Theoreview One Piece Chapter 843

0

PART I: THE FALL OF THE BISCUITS COMMANDER

Selamat siang semua. Maaf ya baru sempat mulus-mulus. Jadi, ayo kita mulai Theoreview nya.

Banyak yang bilang “Cracker kok lemah gitu ya min?” dan lainnya. Yang jadi pemikiran Mimin, kok ada yang bilang Cracker lemah? Dari mana lemahnya?

Dia melawan Luffy dan Nami sekaligus 11 jam non stop padahal. Nami sudah bikin armor biskuitnya lemah karena air hujan PLUS Luffy lawan dia dengan 2x Gear 4! Apa lagi di awal kemunculannya, Busho hakinya merembes kemana-mana sampai Luffy juga mengakui bahwa dia tidak biasa.

11 jam bukan waktu yang sebentar. Kalau main game, 11 jam mungkin udah lawan bos terakhir. Dan mereka bertarung tanpa jeda.

Kok kalah? Jawabannya mungkin karena Cracker meremehkan Luffy.

Mungkin.

Luffy yang dia dengar hanyalah seorang bocah yang cuman modal nekad tanpa kabar berita selama 2 tahun. Sementara Luffy di New World sendiri belum ada 2 bulan dari Fishman Island. Wajar kalau Cracker meremehkan bocah.

Well, Cracker memang kuat, gak tau yang lainnya seperti apa. Yang jelas, apa yang terjadi nanti akan menjadi lebih serius karena sekarang, Mama tau apa yang terjadi dengan Cracker. Mugiwara akan menjadi target.

Eett, tapi Nami punya senjata rahasia: kartu Vivre yang dia dapat dari Lola.

Nah, tapi kata Baum, anak-anaknya gak ada yang boleh megang Vivre. Lantas Lola dapetinnya gimana?

PART II: LOLA

Dalam perkataan Baum, bahwa anak-anak Mama tidak diperkenankan untuk membawa Vivre, membuat pertanyaan besar. Kenapa Lola bisa membawa Vivre Mama?

Ironisnya, menurut Purin, Brulle, Cracker dan Pound sendiri, Lola kabur alih-alih dia izin meninggalkan pulau.

Benarkah begitu?

Jawabannya tidak ada yang pasti. Data melalui komik sendiri tidak atau belum diperlihatkan. Mulai dari sini, mari kita menembus batasan asumsi.

Jika memang diperhatikan, Lola memiliki kesamaan fisiologis dengan Mama. Cara umum melihat seorang anak itu anak kandung atau bukan adalah melihat fisiknya.

Lola berbadan besar dan (maaf) seperti kuda Nil, sama seperti ibunya. Bibirnya besar dan bergincu merah, sama seperti Mama walau dia berlipstik warna merah marun. Lola juga berambut Pink, sama seperti Mama. Dan masih banyak persamaan antara mereka.

Dengan obsesi aneh Big Mom untuk membuat keluarga “besar” menurut Mimin cukup aneh, dan lebih cenderung mengalami sakit psikologis.

Bagaimana jika obsesi Mama sekarang merupakan trauma yang dia terima dimasa lalu? Kejadian traumatis seperti itu, biasanya membuat orang memiliki obsesi tertentu terhadap sesuatu.

Bagaimana jika Linlin melihat Lola seperti melihat hantu masa lalunya. Linlin muda yang penuh gejolak, yang ingin menikah namun tak kunjung bisa karena fisiknya tidak diterima masyarakat. Linlin melihat Lola seperti itu, dia melihat Lola seperti Linlin saat seumurannya.

Mungkin saat melarikan diri, Lola ke-gep Linlin, mungkin. Dia bertanya maksud Lola mengkhianatinya apa. Lola menjelaskan bahwa dia ingin menemukan suami idamannya tanpa embel-embel pernikahan politik atas nama ibunya dan Lola berhak mendapatkan apa yang dia inginkan, bukan apa yang Big Mom butuhkan.

Seketika, Linlin sadar akan sifat Lola. Maka diberikannyalah Vivre dengan maksud untuk membantu Lola jika ada kesulitan atau jika dia ingin kembali.

Well, teori diatas lebih masuk akal ketimbang Lola nyolong. Tentu Lola akan sulit mengambil apapun dari Big Mom karena Mama menjaga hartanya dengan baik.

