Theoreview One Piece Chapter 845

0

PART I: WAITING

Selamat siang, semoga diberkahi Allah SWT ya, minna. Sebelum jumatan, Mimin menyempatkan untuk review sebentar ya.

Pasukan Amarah. Judul chapter yang ambisius, menurut Mimin. Bagaimana tidak? Sejumlah petinggi Mama berderap menuju tempat dimana orang yang mengalahkan salah satu dari mereka ada. Mereka menuntut pertanggungjawaban Luffy, mereka ingin memberitahukan bahwa setiap anak Big Mom yang dicelakai maka mereka menyulut amarah sang pemanggil badai.

Wajar, itulah Yonkou. Mereka bergerak dalam organisasi super besar. Mereka memiliki wilayah yang harus di jaga dan martabat yang juga harus di jaga. Jelas mereka ngamuk karena salah satu dari Komandan Manis mereka diterbangkan dari Hutan Penggoda hingga menembus ruangan singgasana Sang Mama Besar. Ibu mana yang gak ngamuk liat anaknya digebukin orang? Jelas, Mama ngamuk.

Luffy sendiri, dengan tingkat keegoisan tingkat dewa, ngeyel tidak mau berpindah dari tempatnya tiduran sekarang. Senyum ompongnya menunjukan seberapa besar dia ingin percaya Sanji akan kembali.

Luffy adalah orang yang dikelilingi orang-orang hebat dan loyal kepadanya, sebagaimana Luffy juga sangat loyal terhadap mereka. Luffy adalah orang yang punya kekuatan unik. Dia bisa membuat siapapun menjadi sekutunya, sejahat apapun mereka. Inilah timbal balik yang tidak seharusnya ada di bajak laut. Luffy menembus batasan aturan bar-bar bajak laut dengan metodenya sendiri: gila, kelewat nekad, dan tidak akan mengorbankan apapun.

Dia tetap yakin kalau dia tidak akan bisa menjadi raja bajak laut berikutnya tanpa bantuan Sanji. Itu yang ingin Luffy sampaikan lewat kepasrahan ditendang Sanji. Sebuah keegoisan yang menggugah hati orang.

Bahkan dia kekeuh gak mau makan selain masakan Sanji. Semanis apapun mizuame yang tumpah dari langit, Luffy tidak akan mau menelannya, sekecil apapun tetes yang jatuh. Tidak! Sebegitu percayanya dia dengan Sanji.

Namun ada yang gak beres disini. Pasukan Amarah datang, dan Luffy penuh luka nekad melawan mereka semua, dengan bantuan Nami dan hommies begalan Nami. Luffy dan Nami tentu kalah, dari stamina dan kuantiti.

Ingat statementnya Mimin di paragraf 4?

PART II: BACKUP FIRE

Mihawk pernah berkata, saat perang Marineford, dia berkata bahwa Luffy punya kekuatan yang menakutkan di lautan. Hal itu merujuk kepada orang-orang yang menyertainya saat menolong Ace. Segala bentuk manusia ada di sana, menjadi back up Luffy.

Kekuatan yang dimaksud Mihawk adalah kemampuan Luffy yang menginspirasi orang-orang, menjadikan banyak rekan dalam perjalanannya. Bahkan orang yang pernah bertarung dengannya juga ikut membantunya, walau dengan alasan lain.

Kenapa bantuan itu sangat menakutkan?

Begini, ketika menginjakan kaki di gerbang keluar New World, tidak ada kata aman di sana. Bahaya adalah kata pertama yang ada ketika kamu melihat papan nama jalan New World. Dari alam maupun orang-orang di sana sangat gila. New World hanya untuk orang kuat.

Ralat, hanya untuk kelompok yang kuat.

One Piece mengajarkan kita bahwa sesungguhnya manusia tidak bisa menjadi kuat sendirian. Jadi ingat quote seorang dokter palsu dulu sekali di negeri salju: “Kapan seseorang akan mati? Saat dia terkena tembakan? Tidak! Saat dia terkena penyakit mematikan? Tidak! Saat dia meminum sup dari jamur beracun? Juga tidak! Seseorang akan mati apabila dia telah dilupakan..” dan ironisnya, dokter palsu itu mati karena sup beracun.

