Si Cerdas yang Putus Asa (Sedikit Cuap-Cuap One Piece Chapter 845)

0

Kalian tahu apa kekurangan fatal orang cerdas? Mereka sangat mengandalkan otaknya. Bergantung pada logika. Ahli mengkalkulasi. Karenanya mereka cenderung mengabaikan perasaan. Kadang mengesampingkan kepercayaan.

Sanji adalah orang yang cerdas. Dalam situasi kritis, dia selalu bisa melihat dari sudut pandang yang berbeda sehingga mampu menyelamatkan kru-krunya. Menutup pintu gerbang keadilan di Enies Loby dan menghancurkan mekanisme Maxim adalah sedikit contoh untuk itu. Dia mampu mencari solusi dari situasi kritis dengan melihat hal dari sudut pandang yang berbeda. Eagle Eye.

Tapi hal seperti ini ada kelemahannya. Ketika dia dihadapkan ke situasi luar biasa sulitnya. Situasi di mana solusi tak kunjung muncul sekeras apapun otak memikirkannya. Dia justru akan lebih mudah menyerah. Karena sejatinya mungkin yang paling Sanji andalkan adalah otaknya sendiri.

Coba kita runut baik-baik. Sejak konflik ini dimulai pun, Sanji berusaha membereskannya sendirian. Dengan otaknya. Dia sengaja ikut sendirian meninggalkan yang lain, mengatakan dia akan mengurus masalah ini. Saat itu dia cukup naif dengan mengabaikan dua hal. Pertama adalah dia merasa Vinsmoke dan Big Mom bisa mudah dinegosiasi, Kedua dia merasa Luffy dan kawan-kawan bakal diam saja mengabaikannya ke Whole Cake Island hanya dengan sebuah surat berkalimat manis.

Kedua hal yang diabaikan itu akhirnya menenggelamkannya ke jurang keputusasaan yang tak bisa didaki. Big Mom dan Vinsmoke tak bergeming. Tangannya diborgol, mengancam karirnya sebagai koki handal. Orang-orang dekatnya terancam, termasuk sosok yang dianggapnya sebagai ayah sejati. Lebih parah lagi Si Kapten yang bodoh memperkeruh suasana. Dia datang menjemput. Dengan jumlah orang yang bisa dihitung dengan jari. Otak cerdas Sanji tidak mampu menemukan solusi. Oda sukses menciptakan situasi putus asa. Jangankan bagi Sanji, bahkan pembaca pun aku cukup yakin belum menemukan solusi pasti bagaimana Sanji dan Luffy keluar dari situasi nan pelik ini.

Hatinya ingin percaya (aku yakin itu) kalau Kaptennya bisa mendatangkan keajaiban. Hatinya ingin percaya kaptennya bisa menyelamatkannya dari keputusasaan. Tapi otak cerdasnya menyangkal. Otak cerdasnya mengkalkulasi sehebat apapun Luffy dia tidak akan sanggup mengalahkan Big Mom seorang diri. Sehebat apapun Luffy dia tidak akan bisa menghancurkan Vinsmoke sendirian. Karenanya dia menyerah. Sesederhana itu.

Tak ada lagi strategi. Tak ada lagi siasat. Dia hanya menyerah. Dengan masa depan yang dirasa akan kembali menjadi neraka, dia temukan Pudding sebagai oase di tengah terik padang pasir. Dia menyerah. Mungkin ini yang terbaik. Tak guna lagi dirinya melawan. Istri manis baik hati ini mungkin imbalan atas pengorbanannya demi semua orang. Tidak seburuk itu bukan? Tidakkah kalian mengerti? Guys. Sanji menyerah. Tangisnya itu adalah tangis keputusasaan.

Tapi tentu saja. Pembaca bukan Sanji. Kita melihat situasi ini dari sudut pandang yang sama sekali berbeda. Sebagai contoh, kita tahu Luffy sekarang punya armada super besar dengan aliansi tak kalah banyak jumlahnya. Hal yang tidak diketahui Sanji. Kita tahu pula dalam bayang-bayang Capone Gang Bege berencana melakukan sesuatu kepada Big Mom. Yang juga tidak diketahui oleh Sanji. Tahu pula ada Kotak Hadiah berisi bahan peledak yang mungkin akan diberikan Big Mom kepada Vinsmoke sebagai pertukaran hadiah. Yang bisa memperkeruh suasana. Juga ada Jinbe, yang keberadaannya tak diperhitungkan Sanji. Coincidence chain of Events. Kumpulan peristiwa kebetulan yang saling berkaitan. Yang tentu di-setting dengan hati-hati untuk membantu Luffy dan Sanji keluar dari situasi ini.

Manusia itu diciptakan bertabiat tergesa-gesa (Al Quran : Al Anbiya {21 : 37}). Ketika dihadapkan situasi yang sulit, mungkin kita sering ‘tergesa-gesa’ mencari solusi. Tergesa-gesa pula kita berputus asa jika tak nemu solusinya. Padahal ada satu variabel sangat penting yang kadang terlupakan untuk memecahkan sebuah masalah. Waktu. Mungkin kita hanya perlu berhenti sejenak. Berhenti untuk tergesa-gesa. Karena waktu bisa mencarikan jalan keluar.

Mungkin bagi Sanji hari ini tak ada solusi, tapi esok hari, siapa tahu ribuan aliansi Luffy tiba memborbardir Whole Cake Island bukan? (Nah, ini bukan prediksi. Haha 😂)

 

Si Cerdas yang Putus Asa (Sedikit Cuap-Cuap One Piece Chapter 845)

Oleh Tonyohoho

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World