diluar tubuh si pengguna.

Dia bisa mengontrol manusia dan mahluk hidup lain, selama itu memiliki jiwa. Sebuah proses yg setidaknya mirip dengan Mero Mero milik Hancock, tapi, ini lebih IMBA. Well, jiwanya yang utak atik kok, jelas hebat.

Manusia tanpa jiwa itu mati, tak lebih hanya seperti mayat saja. Dengan jiwa, mahluk hidup jadi bisa hidup sebagaimana yang dia inginkan. Nah, kalau jiwanya dikendalikan? Well, urusan bisa gawat.

Tapi, Mimin yakin, ada potensi lagi yang bisa dilihat oleh Sang Soul King, dan ini berhubungan erat dengan bagaimana dia mengantisipasi Soru Soru Mama yang sekarang lagi booming.

PART II: SOUL CONTROL MAGICIAN

Apakah kekuatan Mama dan Brook sama?

Tidak, itu adalah dua kekuatan yang sedikit berbeda.

Singkat saja, Soru Soru (sejauh ini) hanya mampu menghidupkan benda mati dengan cara mengambil jiwa orang lain (dengan takaran yang juga bisa dikendalikan) dan meletakkannya ke benda itu, sehingga benda mati itu mampu berfikir sendiri dan hanya bisa diperintah oleh Mama.

Sementara Yomi Yomi, memiliki beberapa aspek, salah satunya adalah menjaga agar jiwa si pengguna tidak pergi dari dunia ini, menggerakkannya, serta memanipulasinya sesuka hati. Baru setelah Timeskip, Brook menunjukan potensi selanjutnya dari Yomi Yomi, yakni bisa mengendalikan jiwa seseorang.

Tapi Mimin rasa tidak sebegitu gampangnya. Setidaknya, ada 1 syarat yang memungkinkan Brook melakukan hal itu, sama seperti Mero Mero yang membutuhkan targetnya terpesona oleh kecantikan si pengguna.

Apa syaratnya? Tidak lain dan tidak bukan, sama seperti Mero Mero, target harus terpesona, oleh musik yang Brook mainkan.

Well, bagi orang lain mungkin sulit, tapi bagi Brook, mempesona orang lain dengan musiknya adalah perkara mudah. Makanya, Yomi Yomi adalah buah yang sangat cocok dengan Brook.

Sama seperti hipnotis, nyanyian Brook memutus konsentrasi target, karena mereka terfokus nyanyiannya. Alih-alih raganya, jiwanya yang ikut merasakan.

Pernah ikut konser? Taruhlah itu konser penyanyi favorit kalian, Kangen Band misalnya. Tentu para penggemar akan merasakan sebuah getaran di dadanya tatkala si artis bernyanyi di atas panggung bukan?

Nah, efek itu di dramatisir oleh Oda sehingga menjadi lebih kuat. Efek yang sama sekali tidak difikirkan oleh orang lain, namun Brook mengeksekusinya dengan cukup baik.

Bagaimana jadinya, jika Sang Pengambil Jiwa melawan Sang Manipulator Jiwa? Paksaan melawan ketulusan, Manisnya kue dari neraka melawan lantunan indah musik dari alam baka?

PART III: THE SOUL CONDUCTOR

Apa yang terjadi jika, katakanlah jika ini memang terjadi, Mama yang punya kekuatan untuk mengambil jiwa seseorang dan menaruhnya di wadah lain sehingga jadi mahluk hidup, berhadapan dengan Brook yang notabene bisa mengontrol jiwa. Apa kiranya yang bakalan terjadi?

Opsi A: kekuatan Mama tidak mempan terhadap Brook. Hommies gak berguna.

Opsi B: kekuatan Brook yang gak mempan karena ketika jiwa dari wadah palsu itu kembali, powernya Brook jadi gak guna.

Opsi apapaun yang kalian pilih, punya satu akhir:

Pertempuran para manipulator jiwa.

Yang satu bisa memindahkan jiwa seseorang sementara yang satu lagi bisa mengendalikannya.

Atau, sebetulnya kekuatan Brook bisa bertambah. Membayangkannya bisa mengontrol siapapun sungguh keren.

Begini, yang Mama lakukan (sejauh ini) adalah “memanen” jiwa seseorang, mengumpulkannya kedalam sebuah keranjang jiwa, dan dengan stok potongan jiwa itu dia bisa membaginya dan menghidupkan apapun (selain mayat) dengan bebas, dan benda itu memiliki kehendak, walau di kontrol dengan Mama.

Tapi tetap, itu hanya sepotong jiwa.

Bagaimana jika yang dilakukan Brook adalah membuat jiwa utuh itu dibawah kendali lagunya? Bukan sepotong, namun jiwa yang utuh, seperti yang dia lakukan di konser terakhir Soul King.

Brook akan punya panggung sendiri di sini.

Super kan? Well, kayanya Luffy dapet jatah Kaidou deh. Mimin tetap berpendapat kalau hal ini akan tetap menjadi ladang unjuk gigi Jinbei sebagai negosiator.

Dan rencana belahan dada part III, datang dari Charlotte Purin.

PART IV, GOODBYE

Sebelum mulai, biar lebih afdhol dan kalian paham, Mimin sarankan cek hashtag #theoriview843 yah, karena ini berhubungan.