Lantas, apa masa lalu Big Mom?

PART III: THE OBSESIVE DREAM

Memang tidak terlalu diperhatikan oleh banyak orang, namun tak luput dari Mimin. Ketika Mama membicarakan impiannya kepada Caesar, yakni membangun sebuah keluarga “besar”, wajahnya nampak liar. Matanya tidak fokus dan keluar ingus. Jika gambar itu merefleksikan kehidupan nyata, keluarnya ingus ketika membicarakan sesuatu, artinya si pembicara sangat bersungguh-sungguh dan sangat bernafsu membicarakannya. Nafasnya mungkin terengah-engah karena ingin segera menuntaskan omongannya, serta membiarkan orang lain tahu apa yang sebetulnya dia inginkan.

Lantas, kenapa impian membuat keluarga besar membuat Mama sangat bernafsu sedemikian gilanya?

Sekali lagi, mari membuat asumsi.

Bayangkan jika masa lalu Mama sangat kelam. Sebuah obsesi yang terbentuk karena pengalaman traumatik masa lalu si empunya obsesi tadi. Apa yang sebetulnya terjadi?

Dalam psikologi, jika orang merasa terobsesi terhadap sesuatu, artinya dia pernah merasakan sebuah kehilangan atau kegagalan yang amat sangat kelam. Berdasarkan informasi di atas, asumsikan bahwa dulu sekali, MAMA PERNAH MERASAKAN KEHILANGAN seorang anggota keluarga.

Siapa?

Melihat dia sangat menyayangi anaknya dan cara dia memperlakukan Pound yang notabene suaminya, maka bisa disimpulkan bahwa Linlin, dahulu sekali, pernah kehilangan anaknya.

Melihat ketidakpedulian terhadap suaminya, maka mungkin saja anaknya meninggal karena suaminya dulu, suami pertamanya sebelum dia memutuskan melaut dan membentuk keluarga.

Kenapa harus menjadi raksasa? Mungkin dia berfikir kalau dengan tubuh besar, maka anak-anaknya akan semakin bisa menjaga dirinya sendiri. Mungkin anak pertamanya adalah seorang anak yang cenderung lemah secara fisik sehingga dia tidak bisa bertahan.

Sekelam itukah? Mungkin. Melihat kekejamannya terhadap suaminya, dan obsesi gilanya, ya, Mimin rasa sangat kelam sehingga menimbulkan obsesi gila membentuk keluarga besar.

Mungkin.

PART IV: THE STORM MAGICIAN

Sebuah kekuatan hebat di Big Mom mulai terkuak. Selain dia bisa mengontrol jiwa, serta memasukannya ke benda mati (selain mayat) dan juga memanipulasinya, dia juga dipercaya mampu mengeluarkan  petir dan api dari tangan berbeda serta memanipulasinya, dan membuat badai dahsyat yang bahkan bisa menghancurkan kapal perang.

IMBA banget? Ya, Soru-soru jadi terlihat sangat eksklusif.

Jelaslah dia ditakuti. Hampir seluruh Yonkou dipercaya memiliki kekuatan untuk menghancurkan sesuatu dalam skala besar. Dengan kata lain, kekuatan penuh Yonkou bisa merubah lautan.

Makanya, mereka sangat adidaya.

Lantas, kok bisa, kekuatan yang notabene HANYA mengontrol jiwa-jiwa bisa melakukan hal itu? Dari mana datangnya kekuatan itu? Kenapa menggunakan kata-kata Zeus dan Prometheus? Apa asalnya?

Menurut Mimin sendiri, kata Zeus dan Prometheus sendiri merupakan sebuah inkarnasi dari petir dan api.

Zeus, gak usah dibahas mungkin udah pada tahu ya, adalah dewa petir. Setiap petir di masa lalu dianalogikan sebagai petunjuk dari Zeus itu sendiri. Dia dipuja.

Begitu juga dengan Prometheus.

Prometheus adalah seorang Titan yang mencuri api Olympus untuk dibagikan ke manusia. Manusia senang, dengan api, mereka bisa memasak makanan dan menyerap nutrisi dengan baik. Manusia memujanya, namun Zeus murka dan menghukumnya. Dia di rantai dan di patokin elang. Ada di God of War kok.