Well, pesan aneh tersebut nyatanya efektif di saat ini. Betul, Luffy tidak akan bisa menjadi raja bajak laut sendirian. Tidak. Dia harus memiliki kelompok yang membantunya.

Begitu juga dengan apa yang selanjutnya terjadi.

Bagaimana Luffy mengatasi Pasukan Amarah yang kelewat marah?

PART III: THE ASSIST

Apakah Luffy akan kalah menghadapi Pasukan Amarah Big Mom? Luffy yang kelelahan dan lapar, tentu saja dia akan super kerepotan.

Ngeluarin Haki Raja min? Ini juga kemungkinan yang juga bisa kita saksikan nanti. Hanya saja, lawannya sekarang bukanlah Prajurit Marine ataupun Manusia Ikan kelas teri. Musuhnya adalah pasukan ganas yang terkenal akan kekejamannya. Rasanya tidak mungkin kalau masing-masing Pasukan Amarah tidak menguasai setidaknya 1 jenis haki?

Sampai sini, mari kita berasumsi.

Keadaan Pekoms tidak diketahui. Dia adalah pengguna Buah Iblis Kame Kame yang mampu merubahnya menjadi Kura-kura. Dia ditembak oleh Bege karena Pekoms mengetahui suatu hal. Dia di tembak dan jatuh kelaut.

Mati?

Mungkin…mungkin juga tidak. Membayangkan Pekoms diselamatkan Taiyou Pirate merupakan salah satu hal terindah.

Mungkinkah rencana yang diketahui Pekoms adalah Bege yang ingin menjatuhkan rezim Yonkou? Ya, itu mengundang amarah besar Charlotte Praline, anak Mama yang kebetulan juga adalah istri dari Alladin, Dokter Taiyou.

Kebetulan juga, Pekoms nampaknya berhutang budi kepada Mugiwara.

Tapi begini, nakama. Luffy diperintahkan Nami hanya untuk merebut Sanji kembali, dan Nami adalah sedikit orang yang dituruti Luffy seperti perintah Nami untuk tidak ribut di Jaya. Jadi, yang dilakukan Luffy ke Cracker hanyalah sebuah bentuk pertahanan diri.

Tapi Mama menaruh perhatian ke Luffy. Mungkin dia mengerahkan Pasukan Amarah untuk menguji Luffy? Seperti teori yang dibuat Baby 5 dari salah satu fandom One Piece. Mimin rasa, ini juga masuk akal.

Jika sasaran Luffy bukanlah Mama, tapi Germa, dan Bege adalah provokator gila yang kelewat nekad, rasanya pertarungan Luffy vs Pasukan Amarah akan berakhir tanpa pertarungan jedar-jeder ala Dragon Ball.

Apa peran Jinbei? Dengan kebijakannya, Mimin rasa, dialah negosiator dalam arc ini. Rasanya panas sekali suasana kalau banyak konflik datang.

Zoro dkk? Well, mereka sudah punya porsi tampil lebih di Dressrosa. Maruk rasanya Oda membuat mereka balik. Dan lagi, Zoro diperintahkan Luffy utk “tidak memulai serangan tanpa Luffy” dan Zoro kenal baik tabiat kaptennya.

PART IV: CALL BACK?

Mungkin jika Zoro merasa terpanggil oleh Luffy yang “keliatannya” memerlukan bantuan, One Piece gak jadi sebesar ini.

Kalau Zoro datang di saat Luffy minta tolong, mungkin dia sudah nolongin Luffy lawan Rob Lucci, lawan Enel, lawan Moria, lawan Doffy. Tapi enggak, Zoro diam saja. Dalam pertarungan-pertarungan seru itu, Zoro cuman nonton. Karena Zoro tahu, kalau Luffy kalah, maka dia tidak cocok untuk jadi raja bajak laut.

Mungkin dia peduli. Masa enggak? Wajar dia peduli. Tapi Zoro adalah orang yang terakhir dimintakan pendapat kalau Luffy kelewat nekad, dan jawaban khasnya adalah “Biarkan Saja, kalian awasi saja dia agar tidak kelewat nekad” dan Zoro tidak akan mencampuri urusan Luffy.

