Review dan Pembahasan One Piece Chapter 849 – KakCho di Dunia Cermin

0

Kadang, semua yang terjadi tak sesuai dengan apa yang kita rencanakan..

~~ Kakak Monster ~~

Saat chapter lalu diperlihatkan bahwa Carrot berhasil ditangkap oleh Brulee, ada satu hal yang menggangguku. Carrot terlihat mengeluarkan suara katak, tentu hal ini membuatku bingung – Carrot adalah mink kelinci, mengapa ia mengeluarkan suara katak? Apakah ini kesalahan Oda? Ataukah kesalahan translasi?

Kalian tentu ingat saat pertama kali memasuki Pulau Whole Cake, kita melalui hutan perayu. Disana, berkat kekuatannya Brulee mampu membuat Topi Jerami berhadapan dengan kloningan mereka sendiri. Brulee yang mempunyai kekuatan cermin mampu merubah penampilan para hewan disana agar mirip dengan Kelompok Topi Jerami. Setelah Brulee kembali ke dunia cermin, sepertinya ada kloningan Carrot hasil jelmaan katak yang ikut masuk kesana. Hal ini tak disia-siakan oleh duo Chopper dan Carrot untuk mengelabui Brulee.

Mengapa Brulee tak menyadari bahwa itu bukan Carrot yang asli?

Kita tak tahu. Entah karena mereka sudah terlalu lapar, atau karena suara air mendidih dan uap air disana membuat mereka salah mengira, atau bisa juga karena akting suara Carrot yang sangat meyakinkan. XD

Yang jelas disana ada 16 petarung yang harus dikalahkan oleh pasangan topi jerami ini jika ingin lolos dari dunia cermin. Termasuk Randolph si penunggang bangau, buaya super besar – Noble Croc, manusia yang mirip lokomotif kereta uap – Diesel, dan Brulee itu sendiri.

Dengan gaya seperti pitcher dalam sebuah tim baseball, Carrot mampu melempar benda dengan super cepat yang bahkan Randolph tak bisa menghindarinya dan kemudian jatuh tersungkur. Dilanjutkan dengan menendang panci super besar yang berisi air panas, membuat seisi rumah Brulee panik bukan kepalang. Diakhiri dengan jurus electrical luna – jurus dimana Carrot mengumpulkan listrik di kedua tangannya lalu menghantamkannya ke tanah, membuat musuh disekitarnya tersengat aliran listrik dan menjadi tak berdaya.

Kita tahu bahwa setelah latihan 2 tahun kini Chopper bisa sesuka hati berubah bentuk, kecuali monster point dimana ia tetap harus mengonsumsi rumble ball terlebih dahulu. (Meskipun Oda sempat salah menggambar saat Topi Jerami dalam perjalanan menuju Pulau Manusia Ikan – Oda berdalih itu hanya permen, bukan rumble ball. XD)

Dengan kombinasi electro dari Carrot dan monster Chopper, Brulee dan pasukannya berhasil dikalahkan. Tak disangka duo ini ternyata bisa diandalkan, terutama Chopper yang mengangkat dirinya sendiri menjadi kakak tertua dan mengambil segala keputusan.

Ketika Brulee dikalahkan, dunia cermin tidak menghilang. Ada 2 kemungkinan, pertama – hal ini disebabkan karena sang pengguna buah cermin itu sendiri masih ada di dalamnya. Atau kemungkinan kedua – ini karena dunia cermin memang sudah ada sebelumnya, Brulee hanya diberi kekuatan untuk membuat “pintu” dari dunia ini ke dunia cermin melalui cermin yang ia sentuh.

Apapun, dengan kalahnya pasukan disana berarti kini Chopper dan Carrot bisa sesuka hati keluar masuk cermin yang ada di Totland. Lalu, siapa yang akan mereka selamatkan terlebih dahulu?

Senada dengan tujuan awal, sepertinya duo ini akan langsung menuju ke tempat dimana Sanji berada. Melihat di ruangan Sanji ada cermin, bukan tak mungkin mereka berdua bisa dengan cepat menemukan Sanji. Meskipun aku masih ragu apakah Sanji mau atau tidak untuk diajak kabur saat itu terjadi.

