Theoreview One Piece Chapter 846

0

Part I: The Fall of Future King

Luffy kalah? Wow…sekuat itukah Mama? Atau kebetulan, Luffy tidak ada niatan bertarung? Atau bahkan Luffy kelelahan dan terlampau babak belur sehabis pertarungan 11 jam dengan manusia 860 juta Berry itu? Atau kekenyangan karena makan biskuit?

Apapun alasannya, team Luffy dan Nami kalah. That’s it! Itu faktanya. Tapi plot kekalahan ini mungkin akan menjadi jauh jauh jauuuh lebih besar dari yang dikira.

Luffy dan Nami diperintahkan untuk dibiarkan hidup, dibawa kehadapan Mama dalam keadaan hidup. Only alive! Buat apa? Toh Mama udah dapat yang dia mau kan? Luffy kalah, Sanji nikah, Pudding dapet suami. Apa lagi?

Timbul pertanyaan, kenapa butuh hidup-hidup?

Balik ke akhir arc Gyojin dimana Luffy menantang Mama lewat Den Den Mushi. Mama terdiam, bahkan menyambut tantangan Luffy.

Artinya, dia tertarik terhadap Luffy.

Setelah apa yang Shirohige katakan tentang One Piece, Mama juga berlomba menuju Raftel. Raftel menjadi sumbu lilin yang kembali menyala lagi.

Luffy emang gemar membuat orang-orang seperti Linlin tertarik, entah kenapa. Ada semacam aura khas orang polos yang kelewat nekad. Mungkin Mama tertarik, mungkin tidak.

Apakah Mama tertarik kepada Luffy?

Atau…dia tertarik kepada Nami? Kenapa? Nyatanya, Nami dan Linlin memiliki kesamaan.

Mereka adalah para manipulator cuaca.

Part II: Big Mama’s House

Mungkin Linlin tertarik kepada Luffy, mungkin tidak.

Atau, jika dibuat plot twist, justru Linlin yang memiliki ketertarikan kepada Nami.

Kenapa?

Begini. Saat Lola menyobek potongan besar Vivre Card Mama, itu sudah menunjukan sesuatu. Vivre Card kecil (sobekan) akan selalu menunjuk ke arah sobekan besarnya(kertas inti). Sementara kertas intinya selalu menunjuk ke arah orangnya. Begitulah cara Vivre bekerja.

Bagaimana jika Mama mengetahui hal ini? Mengingat banyak sekali mata-mata yang berkeliaran. Namun kenapa baru sekarang?

Jawabannya ada dua, dan itu baru sebatas asumsi saja:

  1. Vivre mengandung sedikitnya bagian dari si pemilik. Kita bisa katakan bahwa Vivre memiliki sepotek jiwa si pemilik. Kebetulan sekali, Mama adalah manipulator jiwa. Mungkin dia merasakan ada bagian dari dirinya yang datang menghampiri, baru sebatas perasaan, dan penasaran kenapa Vivrenya bisa ada di Nami.
  2. Dari mata-mata. Entah dimana, namun Big Mom Pirate sangat lihai mengumpulkan informasi sekecil apapun. Dia mungkin melihat kalau Nami menggunakan Vivrenya dan dia tahu dari siapa. Namun dia sadar kalau Lola memiliki Vivrenya sementara dalam omongan orang Lola itu kabur, timbul perdebatan antara anak-anaknya (Mama tidak mengizinkan siapapun anaknya memakai Vivrenya. Kalau ketahuan Lola punya, bisa ada kecemburuan berhubung anak-anaknya gila semua). Silahkan stalking kebawah utk Theoreview tentang hubungan Lola dan Mama. Seperti seorang ibu yang memiliki banyak anak, dan hanya satu orang anak yang diberikan coklat Toblerone sementara yang lain dikasih wafer Superman. Cemburu kah? Kalau Mimin, Mimin pasti cemburu.

Apapun jawabannya, mungkin Nami salah satu kunci dibalik semua ini. Percaya atau tidak, Nami pasti memiliki sebuah rencana lagi.

Rencana belahan dada Part II.

Mungkin sekarang agak ke dalam sedikit.

Part III: The Other Plan

Fix, rencana belahan dada Part I gagal. Vivre yang sembunyikan Nami dengan sangat rahasia ditempat paling sensitifnya telah dicuri. Dengan begitu, rencana gagal.

Tapi keberuntungan mungkin kembali lagi ke orang paling beruntung sejagat, dibawah Usopp tentunya, Monkey D Luffy.

Entah kenapa, Mama membuat perintah membawa Luffy dan Nami kehadapannya hidup-hidup. Asumsi dari hubungan ribet Lola-Mama-Nami-Belahan Dadanya-Vivre akan dibahas.

Linlin mungkin tertarik kepada Luffy. Dia sudah tertarik, bahkan selalu menanyakan keadaan Mugiwara Boy di WCI. Entah urusannya apa.

Lalu, Nami. Berbekal kekuatan persahabatan anehnya dengan Lola, mungkin Nami akan memanfaatkan celah di sini. Kenapa Lola dibiarkan Mama membawa Vivre Card miliknya adalah kunci, bahwa Lola adalah anak kesayangan Mama.

Mungkin saja itu terjadi, mungkin tidak. Situasi paling genting mungkin sudah lewat, menyisakan harapan dan keberuntungan aneh Si Topi Jerami. Ketika kita mengharapkan pertarungan, mungkin malah tidak ada. Lola menjadi kunci di sini.

