Review dan Pembahasan One Piece Chapter 841 – Menuju East Blue

0

Tak bisa dipungkiri setiap manusia ingin berlayar sampai akhir tujuan dari mimpinya. Tapi tak akan ada akhir dari perjalanan tanpa titik awal. Cerita kali ini menggambarkan bagaimana awal dari sebuah mimpi seseorang. Seseorang yang akan menjadi koki terhebat selautan.

~~ Dia yang Terlupakan ~~

Enam bulan bukan waktu yang sebentar. Sebuah waktu yang cukup untuk menyadari ada sesuatu yang tak benar. Seperti kata peribahasa:

“Sepandai-pandainya kita menyimpan bangkai, maka akan tercium juga.”

Pertama, ya.. Aku mengarang sendiri peribahasa di atas. XD

Kedua, apakah kalian bisa membayangkan menghabiskan waktu 6 bulan terkurung di penjara bawah tanah, sendirian, saat kalian kecil dulu?

Bukan pengalaman hidup yang akan disarankan para psikiater terhadap anak di bawah umur tentunya.

Tapi itulah yang terjadi pada Sanji kecil. Menyakitkan bukan?

Tentu saja para koki disana menaruh curiga. Bagaimana mereka terus membuat makanan kelas atas meskipun tak ada tamu yang datang kesana. Gosip tentu akan menyebar. Teori mereka beraneka ragam. Dari pengungsi kelas atas yang disembunyikan negara ini sampai “nyonya” baru untuk sang raja yang tentu saja dirahasiakan. Dan percaya atau tidak, jika aku menjadi koki disana, aku akan percaya sepenuhnya bahwa makanan tersebut dibawa untuk simpanan baru sang raja.

Dari makanan yang diantar oleh penjaga, ada air mineral dengan merk “Southaso”. Kemungkinan ini merujuk pada gunung aso (minamiaso), kumamoto, kampung halaman Oda-Sensei.

Sanji sendiri hanya melepas topeng besi di kepalanya ketika makan. Itupun hanya bagian mulutnya. Meskipun diperlakukan dengan cara yang tak adil, sikap Sanji benar-benar menunjukkan kedewasaan. Ia tetap bersikap tenang, makan dengan cara yang beradab, dan tentu saja ia menyembunyikan kesedihan tersebut agar tak tampak di mukanya. Meskipun aku yakin, saat itu, Sanji benar-benar merindukan hangatnya sinar mentari dan memandangi langit nan biru di luar sana.

Hal yang berbeda terjadi pada saudara-saudara Sanji. Mereka tumbuh luar biasa hebat. Kata “manusia super” sepertinya tak cukup lagi untuk menggambarkan bagaimana perkembangan Vinsmoke bersaudara. Dan melihat Jajji menunjukkan kebahagiaan dari hasil percobaannya tersebut, semakin membuat hati kita teriris mengingat ada 1 anak yang terlupakan dan tak mendapat perlakuan serupa dari sang ayah. Tapi andai saja Sanji menjadi percobaan yang berhasil, mungkin ia tak akan menjadi seseorang yang menemukan lautan legendaris “All Blue” kelak….

~~ Karena Cinta ~~

Kilas balik di dalam kilas balik. Itu yang kita dapatkan saat ini. Sanji kecil yang sedang berada di kurungan kemudian mengingat bagaimana ia menghabiskan waktu bersama sang ibu.

Bukan tempat bagi seorang anggota keluarga kerajaan untuk berada di dapur dan memasak. Meskipun begitu Sanji tak memperdulikannya. Dengan tangan penuh luka sayatan pisau, Sanji berhasil membuat sebuah masakan. Masakan spesial yang ia buat untuk orang yang ia cintai, ibunya.

Hujan badai, anjing gila, semua rintangan tak ada artinya ketika kalian memiliki cinta. Jarak yang jauh antara istana dan pusat kesehatan tempat ibu dirawat juga bukan sebuah masalah. Meskipun Sanji harus jatuh bangun untuk menuju kesana, tapi semua itu berhasil dilaluinya.

