Review dan Pembahasan One Piece Chapter 845 – Pasukan Murka

0

Ada kalanya kita tak melihat sebuah jalan keluar dari sebuah permasalahan…

~~ Jiwa Seorang Ibu ~~

Tak perlu waktu lama untuk kita diperlihatkan sosok Zeus dan Prometheus, 2 “senjata” milik Big Mam yang dikatakan mampu mengontrol cuaca dan mendatangkan badai.

Seperti yang sudah diduga banyak pihak, keduanya adalah homies – alias benda mati yang oleh kekuatan Big Mam dapat hidup karena diberi “jiwa”.

Zeus adalah awan bertopi yang terlihat dengan wajah sedih sedang Prometheus adalah homies bola api yang aku sendiri tak yakin dia itu benda apa – yang jelas bukan matahari.

Kekuatan keduanya tak main-main, gabungan mereka berdua mampu menciptakan badai besar yang sangat menakutkan sekaligus mematikan.

Satu yang menjadi tanda tanya adalah, badai itu dikatakan sebagai perwujudan kemarahan Big Mam. Mungkin sebagian pihak akan mengatakan bahwa itu hanya perumpamaan saja. Tapi bagaimana jika Zeus dan Prometheus ini benar-benar wujud dari kemarahan sang ibu besar?

Kita tahu homies hidup berkat jiwa seseorang yang diambil oleh Big Mam dan masuk ke dalam benda mati. Bagaimana jika jiwa yang masuk ke dalam Zeus dan Prometheus adalah sebagian dari jiwa Big Mam itu sendiri?

Bukankah kemudian jadi masuk akal apabila Big Mam merasakan kemarahan yang sangat, jiwanya yang sudah terlepas dan masuk ke Zeus dan Prometheus merasakan hal yang sama? Hal yang kemudian membuat kedua homies ini menjadi marah dan mengeluarkan kekuatan mereka. Bukankah kemudian apa yang dikatakan “badai Zeus dan Prometheus adalah wujud kemarahan Big Mam” menjadi lebih masuk akal?

~~ Amarah ~~

Kabar kekalahan Cracker tentu membuat Big Mam dan keluarganya marah besar. Lalu dikirimlah sepasukan anak buah Big Mam yang sedang penuh amarah itu untuk menghabisi nyawa Monkey D Luffy – orang yang bertanggung jawab atas tumbangnya Cracker.

Bukan kali pertama pasukan ini dikirim untuk mengalahkan seseorang, kejadian serupa pernah terjadi beberapa waktu yang lalu. Urouge – si rahib gila – yang secara mengejutkan mampu mengalahkan Snack salah satu komandan manis Bajak Laut Big Mam, dihabisi oleh pasukan ini dengan bantuan dari Zeus dan Prometheus. Tentu kekuatan mereka tak bisa disepelekan.

Pasukan ini terdiri dari banyak sekali anggota. Diantaranya yang menonjol ada 2 orang dengan leher panjang, mungkinkah mereka adalah suku Snakeneck (Leher Ular)? Sepertinya demikian karena di chapter ini kita juga melihat ada anak Big Mam yang masih kecil dan memiliki leher panjang seperti mereka.

Selain itu pasukan ini juga terdiri dari beberapa anak Big Mam yang sudah diperkenalkan beberapa chapter terakhir. Charlotte Opera, Gallette, dan Mont-d’or ada disana bersama dengan Bobbin dan wanita bertopi besar.

Wanita tersebut bernama Amande. Nama yang dalam bahasa Perancis berarti “Almond”. Ia muncul pertama kali di chapter 827 saat mengumpulkan bahan makanan untuk pesta Big Mam. Amande menggunakan topi yang sangat besar dan membawa sebuah pedang yang sangat panjang. Dengan desain karakternya yang unik dan menarik, aku berharap ia punya kekuatan menarik dan jadi karakter penting kedepannya. Apalagi dengan julukannya – “Wanita iblis” – aku berharap lebih pada karakter yang satu ini.

Kemudian yang berada di garis paling depan dari pasukan ini adalah Bobbin. Salah satu dari sekian anak buah Big Mam yang sudah muncul ratusan chapter yang lalu. Dengan tawa khas “Boyoyoyon” yang aneh, karakter ini menjadi mudah sekali diingat. Tapi wajah lucunya bukan berarti ia tak menakutkan. Bobbin mampu membakar sebuah negeri hanya karena mereka tak membayar upeti permen kepada Big Mam. Sebuah pernyataan yang sudah menunjukkan bagaimana kekuatan “si hemat” ini. Sebuah kekuatan yang tak main-main.

Lalu apakah ini akan jadi akhir dari cerita petualangan Luffy?

Ingat Marineford? Untuk mengatasi perlawanan salah satu Yonko, pemerintah harus menerjunkan seluruh petarung terbaik mereka di angkatan laut ditambah dengan para Shichibukai.