Wajar kalau api dan petir direpresentasikan dengan Zeus dan Prometheus. Mereka simbol dari 2 elemen yang memang penting di zaman Yunani kuno.

Namun, bagaimana Big Mom melakukannya? Apa korelasi antara jiwa dan kekuatan badai? Mari kita menembus masa lalu dan kembali ke masa pendeta Hindu kuno, dimana mereka juga meng-inkarnasikan jiwa petir dan api di tangan mereka dalam bentuk dewa-dewi:

Agni dan Rudra.

PART V: THE INKARNATION OF FIRE AND STORM

Begini, Agni adalah lambang api dan di beberapa upacara. Beberapa kaum Weda (kaum India kuno) menyembah api. Weda adalah bangsa pertama dengan peradaban yang lebih maju dari manusia pertama yang cenderung primitif.

Sementara Rudra adalah wujud lain dari alam. Sementara Agni memberikan api pada manusia, Rudralah yang merupakan penyeimbang, karena segala yang teratur pasti ada ketidakteraturan. Rudra sang badai, adalah simbol petir. Petir menimbulkan api. Jadi secara teologis, Rudra adalah perwujudan lain dari Agni.

Dari beberapa literatur, dijelaskan bahwa pada abad 1 SM, kepercayaan pertama menyembah mereka berdua sebagai salah satu dari dewa mereka. Mereka menciptakan sebuah “profesi” sebagai Kophesh, yang seperti pendeta dewa. Lalu kata Kopesh diambil alih Bangsa Mesir sebagai nama senjata mereka.

Dalam prakteknya, para Kopesh memanggil Agni dan Rudra dengan cara MENGELUARKAN jiwa mereka (yang kemudian di sebut sukma) dan menyatu ke awan serta matahari.

Awan adalah singgasana dari Rudra Sang Badai. Sementara Matahari adalah wilayah Agni Sang Api. Para Kopesh dipercaya mampu memanggil api dan badai dari ketiadaan, atas dasar pengeluaran sukma mereka ke awan dan matahari. Pemimpin Kopesh bahkan dipercaya memiliki kekuatan Agni di tangan kanan dan Rudra dari tangan kiri. Dalam kepercayaan mereka, itu adalah inkarnasi dari Agni dan Rudra yang “dipinjam” kekuatan mereka oleh pemimpin Kopesh.

Memasukan jiwa kedalam sesuatu yang tidak hidup? Mirip kekuatan Soru. BM menciptakan Zeus dan Prometheus dengan cara yang cerdik, memaksimalkan potensi Soru-soru, dia mampu menggerakkan awan petir Cumulonimbus dan kekuatan energi matahari yang luar biasa panas.

Pertemuan panas dan dingin di awan akan menciptakan reaksi petir, yang akan menjadi halilintar karena elektron mereka bergesekan. Tidak ada yang dapat menguasai badai di dunia ini KECUALI dia memegang kendali atas awan petir serta panas matahari.

Itulah Big Mom. Memasukan sebuah jiwa kedalam awan dan energi matahari.

PART VI: IT’S TIME TO LEAVE?

Setelah muncul kata-kata dahsyat Sanji di akhir chapter, dibeberapa forum besar, banyak juga yang menghujat Sanji. Mereka rata-rata adalah Team Sanji Garis Keras.

Mimin paham perasaan mereka, dan jujur, semua pasti kaget kan? Mimin juga.

Yang jadi persoalan, mereka HANYA FOKUS ke bagian akhir saja, padahal ada kontinuitas cerita dari halaman-halaman sebelumnya.

Pada halaman sebelumnya, wajah Sanji bimbang. Dia membayangkan Zeff serta impiannya menjadi koki karena apapun kesalahan yang akan dia lakukan, maka segala yang dia punya akan musnah: tangan serta guru kebanggaannya. Karena dilema gila itu, dia memutuskan untuk melakukan pengorbanan dengan resiko paling kecil dibanding kehilangan segalanya, dia memutuskan keluar.

Ets, ini bukan yang pertama kali Luffy dihadapkan crewnya yang minta keluar. Nami, Robin, Usopp bahkan sempat membuat bingung para pembaca dengan niatan keluar. Usopp bahkan udah terang-terangan keluar di Water 7. Mereka melakukan hal yang sama (kecuali Usopp yang memang berselisih paham) yakni: BERPURA-PURA.