Walaupun sang perawat kemudian mengganti makanan Sanji yang “tak layak” dengan makanan baru yang lebih layak, Ibu Sanji tentu saja mengetahuinya. Sebagai ibu yang baik dan tak ingin menyakiti hati anaknya tentu saja ia kemudian meminta makanan hasil buatan Sanji. Selain mengatakan bahwa masakannya enak (yang tentu saja adalah sebuah kebohongan), sang Ibu juga tak ragu-ragu untuk menghabiskannya. Sungguh ibu yang baik hati. Bukankah ia adalah sosok ibu yang ideal bagi para anak-anak?

Karena penyakitnya, sang Ibu kemudian meninggalkan Sanji kecil sendirian di dunia ini. Meskipun aku yakin kematian sang ibu bukan karena masakan Sanji yang tak jelas itu. XD

Berbicara tentang ibu Sanji, aku kaget saat melihat sosoknya untuk pertama kali. Tak ada alis keriting di wajahnya! XD

Bukan sebuah hal yang aneh jika kita mengharapkan alis keriting vinsmoke bersaudara adalah hasil keturunan dari orang tua mereka. Sosok Jajji yang diperlihatkan terlebih dahulu, menutupi alisnya hingga kita tak tahu apakah adala alis keriting atau tidak disana. Banyak yang beranggapan, aku termasuk di dalamnya, bahwa alis keriting ini kemungkinan berasal dari sang ibu.

Namun setelah melihat sang ibu yang punya alis normal, pertanyaannya sekarang berbalik arah, jadi alis keriting tersebut mereka dapatkan dari sang ayah?

Hal yang kemudian mencurigakan adalah Oda memutuskan untuk “menyembunyikan” alis sang ayah. Jajji adalah pemimpin keluarga Vinsmoke – yang punya ciri khas alis keriting – mengapa ia menutupinya?

Ataukah jangan-jangan Jajji tak memiliki alis keriting?

Mungkin Oda menyembunyikan alis Jajji karena suatu alasan. Alasan yang belum ingin ia keluarkan karena hal tersebut akan membuka sebuah rahasia. Rahasia yang akan menjadi kejutan ketika ia hadir dalam cerita.

Jika benar Jajji tak memiliki alis keriting, tentu jika terlihat alisnya para pembaca akan bertanya-tanya, darimana alis keriting vinsmoke berasal? Pertanyaan yang mungkin ingin Oda hindari untuk saat ini karena belum saatnya ia beberkan alasannya.

Kecurigaan yang berasal dari “alis Jajji yang tersembunyi” ini kemudian membawaku menuju satu pernyataan. Sepertinya memang ada sebuah hubungan antara Vinsmoke bersaudara, alis keriting, faktor keturunan, dan juga buah setan.

~~ Alasan ~~

Sudah sangat lama kita bertanya-tanya, sebenarnya apakah ada alasan Sanji untuk menjadi koki? Apakah sekedar ingin menemukan All Blue? Ataukah ada cerita lain di balik hal ini? Akhirnya sekarang kita mendapatkan jawabannya.

Ibu adalah jawabannya.

Pertama-tama hanya sekedar kebaikan hati. Sanji ingin membuat masakan untuk sang ibu yang saat itu sedang sakit. Tentu saja, sebagai anak – Sanji ingin menghiburnya. Mungkin dalam pikirannya saat itu, jika ia membuat makanan yang enak, maka sang ibu akan lekas sembuh dari sakitnya. Meskipun kemudian takdir berkata lain dan sang Ibu harus meninggalkan dunia ini.

Itu adalah awalnya, dan karena itu pula Sanji kemudian ingin menjadi seorang koki. Saat ia dikurung oleh sang ayah di penjara, Sanji mempunyai banyak waktu. Kemudian hal ini ia manfaatkan untuk belajar tentang ilmu memasak. Mungkin masih dasar dan ia belajar secara otodidak, tapi disinilah Sanji kecil memutuskan untuk menjadi seorang koki. Keputusan yang kemudian akan membawanya bertemu dengan Zeff si kaki merah, seorang bajak laut yang akan mengajarkan ilmu memasak kelas tinggi pada Sanji kelak.

Disini kita juga mendapat konfirmasi bagaimana Sanji mengetahui tentang all blue.

Di chapter 56, pertama kali all blue disebutkan, konteks pembicaraannya sangat ambigu – kita tak tahu siapa yang mengatakannya duluan, Sanji ataukah koki kapal yang lain. Walaupun kemudian di anime diperlihatkan bahwa para chef yang memberitahu Sanji (benarkan jika aku salah ingat), hal ini kemudian menempel di kepala kita bahwa Sanji pertama kali mengetahui tentang all blue disini dari para koki tersebut.