Sebenarnya aku tak begitu peduli kemana duo ini akan bergerak selanjutnya. Yang lebih aku pedulikan, katak yang berubah menjadi Carrot dan akan dimasak hidup-hidup oleh Brulee, ternyata berhasil selamat dan berubah kembali menjadi katak ketika Brulee dikalahkan. Ia terlihat tersenyum gembira, dan hal itu membuatku bahagia. Namun sayang, sepertinya kita tak akan berjumpa lagi dengannya…

Selamat tinggal wahai katak…

Aku akan merindukan senyumanmu…

~~ Yang Pertama ~~

Bukan Sanji, bukan Zoro, bukan pula Luffy – anggota Topi Jerami yang pertama kali berhadapan untuk bertarung dengan seorang Yonko. Orang yang beruntung itu adalah Brook.

Tentu pertemuan Luffy dan Zoro dengan Teach di Pulau Jaya tak dihitung, karena saat itu Kurohige belum menjadi seorang Yonko – bahkan ia belum mendapat status Shichibukai saat itu.

Big Mam yang khawatir kotak tamatebako akan dicuri langsung bergegas menuju ruang harta. Disana ia mendapati bahwa semua pasukannya sudah tak sadarkan diri. Semua manusia disana sudah tak bisa bergerak, hanya tinggal seonggok tulang bergerak yang sedang mencoba menyalin tulisan pada Road Poneglyph. Tulang ini adalah pelakunya – yang membantai semua anak buah Big Mam di ruang harta. Namun tulang ini bukanlah tulang sembarangan, karena ia adalah raja para jiwa di dunia.

Brook menunjukkan satu jurus baru – Swallow Bandarole. Tebasan vertikal yang tak hanya membekukan lawan tapi juga daerah disekitarnya.

Secara nyata, jurus pedang Brook bukanlah tandingan untuk seorang Yonko. Lebih luas lagi, anggota Topi Jerami secara individu maupun kelompok juga bukan tandingan para kaisar bajak laut. Tapi bukan berarti mereka tak punya harapan. Terutama tentang Brook yang sedang berhadapan dengan Big Mam.

Buah setan Brook memang antitesis dari kekuatan jiwa Big Mam. Jadi bukan tak mungkin Brook akan mampu menahan bahkan mungkin memukul mundur Big Mam untuk sementara waktu. Hal ini juga dikarenakan pandangan Big Mam terhadap Brook.

Big Mam melihat Brook bukan sebagai lawan, lebih tepatnya bukan sebagai lawan yang harus ia bunuh. Ia melihat Brook sebagai makhluk aneh yang harus ia dapatkan hidup-hidup agar bisa ditambahkan ke koleksi pribadinya. Tentu ini membuat Big Mam akan menahan serangannya agar tak mematikan. Untuk sementara waktu nyawa Brook masih aman, dan dia bisa bernapas lega.

Pertanyaanku, apakah saat Big Mam masuk kesana Brook sudah selesai menyalin Road Poneglyph tersebut? Karena hal ini akan jadi poin penting untuk cerita kedepannya.

Untuk Oda-sensei permintaanku tak muluk-muluk. Aku hanya ingin melihat pertarungan Brook melawan Big Mam ini. Semoga pertarungan nanti diperlihatkan, tak hanya di akhir saja – tapi semuanya.

Lagipula, siapa yang tak ingin melihat pertarungan Soul King melawan Soul Queen?

~~ Harga Sebuah Pertarungan ~~

Lima tahun yang lalu Bajak Laut Nox memasuki kawasan Totland dengan harapan dapat menemukan Poneglyph disana. Tapi apa daya, salah satu bajak laut terkuat di dunia mampu menghentikan langkah mereka. Bukan sebuah hal yang mengejutkan tentunya.

Saat itulah terjadi pertarungan antara Pedro dengan Baron Tamago. Pertarungan antara bajak laut bukanlah sebuah permainan – harga mahal harus dibayar oleh keduanya dalam pertarungan ini, mata kiri mereka masing-masing.