Mungkin pasukan Big Mam ini tak bisa disamakan dengan pasukan Shirohige tersebut, tanpa kapten dan komandan manis tentu kekuatan mereka tak akan sedahsyat pasukan Shirohige. Tapi aku yakin kita bisa setuju bahwa Luffy tak akan mampu menahan pasukan ini sendirian – ditambah fakta Luffy sedang penuh luka dan kelelahan hasil pertarungannya dengan Cracker.

Jika sudah begini, apa yang akan terjadi? Apakah Luffy akan menghembuskan nafas terakhirnya disini, ataukah akan ada seseorang yang datang dan membantunya disana?

Mungkin seseorang yang dijuluki “monster” oleh dunia, seorang teman Luffy dan sedang berada di Whole Cake bisa datang dan menolong Luffy. Boss Jinbe, kami menunggu kedatanganmu untuk menyelamatkan calon kaptenmu. Please…

~~ Bersaing ~~

Aku tak yakin aku bisa memakan makanan yang bisa bicara seperti itu. XD

(Untuk saran, kalian bisa menonton film animasi khusus dewasa “Sausage Party” untuk mengetahui bagaimana jika makanan memiliki perasaan dan bisa bicara – ingat, khusus dewasa)

Jamuan makan oleh Big Mam ini bertujuan untuk tunangan sekaligus pertukaran hadiah. Tak ada yang aneh disana, hanya saja ruangan itu sudah seperti panggung pertunjukan karena penuh dengan aktor yang bersandiwara.

Dia yang paling menonjol adalah Vinsmoke Judge. Dengan kata-kata seperti “kebahagiaan anak-anak kita adalah yang utama” sungguh membuatnya berubah 180 derajat dari sifat aslinya. Sejak kapan ia peduli dengan kebahagiaan Sanji sebagai anaknya?

Berbicara soal orang tua dan anak, ada beberapa anak-anak Big Mam yang diperkenalkan. Kali ini kita ditunjukkan anak-anak Big Mam yang masih kecil. Ada anak dengan leher panjang yang aku sebutkan di atas – kemungkinan ia adalah suku Snakeneck. Selain itu ada anak perempuan yang bernama Anana. Nama yang berarti “nanas” di beberapa bahasa. Juga ada 2 anak laki-laki yang sepertinya adalah pecinta balon, Dolce dan Dragee. Nama Dolce diambil dari bahasa Italia yang berarti “manis”, sedang nama Dragee diambil dari permen kecil berisi coklat atau kacang dengan permukaan keras. (Coba Google Dragee, kalian pasti tahu makanan ini XD)

Anana sendiri sedang memberitahu ibunya bahwa koki disana tak mengijinkannya menggunakan pisau. Pisau yang akan ia gunakan untuk memotong-motong bonekanya. Bukankah ini terlihat berlebihan bagi anak kecil di sebuah manga remaja?!!

Yang lebih mengagetkan lagi, anak Big Mam yang lain mengatakan ia membenci Anana dan akan membunuhnya suatu saat nanti. Dan dia masih anak-anak!

Big Mam, sebagai seorang ibu ia membiarkan hal-hal tersebut. Aku paham, ia adalah bajak laut besar, tapi bukankah sudah keterlaluan jika anak-anaknya yang masih kecil sudah bersikap sedemikian rupa?

Aku rasa Big Mam bukanlah orang tua yang baik bagi anak-anaknya. Big Mam dan Judge benar-benar bersaing untuk jadi “orang tua terburuk” di cerita Totland kali ini. Siapa yang menang?

~~ Keputusan ~~

Mizuame. Sebuah permainan kata dari Oda. Mizu sendiri berarti air, sedang ame berarti hujan. King Baum mengatakan yang sedang terjadi disana bukanlah hujan, tapi mizuame. Bukannya Mizuame berarti hujan air? Sama saja dong? Ya, memang sama saja. Tetapi di Jepang sana, Mizuame juga adalah nama salah satu jenis permen. Dan aku yakin mizuame di Whole cake ini rasanya manis seperti permen. XD

Luffy sendiri benar-benar melakukan apa yang dikatakannya. Ia tak pindah dari sana dan tak mau makan apapun kecuali buatan Sanji. Bahkan Luffy tak membiarkan mizuame masuk ke mulutnya.

Kita tahu bahwa Luffy memang egois, tapi apa yang dilakukannya sekarang benar-benar luar biasa egois.

Ia sedang berada di tengah-tengah markas utama musuh, bukan musuh sembarangan tapi salah satu yang terkuat di dunia. Dan Luffy dengan tenangnya berada disana tak mau meninggalkan tempat itu. Nami menyuruhnya sekedar untuk bersembunyi pun ditolak oleh Luffy.

Bahkan Luffy sampai mengatakan pada Nami, jika Nami ingin pergi, pergi saja. Tinggalkan Luffy disana sendirian.