Tapi ternyata hal tersebut tidaklah benar. Sanji kecil sudah mengetahui tentang all blue saat ia masih di kampung halaman, ia membacanya dari sebuah buku.

Di kilas balik ini juga diperlihatkan sedikit petunjuk mengapa Sanji berlaku begitu baik kepada semua wanita. Sadarkah kalian jika semua orang yang baik pada Sanji kecil adalah wanita?

Reiju, Sang ibu, Epony……

Sedangkan sosok pria yang dikenalnya, Sang ayah, saudara-saudaranya, begitu jahat terhadap Sanji. Bukan menjadi salahnya jika kemudian di dalam hati, Sanji memperlakukan pria dan wanita dengan cara yang berbeda. Sebuah luka yang tentu tak akan bisa sembuh dengan cepat. Luka yang kemudian membentuk sifat juga kepribadian Sanji dewasa.

Karena hal tersebut, atau memang karena Sanji orang mesum saja. XD

~~ Tak Sempurna ~~

Dibanding dikatakan “baik”, Reiju kecil mungkin lebih tepat disebut “netral”. Ia tak berada di pihak Sanji, Reiju hanya merasa kasihan kepadanya. Reiju juga tak ingin jadi bahan bully-an saudara-saudaranya karena berpihak pada Sanji.

Di atas kertas memang Vinsmoke bersaudara bisa dikatakan sempurna. Mereka berhasil menjadi senjata paling ampuh yang diimpikan oleh sang ayah. Meskipun pada kenyatannya mereka tak benar-benar sempurna.

Tak seperti Reiju, si kembar nomor 1, 2 dan 4 tak mampu merasakan emosi macam empati maupun simpati. Sebuah hal yang membuat mereka tega menghajar saudara kandung sendiri dan mengatakan ingin membunuhnya.

Ketidaksempurnaan yang aku curiga memang disengaja oleh sang ayah dan para penelitinya.

Reiju lahir terlebih dahulu dibanding ke-4 saudaranya yang lain. Ia juga jadi percobaan sang ayah untuk dimodifikasi tubuhnya dan disulap menjadi manusia senjata. Mungkin saja, setelah percobaan itu Jajji menilai ada kekurangan besar terhadap hasil modifikasi Reiju – Yap, ia masih memiliki emosi.

Jika kalian ingin menciptakan senjata terhebat umat manusia, tentu saja kalian tak ingin mereka bisa merasakan kasihan dan sebagainya. Emosi bukan sebuah hal yang kalian inginkan dari sebuah senjata.

Melihat hal ini, mungkin Jajji kemudian memutuskan mengubah lagi modifikasinya. Kali ini, ke-4 anaknya ia ubah agar menjadi super dan tanpa emosi.

Sekarang kita tak tahu jarak umur Reiju dengan adik-adiknya. Kita belum tahu apakah Reiju sudah bisa merasakan emosi dan Jajji melihatnya ketika adik-adiknya lahir. Tapi bisa juga, seiring waktu setelah Reiju lahir – Jajji dan para peneliti berhasil menyempurnakan formula mereka untuk membuat manusia tanpa emosi. Sebuah hal yang ingin Jajji lakukan dari awal apapun hasil dari percobaan Reiju. Banyak kemungkinan.

Tapi melihat Reiju yang lebih “superior” dari adik-adiknya, aku masih yakin dia adalah orang yang akan memimpin Germa setelah cerita di Totland ini berakhir.

~~ Karena Cinta ~~

Satu pertanyaan yang menggelitikku, apakah ada alasan lain Jajji melakukan penelitian tentang “faktor keturunan” (DNA) selain untuk tujuannya menguasai North Blue?

Kita tahu bahwa kemudian penelitian ini Jajji gunakan untuk membuat pasukan kloning dan juga mungkin faktor utama dalam memodifikasi anak-anaknya. Semua ini Jajji lakukan semata-mata untuk membuat pasukan Germa lebih kuat, hal-hal yang ia lakukan untuk berusaha menggapai mimpinya – menguasai North Blue.

Tapi apakah benar karakterisasi Jajji berhenti disana?

Aku curiga ada lapisan lain dari karakter ini yang belum Oda sampaikan. Lapisan lain yang membuat karakter Jajji lebih dalam dari apa yang kita bayangkan.