Bajak Laut Nox mengalami kekalahan. Kapten mereka – Pedro – saat itu masih sangat menyayangi nyawanya sendiri. Hingga ia terpaksa meminta belas kasihan pada Big Mam untuk membiarkannya tetap hidup. Dengan ganti berupa 50 tahun masa hidupnya, Pedro dibebaskan. Entah apa lagi yang ia korbankan pada hari itu untuk bisa kembali ke kampung halamannya.

Kita tak mengetahui nasib awak kapal yang lain. Kemungkinan, dari mereka ada yang masih hidup di Totland. Saat Pedro masuk ke pulau coklat bersama Luffy, ada seorang mink yang memanggilnya “kapten”. Kemungkinan besar ia adalah mantan anggota Bajak Laut Nox.

Pekoms sendiri saat itu kemudian menjadi anggota Bajak Laut Big Mam. Ia juga yang meminta belas kasihan pada Mama agar Pedro dibebaskan. Kemungkinan besar bergabungnya Pekoms dengan Bajak Laut Big Mam juga adalah harga yang harus dibayar untuk kebebasan Pedro.

Waktu merubah manusia. Lima tahun berlalu, Pedro sekarang bukanlah Pedro yang dulu. Demi sang penyelamat Zou – Kelompok Topi Jerami – ia rela untuk mengorbankan nyawanya sendiri. Ia sadar nyawanya tinggal tak lama lagi, dan ia tak berencana pulang dengan keadaan hidup. Jika pengorbanannya berarti Luffy sedikit lebih dekat untuk menyelamatkan Sanji dan juga menjadi raja bajak laut, Pedro rela untuk melakukannya.

Jika pada akhirnya akan ada mink yang bergabung dengan kelompok Topi Jerami. Aku lebih memilih Pedro untuk ada disana dibandingkan dengan Carrot.

Aku tahu Carrot itu imut, dan ini adalah pilihan yang sulit. Tapi Pedro lebih terlihat meyakinkan untuk diajak berpetualang bersama. Sayang (bagi keduanya), belum diperlihatkan adanya impian ataupun masa lalu yang menyedihkan. Sebuah syarat yang “wajib” dimiliki oleh semua anggota Kelompok Topi Jerami.

~~ Darah Nol ~~

Sebuah pernikahan tak hanya menyatukan kedua mempelai saja, tetapi menyatukan dua keluarga.

Begitu pula dengan pernikahan Sanji. Setelah menikah nanti, Jajji berencana untuk membawa Purin tinggal bersama Sanji di negara Germa. Bukan tanpa alasan dia melakukan ini. Keluarga Purin adalah keluarga bajak laut, dan bukan hal aneh jika kita tak mempercayai para bajak laut yang biasanya licik dan penuh tipu daya. Purin digunakan Jajji sebagai sandera agar Big Mam tak melakukan sesuatu yang akan memberatkan pihak Germa.

Tapi seperti yang sudah diduga, pernikahan ini tak akan berjalan lancar. Salah satu anggota keluarga Germa – Reiju – terlihat berjalan tertatih-tatih sambil memegangi tubuhnya yang berdarah.

Apa yang sebenarnya terjadi?!

Siapa yang melukai Reiju?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan menjadi poin penting untuk cerita Totland dan kelanjutan proses pernikahan Sanji – Purin nantinya.

1. Bajak Laut Big Mam

Entah itu Big Mam sendiri atau anggota bajak lautnya. Untuk apa bajak laut Big Mam melukai Reiju? Mungkin saja mereka mengetahui rencana Reiju untuk menyelamatkan Sanji dan mencoba untuk menghentikannya. Atau bisa juga karena Reiju melihat / mendengar sesuatu yang seharusnya tak ia ketahui.

2. Germa

Lebih tepatnya Ichiji. Ia diam saja ketika saudaranya yang lain menanyakan tentang keberadaan Reiju. Tapi untuk apa ia melukai Reiju? Mungkin saja ia mengetahui tentang Reiju yang selalu berbelas kasihan pada Sanji, dan Ichiji menganggap hal ini berbahaya terhadap kelangsungan aliansi yang sedang dibangun Germa dengan Big Mam.