Bagaimana dengan Sabo? Sabo yang menghilang bersama Pasukan Revolusinya setelah dibombardir oleh Kurohige? Dia rela meninggalkan sisi Dragon dimana rencana mereka kian rampung karena gak percaya Luffy akan kalah? Well, Sabo tidak seperti itu. Sabo diakhir Dressrosa menitip pesan kepada para kru agar menjaganya. Tidak, Mimin rasa Sabo gak keluar.

Marco serta pasukan Nekomamusi? Mimin rasa, Marco akan punya panggung sendiri, nanti, setelah bertemu Weevil. Oda menyimpan keseruan Sang Burung Abadi nanti. Keluar sekarang rasanya seperti menang maen bola karena lawannya ngambeg terus WO. Gak seru.

Aliansi Luffy? Ke-5600 orang yg masing-masing memegang Vivre Luffy itu? Mereka memang berjanji akan menolong Luffy. Yang jadi masalah, seberapa jauh mereka? Mereka punya urusan masing-masing saat ini. Jika mereka datang, mungkin Luffy marah. Tapi pertarungan Mugiwara Grand Fleet tetaplah paling di tunggu.

Mimin selalu percaya arc ini bisa dilewati seperti pada part sebelumnya, negosiasi Jinbei.

Jinbei mundur dari Roulete karena dia mungkin tahu kondisinya kalau dia tidak boleh menggunakan Roulete berbahaya itu sekarang! Dia mungkin mundur karena dia ingin memainkan Roulete pada saat nanti, keadaan terdesak. Rasanya, janji itu akan tetap ada di hati Jinbei.

Roulete adalah salah satu jalan keluar dari masalah ini.

Yang lainnya adalah Vivre Card Mama dan Rencana Belahan Dada.

PART V: THE PLAN

Baum berkata kalau semua Hommies akan selalu takluk kepada siapapun yang memegang Vivre Card Mama. Artinya, dengan asumsi Zeus dan Prometheus merupakan Hommies, maka seharusnya mereka berdua juga gak bisa berbuat banyak.

Prometheus adalah awan yang sering kita liat di Whole Cake Island, make topi, sementara Prometheus itu adalah, apa ya? Namun Mimin rasa bukan matahari, dia api yang dimasukan Soru-Soru.

Rencana Belahan Dada dimulai dengan Nami yang memanfaatkan Vivre untuk mengambil alih para Hommies. Jika berkaca pada pertarungan melawan Cracker, rasanya Pasukan Amarah juga ada segelintir Hommies yang ada.

Well, Mimin rasa Mama juga gatau kalau Vivre Card miliknya dimanfaatkan oleh musuh. Tapi tentu saja, Hommies juga gak akan berguna melawan Mama, ya masa nyerang penciptanya? Bagaimanapun, Vivre hanyalah sebagian kecil dari Big Mom, tetep gak bisa ngalahin yang asli.

Berpatokan pada Theoreview Part III, Jinbeilah yang mungkin menjadi negosiator. Dia gak mau nanti semua sekutu Mama membelokan sasaran ke Luffy. Luffy sudah banyak musuh.

Yang menjadi lebih indah adalah, jika Bege ternyata melakukan kudeta dan Luffy berdampingan dengan Mama. Segalanya tampak indah. Pertarungan seru meledak-ledak nanti sajalah pas lawan Kaidou dan Shogun Wano, lebih sepadan.

Kembali ke Sanji. Ada yang aneh di ruangan nya Purin? Ya, semua ada di cermin dan jam dinding.

PART VI: THE CLOCK AND THE MIRROR

Well, cermin, seperti yang sudah sudah, Mimin selalu berasumsi kalau Chopper dan Carrot bakalan nongol dari situ. Kebetulan banget ada cermin yang lumayan gede.

Rasanya pas dan cerdik sekali, Chopper dan Carrot menyusup melalui cermin dan menculik Sanji kembali. Well, kayanya gampang ya.

Lalu muncul permasalahan, gimana dengan gelang dan Zeff?

Gelang hanya bisa di buka oleh Mama, Hanya MAMA YANG MEMILIKI KUNCINYA, bukan Jajji, bukan Reiju, bukan juga tukang kunci di Pasar Senen. Mama dan hanya Mama yang bisa buka.

