Review One Piece Chapter 850

0

Dear nakama..

Agaknya ini akan jadi chapter terakhir yang terbit di tahun 2016, karena itu kupaksakan untuk mereview chapter ini walau review sudah berjibun.

Aku yakin akan banyak yang sependapat denganku, bahwa Oda mengakhiri tahun ini dengan sangat baik. Chapter 850, chapter yang luar biasa!

Aku menyoroti 4 hal di chapter ini. Pertama tentang petualangan tim Chopper-Carot di dunia cermin; kedua tim Luffy-Nami di penjara buku; Ketiga tentang Sanji-Pudding-Reiju; Keempat tentang Pedro. Yang keempat adalah hal yang membuatku paling tertarik.

Petualangan Chopper-Carrot di Dunia Cermin

Ini kali terlihat chopper yang sangat bisa diandalkan. Janjinya pada Carrot telah terpenuhi dengan sangat baik. Choniki! Yah, sapaan yang cukup sesuai untuknya. Kemampuannya menganalisis Brulee dengan segala kemampuannya memang luar biasa. Biasanya sih ini perannya Sanji.

Lihat bagaimana Chopper berhasil memanfaatkan ciptaan Brulee untuk mengecohnya sendiri (kodok yang diubah menjadi Carrot), dan bagaimana dia mampu mengatahui ketentuan dari dunia cermin (bahwa sesuatu dapat keluar-masuk dari dunia cermin apabila menyentuh tubuh Brulee). Dua tahun latihan memang mematangkan Kelompok Topi Jerami dari berbagai sisi.

Aku yakin, bahwa misi menemukan Sanji akan ditepati oleh tim Chopper-Carrot ini.

Di Dalam Penjara Buku

“Dengarkan, alasan kenapa aku tidak akan menikah dengannya adalah karena si Hidung Belang yang bertekuk lutut kepadaku saat ini akan kubunuh pada saat pesta pernikahan berlangsung. Dan kalian tidak akan keluar dari sini hidup-hidup,” bisik Pudding.

Sungguh, ketika mengatakan itu, tatapan dan raut wajah Pudding benar-benar berbeda dari yang selama ini diperlihatkan. Seperti Mak Lampir!

Setelah mendengar itu, Luffy geregetan bukan main. Bahkan dia berniat melepaskan diri dengan cara paksa, meskipun harus kehilangan kedua tangannya. Nekat! Ini scene yang identik dengan secene ketika Zoro memutuskan untuk memotong kedua kakinya agar terbebas dari jeratan lilin Mr. 3 bukan? Haha, memang kapten dan si Kepala Hijau ini memiliki banyak kesamaan. Tentu saja, nanti tangan itu tidak akan benar-benar rusak, sama seperti kaki Zoro di Little Garden.

Ini adalah situasi dimana Luffy akan dibantu oleh seseorang. Tapi kupikir ada beberapa kemungkinan untuk itu. Sanji, Chopper-Carrot, atau Jinbei. Ya, Cuma 3 entitas ini yang berpeluang membebaskannya. Bagaimana mungkin kita berharap pada Brook yang tengah berhadapan dengan sang Yonko? Atau bagaimana mungkin Pedro yang tengah dikepung sekian banyak petarung Big Mom mampu melakukanya?

Sanji di Antara Percakapan Pudding dan Reiju

“Apa kau akan pergi jalan-jalan?”

“Ya, aku mau jalan-jalan sebentar untuk mengembalikan semangatku, dari satu-satunya Cahaya Harapan di dunia ini.”

Satu-satunya cahaya harapan?! Oh, malangnya dirimu, Sanji!

Sanji memutuskan untuk menemui “satu-satunya cahaya harapan”nya melalui balkon, karena si pintu kamar menolak terbuka untuknya. Apa yang ditemui? Reiju dalam bekapan Pudding! Sebuah ironi. Aku penasaran, apa Sanji masih akan menganggap Pudding sebagai satu-satunya Cahaya Harapan?

“Pada saat pesta pernikahan berlangsung, kami berencana untuk membantai seluruh keluarga Vinsmoke!” ucap Pudding dingin.

Sanji yang mendengar ini bergeming di tengah guyuran hujan.

Ternyata Pudding adalah karakter jahat? Wah, ini sudah hampir pasti. Tapi ada yang aneh dengan ini. Dua chapter yang lalu, Oda seolah memberi klu bahwa Pudding adalah karakter yang lugu dan baik.

Mulai dari scene di ruangan Pudding, dimana seorang homies berkata bahwa pakaian yang dipilih Pudding tidak disetujui Mama. Kemudian Pudding berjalan ke arah balkon sambil menatap langit, memandang jauh, dan teringat akan Lola. Apa lagi kalau bukan seperti orang yang tersiksa dengan pengekangan dalam hidupnya.