3. Capone Bege

Apa? Bege? Untuk diketahui, lampu lorong tempat Reiju berjalan tak sama dengan lampu lorong yang sudah terlihat di kastil Big Mam sebelumnya. Bisa jadi ia sedang berada dalam tubuh Bege, meskipun kita juga tak tahu apakah lampu lorong itu sama dengan milik Bege. Tujuannya? Kita tahu Bege sedang merencanakan sesuatu yang busuk di belakang Big Mam. Bisa saja ia ingin mengadu domba Germa dengan Big Mam. Melukai Reiju menjadi langkah yang ia ambil untuk ini. Agar Reiju melaporkan kepada Germa ia telah dilukai anggota Big Mam. Hal ini akan memicu percikan-percikan api diantara kedua belah pihak. Atau bisa juga karena Reiju secara tak sengaja mengetahui rencana jahat Bege, sehingga Bege merasa ia harus dilenyapkan.

4. Purin

Apa yang akan terjadi jika sang mempelai wanita melukai salah satu keluarga calon mempelai pria? Mungkin saja pernikahan akan dibatalkan karena perlakuan tak menyenangkan tersebut. Ini tentu yang diinginkan Purin karena ia ingin menyelamatkan Sanji. Gagalnya pernikahan berarti Sanji dapat kembali bebas dari tugasnya sebagai mempelai pria yang artinya bebas kembali menjadi bajak laut. Tapi hal ini tentu saja bukan hanya memicu kemarahan Germa, tapi juga kemarahan Big Mam – yang artinya adalah bunuh diri. Mungkin inilah mengapa Purin sudah mengucapkan selamat tinggal pada Luffy dan Nami.

Selain itu mungkin saja ini adalah bentuk kerjasama antara Purin dan Reiju. Mereka berpura-pura melakukan hal ini karena keduanya mempunyai tujuan yang serupa – menyelamatkan Sanji. Bukankah sebuah hal yang wajar 2 orang yang mempunyai tujuan yang sama lalu bahu membahu untuk mencapai tujuan tersebut?

Namun misteri yang menyelimuti Purin juga memungkinkan apa yang terjadi benar-benar di luar dugaan. Misalnya Reiju diserang Purin karena tak sengaja melihat sosok Purin yang asli, sosok yang akan membuat Sanji menderita. Sebagai kakak yang baik bukan hal aneh jika ia kemudian ingin memberitahu hal ini pada adiknya, sesuatu yang tak diperbolehkan oleh Purin.

5. Reiju

Loh? Bisa saja Reiju melukai dirinya sendiri (atau setidaknya berpura-pura) untuk mengadu domba Germa dengan Big Mam. Tujuannya? Tentu saja untuk menyelamatkan Sanji.

Apapun itu, entah adu domba dengan tujuan apapun, termasuk jika hal ini dikarenakan misi penyelamatan Sanji oleh Reiju, Mama tak akan tinggal diam. Reiju yang berjalan sempoyongan sepertinya tak akan sampai di tujuannya, entah itu ruangan Sanji maupun kembali ke Germa.

Jika pernikahan ini gagal, mungkin Yonko yang cantik sekali itu akan mengamuk 7 hari 7 malam. Menghancurkan Totland dengan segala isinya. Bahkan mungkin ia akan keluar dari sarangnya dan memborbardir wilayah sekitar. Serangan yang tak akan bisa dibendung oleh benteng pertahanan sekokoh apapun. Amukan yang mungkin hanya bisa reda dengan kedatangan suami muda.

Ahay.

Sekian dulu review kali ini, selamat berakhir pekan

Kabar buruknya, karena minggu ini majalah Jump adalah double issue, artinya minggu depan LIBUR.

Tak hanya One Piece, tapi semua manga di majalah Jump juga libur. Jadi tolong jangan ada yang mempertanyakan Oda karena libur terus ya…

Terima kasih sudah membaca sampai disini dan sampai jumpa lagi~~

Salam alis keriting~~ 66

Thanks to: Mangastream, APforums, Wikia, Bung Ahay

 

Review dan Pembahasan One Piece Chapter 849 – KakCho di Dunia Cermin

Oleh Admin One Piece Fans Club Indonesia

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World