Nami memilih menusukkan tangannya dengan bohongan menusuk Usopp dan menyatakan keluar hanya supaya SHP keluar dengan selamat dari Arlong Park. Robin juga rela menukar informasi Pluton dan menembak Iceburg demi SHP tidak di tangkap CP9.

Kenapa Sanji juga tidak melakukan hal yang sama? Sanji ada di 2 kejadian di atas, dia tau kok. Hubungan SHP Crew erat, Dia ingin Luffy sadar kalau yang ingin dia katakan adalah “Pergi dulu, kumpulin kekuatan dan strategi, baru kita tawuran!” Tapi dia gak bisa bilang secara gamblang. Tidak! Tidak di depan Germa. Dia membuat kode.

Apa Luffy sadar? Enggaklah, Luffy gak sadar karena dia polos.

Tapi Nami mungkin sadar. Ekspresi Nami menunjukannya, dan Nami seorang penipu. Dia membuat ekspresi kaget karena Sanji ngomong mau tubir sama Luffy alih-alih kaget karena tahu apa yang sebenarnya Sanji rencanakan.

Rencana rumit untuk kabur? Well, ada lagi rencana yang lebih rumit dan rencana itu ada 3: satu di belahan dada Nami, satu di kaca, dan satu lagi sedang keliling Totland bersama Sang Jaguar. Semua diakhiri dengan tawuran masal penuh muslihat.

PART VII: THE END

Ketika Sanji berusaha keras melarikan diri dari Germa melalui cara cerdiknya sendiri, Luffy dkk juga tidak akan tinggal diam. Nami sang penyusun rencana. Semuanya kemungkinan ada di dia. Ada di belahan dadanya.

Vivre Card Mama.

Lalu ada juga Brook dan Pedro yang aral melintang mencari Road Poneglyph. Mereka tentu gak akan tinggal diam. Satu hal yang kemungkinan mereka tuju: mereka juga mencari informasi mengenai Purin dan kebetulan, mereka berbeda jalan dengan Luffy.

Ada lagi yang berbeda jalan dari segala hiruk pikuk pernikahan. Dia adalah Capone Bege. Dia menyiapkan sesuatu yang besar nantinya. Memanfaatkan Topi Jerami, dia kemungkinan berencana merebut takhta Big Mom dengan memanfaatkan tawuran masal.

Ada Mink di sana, serta ada para manusia ikan yang juga siap membantu Jinbei. Bahkan Jinbei juga mundur ketika dihadapkan Roulete. Tidak, dia bukan pengecut. Sama seperti Sanji, Jinbei menyiapkan panggungnya sendiri.

Jika para prajurit siap, maka pertempuran skala besar akan dihadapi. Capone Bege akan nyelip seperti upil untuk mengkudeta.

Kebetulan, Luffy juga gak suka orang yang kayak gitu.

So, ada juga jalan paling akhir, melalui cermin. Jika Kakak Chopper berhasil mengetahui rahasia Miro Miro no Mi, dia bisa menguasai Brulle dan menculik Sanji. Guys, kamar pengantin masa gak ada kaca? Apa lagi Mama belum tau kabar Brulle.

Gelang? Di tangannya Luffy yang sudah menguasai haki, gelang bom hanyalah sebuah gelang yang gampang dilepas. Seperti Ray yang ngelempar kalung bom Cammie.

Kebetulan, Ray guru Luffy.

Jadi, rencana belahan dada selesai. Tapi akhir masih menjadi misteri.

Para prajurit gerilya berkumpul, melawan tirani sang penguasa jiwa.

Prajurit jiwa bersatu dengan prajurit abadi sang raja perang, berderap menuju gelimangan tengkorak berbukit-bukit.

Darah para pahlawan bersimbah bagai sungai panjang, ditengah kabut asap kegelapan di atas pulau manis dari neraka.

Sang Pangeran melawan Si Bajak Laut. Dalam dilema besar penantang maut.

Melepas segalanya, atau memutuskan hubungan persaudaraan. Dua pilihan di tengah sesatnya jalan menapaki singgasana penuh duri.

Pertempuran antar para penguasa badai.. dimulai.

Salam.

 

Theoreview One Piece Chapter 843 oleh Miminwara.

Admin Indo One Piece Forum

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World