Kecuali jika ada opsi kedua, seperti Rayleagh yang ngebuka kalung bom budak di Shabondy.

Kebetulan murid satu-satunya Ray adalah Luffy.

Taruhlah persoalan ngebobol gelang selesai, Zeff bagaimana? Ketika seluruh Germa ada di WCI, artinya yang akan menemui Zeff di East Blue bukanlah anggota inti Germa. Mungkin Zeff hanya dianggap koki tua mantan Bajak Laut yang udah jompo. Ah, ini hanya harapan Mimin saja kalau Zeff bisa menjaga dirinya sendiri dan cuma Sanji yang kelewat khawatir.

Dan ada jam dinding.

Kenapa Oda menaruh gambar penuh detail pada suatu perabotan yang seharusnya hanya jadi backgroundnya aja? Kenapa Oda harus menggambarnya 1 panel? Dan menunjukan jam 2?

Begini, Sanji juga dapat berarti “Pukul Tiga”. Bagaimana jika Oda menaruh foreshadow bahwa akan ada sesuatu di satu jam kemudian? Sesuatu apa itu? Wah, Mimin juga gak tau. Mungkin aja Jinbei muncul, mungkin juga enggak. Mungkin itu gak ada apa-apanya cuma hiasan aja, mungkin juga enggak. Well, apapun itu, setidaknya jam itu kemungkinan besar menunjukkan suatu hal kelak.

Angkanya 853? Apakah akan ada sesuatu di Chapter 853? Jelas akan ada sesuatu. Waktu masih panjang, masih 8 chapter lagi, kurang lebih 2 bulan lagi dari sekarang, pas banget untuk mengakhiri tahun, bukan? Lalu “Tahun Sanji” akan berakhir di 853? Well, Mimin juga berharap demikian.

Dan terakhir, apakah mereka akan menikah?

PART VII: THE END

Sebuah akhir chapter yang manis untuk sebuah cerita yang juga manis. Setidaknya itu yang Mimin rasakan.

Akankah Sanji menikah?

Jujur saja, dengan segala kegilaan ini, menikahi Purin adalah jalan keluar paling aman sejauh ini. Apakah Sanji akan keluar dari SHP adalah persoalan lain.

Sanji mungkin saja tidak keluar? Tidak, rasanya kurang pas kalau kru utamanya akan pergi begitu. Luffy membutuhkan Sanji, karena dia berjanji kepada Momo untuk membantunya. Luffy juga ingin memakan masakan Sanji. Tentu bagian ini menjadi dilema kita semua.

Ironis, saat Luffy ingin berkumpul setelah pertarungan Dressrosa, mereka malah kembali terpisah jalan. Namun, disini SHP diuji kemandiriannya.

Mereka selalu bersama, itu benar. Namun, jika ditinggal sendiri-sendiri? Mereka nyaris mati melakukannya. Ini ujian, SHP harus membuktikan bahwa nominal hampir 2 milyar berry itu bukanlah angka yang Pemerintah Dunia salah taruh di poster buronan mereka. Jika ingin menjadi yg terhebat, mereka harus bisa melewati ini. Itu saja.

Dan kita akhiri Theoreview ini.

Pasukan penuh dendam berderap, bagai para peziarah menuju makam Sang Pujangga kematian.

Awan dan api berpesta pora, memuntahkan tarian badai dalam gemuruh genderang perang para pemain sandiwara dari alam baka.

Kartu impian digenggam Sang Penguasa Badai, mengambil hati dari jiwa-jiwa yang dikuasai Sang Pencipta Badai.

Para pecahan prajurit yang tersisa tersebar, dalam rencana panjang menuntut kebebasan Negeri Harmoni.

Sang Pangeran melangkahkan kakinya menuju pintu keluar, tertahan dalam ironi semanis madu, sehitam arang.

Sang Bocah berdiri sendiri, dalam badai amukan para Pasukan Jiwa-Jiwa Malang.

Sang Badai Datang, Sang Raja Menghadang.

Salam,

Miminwara

 

Theoreview One Piece Chapter 845

Oleh Miminwara. Admin Indo One Piece Forum

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World