Sabo

0

Minna..

Kali ini akan kuceritakan kisah dari seorang kakak, yang menghiasi kisah dari 3 orang saudara, meski darah yang mengalir tak sama, tapi ikatan mereka mengalahkan semua aturan yang ada.

Ini kisah tentang kakak dari kaptenku, seseorang yang telah lama meninggalkan dunia.

Aku tak begitu mengenalnya, aku bahkan terkejut ketika tahu bahwa kapten memiliki seorang kakak lainnya, karena yang kutahu kakak tercinta telah tiada 2 tahun lamanya.

Aku tak begitu mengenalnya, tak seperti Ace yang menampakan diri sejak lama dan akrab menyapa, kemunculannya sedikit berbeda, ia kembali hidup setelah bertahun – tahun tiada.

Namanya Sabo, itu yang pertama kali kutahu, meski tak berkenalan selayaknya teman tapi yang kutahu ia sama sekali tak berbeda, sifatnya, gaya bicaranya, wibawanya, kekonyolannya, semua hampir sama seperti seseorang yang telah kami kenal lama.

Mendengar kisahnya sama dengan menampar hatiku, meledakkan jiwaku, memeras nuraniku. Ada yang berbeda dengan caranya menyapa, kisahnya penuh rasa sakit yang tak terbayangkan, hidup dalam kegelapan yang menyelimuti dirinya bertahun – tahun lamanya tanpa tahu apa – apa, ia tutupi dengan senyum simpul terkesan datar.

Membayangkannya saja membuatku ingin muntah darah. Jika aku dia, mungkin aku sudah menyerah dengan semua. Semua yang mendengarkan tak mampu lagi berkata, perlahan air mata menjawab segalanya, dia sama dengan Ace, penuh trik dan curang, melemahkan hati kami semua, sedangkan dia hanya tersenyum seakan terbiasa.

Ini kisah tentang seorang kakak, seseorang yang dihapuskan dari dunia. Hampir mati tak berdaya, dan hidup penuh ketidaktahuan dipangkuan Sang Naga. Tumbuh sebagai lamabang dari kepatuhan dan kegigihan, menjalankan segala apa yang diperintahkannya sampai dijuluki si nomor dua.

Aku bertemu dengannya di Dressrosa, negeri yang dihidup dalam kesemuan. Awal tujuan kami memang sedikit berbeda, pertemuan mereka memang tak pernah disangka. Andai saja aku berada di sana, mungkin aku bisa lihat betapa bahagianya kaptenku saat bertemu dengannya. Bertemu dengan kematian, bertemu dengan seseorang yang telah kembali, bertemu dengan kakak tercintanya.

Semua terjadi begitu cepat, alur cerita seakan tak memberi kesempatan lebih pada mereka, hanya saling menyapa tanpa bisa melepas kerinduan yang membara. Terima kasih kuucapkan sepenuhnya pada mendiang yang telah tiada.

Kepada Ace di surga, terima kasih karena telah kembali, karenamu karena buah Mera Meramu, kau pertemukan lagi 2 saudaramu tercinta, terima kasih Ace semoga kau tenang di sana.

Bahagia kaptenku adalah bahagiaku, keluarganya adalah keluargaku, begitu juga dengannya, denganmu juga Ace, terima kasih sudah hidup kembali dalam sosok Mera Mera, semangatmu membakar kami, semangat membaramu sangat berarti bagi Luffy.

Ini kisah tentang kakak dari kaptenku yang lama tiada, bak seekor Naga ia menggegerkan seisi lomba, cakarnya mencabik lantai hingga tak tersisa, berjuang demi menghidupkan kembali semangat seorang saudara, seseorang yang baru saja ia ingat namanya, seseorang yang tak sempat ia sapa, seseorang yang pergi mendahuluinya.

Kini Mera Mera ditangannya, membakar segala apa yang menghalanginya. Ia yang selama ini hidup dalam keterbatasan ingatan, lupa masalalu bahkan lupa siapa dirinya, mengingat semua dalam keadaan yang super terlambat, tak terbayangkan deritanya.

Tapi ia ditakdirkan bangkit kembali, untuk meneruskan tugas sebagai seorang kakak, menggenggam asa dan kekuatan saudara tercintanya.

Kini ia hidup bagai 2 orang dalam 1 raga, kakak tercinta yang akan mendukung adiknya untuk mencapai impiannya, untuk merebut sebuah tahta, tahta yang baru 1 orang saja di dunia yang pernah mendudukinya.

Kisah ini tentangnya, seseorang yang menjadi titisan Sang Naga, mendunia sebagai seorang pemberontak, tangan kanan dari sang empunya tentara. Menjelma sebagai seorang panglima perang yang penuh daya, dengan aura mengerikan mengelilinginya. Hidup dengan tanggungjawab super besar, menanggung beban berat dari sebuah nama, nama dari seekor naga yang menjadi ancaman dunia, Naga Penyelamat yang memberinya kesempatan kedua.

Lahir sebagai bangsawan, mati sebagai bajak laut, dan lahir kembali dalam kekosongan dan kehampaan. Berjuang demi dirinya sendiri yang tak dia kenal, merangkak naik dari seorang biasa kemudian menjadi cakar dari seekor Naga.

Kini ia berevolusi, bukan hanya cakar, kini ia membuat Sang Naga menemukan semburan apinya. Api panas yang dapat membakar segalanya, api panas sepanas semangat saudara yang telah tiada.

Ini kisah tentang seorang kakak yang telah lama tiada, dan hidupnya yang penuh derita. Bangkit kembali demi membuka asa, dengan rasa cinta yang teramat besar terhadap adik kecilnya, kapten kami semua. Ini kisah tentang Sabo, titisan Sang Naga!

Terima kasih telah kembali, menambal lubang besar menganga di dalam dada Luffy, terimakasih kakak, kalau boleh aku ingin memanggilmu begitu, sampai jumpa dilain kesempatan, semoga pertemuan ini bukan yang pertama.

 

Sabo by Captain Usopp

Admin One Piece Indonesia

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World