Apa yg terjadi selanjutnya? Mimin rasa, Jinbei sang negosiator akan datang. Apa yang dia perbuat, tentu saja Mimin tidak akan sembarang sebut, karena jujur saja, Jinbei sangat konvensional sekali dalam urusan ideologi. Tapi Jinbei dan Roulette yang tidak jadi dia mainkan dengan Mama punya suatu hal yang menjadi tolak ukur kebebasan Sanji.

Tapi ada yg menarik, sekaligus point utama chapter ini.

Poneglyph.

Part IV: The Stone and The Past

Menurut Tamago, Poneglyph yang tersebar di seluruh dunia ada 30 buah saja, dimana 4 berwarna merah dan 26 berwarna biru. Berdasarkan informasi dari Tamago juga, Mama sedang mengumpulkan 9 Poneglyph biru yang berisi informasi tentang apa yang menjadi tujuan Big Mom Pirate. Kebetulan, Mama mempunya 3 buah Poneglyph. 1 Road Poneglyph berwarna merah yang merupakan mandatori untuk mencapai Raftel dan 2 buah Poneglyph biru dimana salah satunya adalah Poneglyph yang diberikan Jinbei saat petualangannya dulu di Cover Story.

Mimin rasa Mama menyimpan salinan Poneglyph itu dalam bentuk kertas karena saat ini (kalo batunya dibawa-bawa, itu berat), tidak ada satupun orang di dunia yang bisa membaca Poneglyph dengan baik.

Kecuali Nico Robin.

Keberadaan Nico Robin sangat bahaya, apalagi SHP bersinggungan dengan masalah Road Poneglyph ini. Untung, Robin gak ikut.

Tapi, batu-batu itu terus menjadi masalah, karena Mama ingin sekali menyelesaikannya. Bagai menepuk 2 lalat sekaligus, Luffy nongol dengan ngocolnya di WCI.

Wah, kebeneran.

Maka, Luffy dibutuhkan hidup-hidup. Selain dari asumsi pada Part III diatas.

Maka, terjadilah sebuah negosiasi. Luffy butuh Sanji, Mama butuh tulisan Poneglyph yang sudah diterjemahkan. Lah, berat sebelah dong?

Mari melihat dari perspektif ini:

  1. Dalam dialog Tamago, dia berkata bahwa tujuan Mama adalah Raftel (kemungkinan setelah kematian Shirohige). Dan Raftel hanya bisa dicapai melalui 4 Road Poneglyph tadi (Mama 1, Kaido 1, Mink 1, 1 lagi hilang bagai sianida). Tapi tidak disinggung mengenai raja bajak laut. Artinya, fokus Mama adalah bukan menjadi raja bajak laut, namun membuat keluarga.
  2. Melihat obsesi Mama yang pengen buat keluarga dan ingin mengetahui isi 9 Poneglyph informasi yang dia cari, artinya jawaban dari gigantifikasi ada di masa lalu.
  3. Artinya, zaman dulu (saat era yang hilang) teknologinya canggih banget.
  4. Sementara Luffy hanya ingin merebut Sanji kembali.

Well, bagaimana negosiasi itu akan berjalan?

Part V: The Negosiator

Apakah Robin bakal jadi alat tukar? Menurut Mimin tidak.

Dengan asumsi Part IV sebelumnya, Mimin rasa, Mama hanya butuh terjemahannya saja. Dia gak membutuhkan orangnya. Robin terlalu “sempurna” untuk jadi bagian dari Big Mom Pirate yang kayak rombongan sirkus.

Tidak, dia hanya butuh terjemahannya aja.

Tapi, Mama bukan orang yang mudah ditawar. Linlin adalah pedagang pasar Senen senior, susah ditawar.

Beruntung sekali, Luffy memiliki Jinbei di pihaknya. Mimin rasa, peran Jinbei disini adalah sebagai negosiator handal yang menghandle negosiasi gila antara bocah kelewat nekad melawan ibu-ibu yang rakus. Jinbei punya solusinya dan solusi itu sudah dia tahan dulu sekali, bahkan dia dipermalukan di koran.

Roulette kematian.

Apa yang dipertaruhkan dalam Roulete itu? Mimin tidak tahu. Tapi, ini adalah win win solution.

Dan roda takdir mulai berputar.

Sang fajar menampakan wajah muramnya dibalik awan mendung yang meneteskan darah para pendosa. Menyinari hati Sang pangeran dalam gelapnya malam tak berbatas di masa lalu.

Sang rusa pemberani berlarian dalam dimensi abadi, tempat para tersakiti terperangkap dalam ilusi abadi.

Sang Senandung berkelana dalam barisan para arwah korban perang, melepas sukma dalam belaian kematian tak berbatas.

Singa pemberani, namun nyawanya dalam kemelut takdir. Dua kali sudah melawan nasib, dalam genggaman sang penampung jiwa.

Sang bocah jatuh, luluh hatinya dalam takdir besar yang terbebankan olehnya. Sang pemanggil badai turut menyertai, di atas Pulau Manis dari neraka.

Tiga puluh yang dapat diraih, empat adalah penunjuk jalan dalam rumitnya labirin, 9 yang hilang demi melengkapi cerita akhir tak berbalas.

Semua berakhir di masa lalu yang hilang.

Salam,

 

Theoreview One Piece Chapter 846 oleh Miminwara.

Admin Indo One Piece Forum

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World