Begini, based on #theoriview843 barusan, mari kita ambil cerita Aladin sebagai sumber.

Aladin adalah sebuah dongeng klasik yang sangat populer, yang berasal dari sebuah buku dongeng bernama “Dongeng 1001 Malam” yang konon (jangan di balik) diceritakan Abu Nawas. Lantas karena tidak jelas asal usulnya (hingga sekarang), kredit jatuh ke orang yang menemukan dongeng ini, sastrawan Perancis abad ke 18, Antoine Galland.

Dalam hakikat awalnya, cerita Alladine and The Magic Lamp, diceritakan sebagai sebuah cerita romansa Romeo and Juliet versi Timur Tengah. Alladin mencintai Jasmin yang seorang puteri, sementara babe nya gak setuju, terus dijodohin sama anak tetangga bernama Ahmed. Mirip cerita Si Doel anak sekolahan.

Namun ternyata, semua jauh dari kata dongeng mesra ala ala Disney. Aladin pertama diperkenalkan sebagai seorang anak dari penyihir yang berlatih di Cina, kemudian gak sengaja masuk ke gua penuh harta, memakai cincin ajaib, dan melepaskan jin dari lampu yang mampu memberikannya 3 permintaan apa saja. Kalian kalau males baca, bisa cek di Google.

Di #theoriview843 Mimin berpendapat bahwa Purin, adalah Aladin. Dengan asumsi itu, mari kita buat sebuah skenario.

Pada dongeng resmi, Aladin berniat bebaskan Jasmine dari tangan ayahnya si penyihir karena si ayah ingin merebut kekuasaan sultan di Iraq. Aladin kembali ke gua harta, dan menggosok lampu untuk meminta bantuan jin.

Sayangnya, 3 permintaan sudah dipakai sehingga gak bisa minta lagi. Tapi Jin mberikan penawaran:

Mata Aladin, yang kelak oleh Aladin dipakaikan penutup mata, kemudian penutup mata berdasarkan dongeng aneh itu berkembang menjadi tren di kalangan bajak laut (bajak laut arab itu sadis-sadis men) hingga sekarang.

Mari beranalogi.

Purin sebagai Aladin.

Sanji sebagai Jasmine.

Mama sebagai ayah Aladin, si penyihir.

Jajji, adalah sultan.

Pertanyaan: siapa jinnya? Bagaimana Purin mempertaruhkan apapun itu nanti?

Jawabannya adalah:

Jinbei dan Roulete yang tak jadi dia pakai.

PART V: THE MAGIC LAMP

Jinbei belum keluar. Yang jadi pertanyaan, kapan keluar dan apa perannya di sini.

Oo, Jinbei akan memerankan sesuatu yang besar di sini. Dengan kebijaksanaan nya, dia akan memerankan sebuah peran yang hanya cocok untuk digunakan di sini.

Negosiator.

Luffy tentu harus jaga kondisi lawan Kaidou nanti tentunya. Kalau dia habis di sini, lantas bagaimana janjinya dengan Momo.

Lalu, apakah Mama tipikal orang yang mampu di ajak nego?

Enggak, Mama gak akan bisa digituin dengan cara itu.

Kita harus menggunakan caranya, aturannya, dan apa yang dia suka:

Roulete kematian.

Luffy mungkin akan ikut Roulete itu, tapi tidak, Mimin rasa tidak.

Jinbei? Kemungkinan iya, tapi Luffy akan kelewat marah kalau Jinbei yang mau dia jadikan nakama akan ikut permainan gila kayak gitu.

Mama juga mungkin tega-tega aja ngelukain Jinbei.

Tapi Roulete harus di lakukan dengan membawa perasaan gak tega Mama. Buat Mama dilema, itu mungkin cara untuk keluar dari sini tanpa pertarungan.

Siapa yang jadi peserta?

Tak lain adalah Charlotte Pudding.

Mama gak akan tega, karena Pudding adalah anak paling sempurna Mama. Coba tengok anak-anaknya yang lain. Pudding jelas yang paling sempurna dari yang lain.

Jadi Jinbei sebagai jinnya, Pudding sebagai Aladdinnya, dan Roulete sebagai lampu ajaibnya.

Dan, mungkin juga akan jadi perang. Itu juga nampaknya gak bisa dihindari. Apalagi kayaknya Bege siap nusuk dari pantat.

Sampai fajar tiba, pulau surga ini tetaplah akan menjadi neraka.

Sang pangeran tertahan dalam benteng yang dia buat sendiri. Dilema membatasi, dalam sangkar jeruji besi.

Sang penyihir jiwa merasuk kedalam ruang harta, demi menyalin cerita yang menentukan akhir kisah pahlawan.

Prajurit jiwa melawan sang senandung. Hidangan manis dari neraka melawan lantunan musik kematian alam baka.

Sang puteri kembali, dari kejinya dunia persinggahan dewa dewi.

Api membara di dadanya, membakar habis rasa cinta kepada keluarga.

Selamat tinggal kawan, sampai ketemu di ujung jalan.

Salam,

Miminwara.

 

Theoreview One Piece Chapter 848 oleh Miminwara

Admin Indo One Piece Forum

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World