Selanjutnya, pada saat pemilihan baju untuk pernikahan. Dimana saat itu, Pudding mencoba untuk pergi ke suatu tempat, tapi dilarang oleh para dayangnya. Kita seolah diarahkan bahwa Pudding memang benar-benar berniat menemui Luffy di pantai barat daya Whole Cake Island.

Terakhir, bagaimana Pudding menangis dengan tangisan yang begitu pilu. Sialan. Apakah tangisan itu hanya untuk menunjukkan betapa piawainya Pudding dalam bersandiwara?

Jika Pudding benar-benar jahat, maka ada dua hal yang telah terpatahkan selama ini. Pertama kepekaan Sanji terhadap air mata seorang wanita, dan yang kedua rekor “semua yang dianggap Luffy teman adalah orang yang baik”. Untuk yang kedua, aku benar-benar tak habis pikir! Selama ini, intuisi Luffy soal pertemanan tidak pernah meleset bukan?

Lihat bagaimana Luffy membiarkan Miss All Sunday bergabunng ke kelompok. Lihat bagaimana Luffy menaruh kepercayaan kepada Kucing Pencuri di Desa Kokoyashi. Lihat bagaimana pada akhirnya, Connies, Rebecca, dan Margareth adalah orang-orang yang baik. Mereka semua adalah orang-orang yang dianggap teman oleh Luffy.

Meskipun bukti yang menunjukkan Pudding adalah karakter yang jahat jauh lebih unggul, aku masih berharap bahwa Pudding tidak sepenuhnya jahat. Aku masih berharap bahwa dia memiliki kepribadian ganda.

Dan soal kekuatan, tidak dapat diragukan lagi bahwa Pudding adalah karakter yang kuat. Bisa membuat salah satu elit Germa 66 terluka parah adalah bukti sahihnya. Kalau ada yang memerhatikan scene flashback Pedro, rasanya perempuan yang memegang tombak 5 tahun yang lalu itu adalah Pudding (halaman 9).

Lalu, Sanji bagaimana? Sanji akan kembali menjadi Sanji yang biasa terlepas dari apakah Pudding jahat atau baik. Sanji yang kita temui saat ini adalah Sanji yang sama ketika Zeff diancam oleh Gin di Baratie. Sanji selalu tampak kacau jika ada masalah yang berkaitan dengan Zeff. Sudah saatnya untuk berubah. Cinta memang dapat menguatkan, namun dengan konstanta yang sama, cinta pula yang melemahkan seseorang.

Apa nantinya Reiju akan melahap si Nitro The Jello yang mengikat tangannya ya? Mengingat apa yang dilakukan Reiju pada racun ikan di tubuh Luffy, hal ini bukan tidak mungkin untuk terjadi.

Pedro, Mantan Kapten Bajak Laut Nox

Menurutku ini adalah bagian paling menarik di chapter 850. Aku sudah lama mengamati Pedro. Ada yang istimewa darinya. Rencananya, aku ingin membuatkan satu tulisan khusus untuknya. Untuk saat ini, biarlah kita berbicara soal Pedro dan persinggungannya dengan Big Mom saja.

Oke. Lima tahun yang lalu, Pedro sudah pernah menginjak Whole Cake Island, namun itu adalah akhir dari petualangan Bajak Laut Nox.

“Aku cuma berpikir bahwa kami adalah sekelompok penjelajah, namun pada akhirnya aku memiliki Bounty,” kata Pedro di chapter 830.

Penjelajahan untuk apa? Sudah jelas bahwa penjelajahan Pedro adalah penjelajahan lanjutan dari Inu dan Neko dua puluh tahunan yang lalu. Pada chapter 830 pedro mengatakan bahwa Gol D Roger mengunjungi Zo 26 tahun yang lalu. Itu adalah kali terakhir Inu-Neko memperlihatkan red ponelgyph berharga mereka pada orang luar. Maka kuduga, Inu dan Neko memulai penjelajahan Poneglyph bersama Oden pada 27-26 tahun yang lalu.

“Aku hanya bergabung dengan Pekoms di tengah perjalanan.” (ch. 830)

Jadi jelas kronologinya begini:

Pekoms yang terkenal di Zo sebagai berandalan memulai perjalanannya mengarungi lautan. Bertemu dengan Big Mom lalu bergabung dengan Yonko tersebut. Lalu beberapa waktu kemudian, Pedro terpanggil jiwanya untuk melanjutkan tugas suci duke dan masternya, mengumpulkan poneglyph. Dari perjalanan inilah Mink tau bahwa 2 red poneglyph yang lain berada di tangan Kaido dan Big Mom. Jadi ketika Neko dan Inu membeberkan informasi keberadaan 2 poneglyph lainnya kepada Luffy, ini adalah informasi baru yang mereka dapatkan, bukan dari 27-26 tahun yang lalu. Karena itu kita lihat Pedro yang ngotot minta kembali ke Zo untuk menemui masternya.