Sebagai seorang kapten, apakah ini sebuah pilihan yang bijak?

Aku tahu, ia mencoba untuk meyakinkan Sanji – tapi dalam pelaksanaannya hal ini membahayakan keselamatan Nami (dan Luffy sendiri) yang diserang oleh pasukan anak buah Big Mam.

Aku memuji keputusan cerdas Luffy untuk tak makan selain buatan Sanji. Ini akan memaksa naluri Sanji untuk bangkit dan kembali kesana. Tapi jika keputusan Luffy yang sekarang membahayakan anggota kelompoknya, haruskan kita tetap percaya pada keputusan sang kapten selanjutnya?

Aku yakin di akhir nanti semuanya bakal baik-baik saja. Tapi aku berharap akan ada saat dimana Luffy belajar membuat keputusan sulit untuk kepentingan bersama, seperti saat keputusan di akhir pertarungannya dengan Usopp dulu.

~~ Kebohongan ~~

Purin dalam percakapannya dengan Sanji mengatakan sesuatu yang menarik. Ia mengatakan bahwa sekarang Big Mam sudah familiar dengan pernikahan paksa untuk kepentingan politis. Artinya, bahwa pernikahan politis ini tak terjadi sejak dulu anak pertama Big Mam, tapi terjadi dikemudian hari. Apakah hal ini yang membuat Lola dapat dengan bebas berlayar, membawa restu ibunya dalam diri vivre card, tanpa menjadi alat pernikahan politis? Karena saat Lola dulu, belum ada kebijakan pernikahan politis dari Big Mam. Bisa saja.

Sanji sendiri terasa seperti benar-benar kehabisan akal. Ia bahkan mengatakan saat ini tak memiliki satupun teman yang bisa diandalkan untuk mengatasi masalahnya. Tentu saja Sanji tak tahu bahwa sekarang Topi Jerami sudah memiliki aliansi. Tentu saja Sanji tak tahu bahwa Jinbe ada disana dan siap membantu. Tentu saja ia juga tak tahu Brook, Chopper juga ada disana untuk menyelamatkannya. Ia benar-benar merasa terpojok dengan keadaan. Tanpa jalan keluar.

Sanji berharap dengan pernikahannya, Big Mam mau melepaskan teman-temannya. Tapi dengan keadaan sekarang pasukan Big Mam sedang mencoba membunuh Luffy, untuk apa pengorbanan Sanji jika kaptennya sendiri tak bisa diselamatkan?

Disaat semuanya serba kelam, bayang-bayang bahwa perjalanan 13 tahun untuk mencari All Blue akan segera berakhir semakin jelas dipikiran Sanji. Kemudian muncul sosok Purin, seorang bidadari yang dengan kehadirannya mampu membuat cahaya harapan di hati Sanji. Apakah ini adalah sosok dewi penyelamatnya?

Aku bisa melihat di akhir cerita One Piece nanti, Sanji dan Purin akhirnya bisa menikah dan hidup bahagia selamanya. Aku juga tak masalah jika kemudian mereka menikah saat ini dan Purin dibawa bertualang bersama dengan Kelompok Topi Jerami. Siapa yang tak ingin melihat sosok manis Purin setiap chapter?

Untuk sekarang, aku yakin kita semua sudah bisa diyakinkan bahwa Purin benar-benar seorang yang baik. Tapi meskipun begitu, tetap saja ada beberapa hal yang mengganjal tentang sosok Purin.

Apakah Purin dengan wanita bermata 3 adalah orang yang sama? Terlalu aneh jika sosok mata 3 tak pernah terlihat lagi, sedangkan tiba-tiba kita diperkenalkan sosok Purin yang sangat mirip dengannya. Asumsikan bahwa mereka adalah orang yang sama, mengapa ia tak mengatakan hal ini pada Sanji? Malah terkesan menutup-nutupi mata tersebut dengan rambutnya. Apakah hal ini bukan sesuatu yang penting?

Jangan kaget jika nanti di akhir kita akan dikejutkan dengan fakta bahwa Purin juga bersandiwara. Jadi aktor yang lebih hebat daripada Judge, Big Mam, maupun Sanji. Karena seperti lirik sebuah lagu lawas, dunia ini memang hanyalah panggung sandiwara.

Tapi, jika memang benar Purin hanya berbohong, aku yakin Sanji tetap akan memaafkannya. Kenapa?

KARENA SUDAH MENJADI TUGAS PRIA UNTUK MEMAAFKAN KEBOHONGAN WANITA.

Sekian dulu review kali ini, selamat berakhir pekan

Terima kasih sudah membaca sampai disini dan sampai jumpa lagi~~

Salam alis keriting~~ 66

Thanks to: Mangastream, APforums, Wikia

 

Review dan Pembahasan One Piece Chapter 845 – Pasukan Murka

Oleh Oikgerd. Admin One Piece Fans Club Indonesia

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World