Di tengah perjalnan Bajak Laut Nox bertemu dengan Pekoms yang sudah menjadi bawahan Big Mom, lalu melakukan pelayaran bersama. Sesampai di WCI, Pedro berusaha memasuki ruang penyimpanan harta Big Mom, terjadilah pertarungan melawan Baron Tamago. Pertarungan itu dimenangkan oleh Pedro, dimana Baron Tamago kehilangan satu matanya. Namun Pedro akhirnya diringkus oleh bajak laut Big Mom. Setelah dihadapkan dengan Roulet penentuan nasib, ditetapkanlah bahwa Pedro dan Zepo harus membayar 100 tahun umur kepada Big Mom.

Aku menduga bahwa Zepo ini adalah ayah dari Bepo. Cocok sekali jika dikaitkan dengan sisa waktu hidup yang diberikan Zepo kepada Big Mom, cuma 30 tahun! Dengan asumsi bahwa jangka hidupnya hanya 80 tahun, kira-kira 5 tahun yang lalu usia Zepo adalah 50 tahun, maka cocok sekali jika Bepo adalah anaknya.

Sekadar informasi, Law bilang di chapter 805 bahwa Bepo sudah bersamanya 10 tahun yang lalu (saat itu umur Law 16 tahun). Bepo tidak mengetahui banyak hal tentang Zo karena sudah meninggalkan Zo sejak masih kecil.

Jika Bepo seusia dengan Law (26 tahun), maka akan cocok sekali jika Zepo adalah ayahnya.

Lalu, berapakah umur Pedro? 27-26 tahun yang lalu, ketika Inu-Neko berlayar Pedro dan Wanda masih kecil (ch. 819), namun sudah mampu mengingat bahwa Roger yang pernah mengunjungi Zo bisa mendengar “suara aneh”. Maka kusimpulkan 26 tahun yang lalu usia Pedro adalah 8 tahun (usia yang telah mampu bernalar dengan cukup baik), jadi saat ini usianya 34 tahun.

Lima tahun yang lalu usia Pedro 29 tahun, lalu Mama mengambil 50 tahun masa hidupnya. Karena lima tahun telah berlalu, dan Pedro masih saja hidup, artinya, jangka hidup Pedro lebih dari 84 tahun (29+50+5).

Nah, balik lagi soal kronologis petualangan Pedro 5 tahun yang lalu. Saat itu mama menetapkan pengambilan sisa umur sebesar 100 tahun kepada Pedro dan Zepo. Namun Zepo hanya mampu membayar 30 tahun masa hidup. Awalnya Pedro dibebankan untuk membayar 70 tahun sisa masa hidup. Berkat permohonan Pekoms yang saat itu telah menjadi bawahan big Mom, denda tersebut turun 10 tahun. Kalau diambil 60 tahun, kemungkinan besar Pedro juga akan mati, karena itu, ia bersedia menambah sebuah bola matanya sebagai tambahan dalam negosiasi dengan Big Mom.

“Permulaan dari era yang baru akan segera dimulai, aku harus kembali ke negeriku,” kata Pedro.

Berkat itu, Big Mom menurunkan dendanya pada Pedro menjadi 50 tahun. Boleh jadi setelah hidup selama 5 tahun, tahun ini adalah tahun terakhir dari kehidupan Pedro.

Pantas saja Baron Tamago mengingat dengan jelas tentang Pedro. Musuh yang telah membuatnya kehilangan sebelah matanya 5 tahun yang lalu. Tampak dia selalu mengoreksi anak buahnya yang menganggap Pedro sebagai Leopard Mink. “Dia adalah Jaguar Mink!”. Yup, Jaguar dan Leopard memang sekilas tampak mirip, padahal ada beberapa perbedaan.

Baik dulu maupun sekarang, Pedro masih saja unggul dibandingkan Baron Tamago. Orang yang dihargai 382 juta berry mengalahkan pemilik kepala seharga 429 juta berry. Sekali lagi kita diperlihatkan bahwa Bounty sama sekali bukan faktor penentu kemenangan dalam sebuah pertarungan.

Kupikir setelah menyelesaikan urusan dengan Kaido nantinya, Kelompok Topi Jerami akan berurusan dengan Big Mom, dan masalah pengambilan umur Pedro ini adalah salah satu permasalahan yang diangkat. #Pedro4Nakama XD

Salam hangat penuh keringat  

 

Review One Piece Chapter 850 oleh Sanji

Admin ONE PIECE INDONESIA 

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World