Chapter ini memberitahu kita bahwa sosok ibu Sanji adalah seorang yang sakit-sakitan dan harus dirawat di pusat kesehatan. Kita tak tahu apa penyakitnya dan bagaimana ia mendapatkannya. Tapi bisa saja hal ini punya makna lebih bagi karakter lain.

Apakah mungkin, penelitian tentang faktor keturunan dan merubah manusia ini Jajji lakukan semata-mata hanya karena istrinya?

Mungkin saja seperti, ia melakukan ini untuk mencari cara menyembuhkan sang permaisuri. Mungkin penyakit yang dideritanya tak bisa disembuhkan dengan cara biasa – ia kemudian mencari cara lain untuk menyembuhkannya. Memodifikasi tubuh manusia misalnya.

Tentu saja sekarang kita belum mengetahui hubungan antara mereka berdua. Bagaimana mereka menikah. Apakah karena pernikahan politis, terpaksa, atau memang karena cinta?

Namun kita tahu bahwa Jajji adalah manusia biasa yang memiliki emosi. Bukankah hal ini menjadikan dia karakter yang lebih manusiawi?

Karena aku yakin, setiap karakter entah ia antagonis maupun protagonis, selalu memiliki alasan mengapa ia melakukan sesuatu dalam hidupnya. Dan soal Jajji, mungkin kesehatan sang istri adalah alasan yang “memaksa” dia untuk berjuang tanpa lelah meneliti tentang faktor keturunan. Tak ada yang tahu, ‘kan?

Tentu saja hal di atas bisa salah kaprah. Hal ini dilihat dari Ibu Sanji yang dirawat di pusat kesehatan yang berada di pinggiran kota. Mengapa ibu Sanji yang notabene adalah ratu Germa dirawat di pinggiran kota? Mengapa tak merawatnya di istana? Apakah memang ia harus dirawat disana? ataukah sekedar Jajji yang sudah tak peduli lagi padanya?

Pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya mungkin akan menerangkan bagaimana hubungan diantara mereka. Meskipun aku yakin kita tak akan mendapatkan jawabannya dalam waktu dekat.

~~ Laut Timur ~~

Sebuah pertanyaan mendasar tentang Sanji, bagaimana Sanji kecil bisa berada di east blue padahal kampung halamannya ada di North Blue? Apakah ia berada di kapal penumpang itu yang kemudian membawanya sampai east blue, ataukah Zeff yang membawanya setelah kejadian ia terdampar di akrang itu?

Kita mendapatkan jawabannya sekarang. Jawaban yang terdengar cukup gila jika kita mengatakannya dulu kala.

Ia memanjat Red line untuk sampai di east blue! Dengan siput! XD

Aku benar-benar tak menyangka siput-siput raksasa ini bisa menaiki Red Line. Sebuah moda transportasi yang sangat efektif dan efisien bukan? meskipun lambat. XD

Tiga minggu adalah waktu yang dibutuhkan untuk siput tersebut menaiki red line dan turun di sisi sebaliknya. Dengan tinggi Red Line yang menjulang hingga 10km dari permukaan laut dan lebar dataran diatasnya, kecepatan siput-siput ini hanya sekitar 1km per hari. Mereka benar-benar siput ya. XD

Germa menuju East Blue dalam rangka melakukan sebuah perang.

Aku sebenarnya berharap perang ini adalah perang yang sama yang terjadi di kampung halaman asli Nami dan Nojiko. Namun garis waktunya tak tepat. Saat perang ini berlangsung Sanji sudah anak-anak, sedang nami yang satu tahun lebih muda dari Sanji ditemukan Bell-mere di medan perang ketika masih bayi. Ah, andai saja mereka berhubungan tentu akan menambah kesan tersendiri.

~~ Ironi ~~

Seperti yang banyak orang duga, Reiju adalah aktor utama kaburnya Sanji dari penjara. Meskipun kemudian Sanji yang akan kabur ketahuan oleh sang ayah, ternyata Jajji mengijinkannya untuk kabur!

Pertanyaanku chapter lalu tentang “mengapa Jajji tak membunuh Sanji?” akhirnya terjawab.

Memang benar, ternyata karena Jajji hanyalah manusia biasa yang memiliki perasaan. Ia tak tega untuk membunuh darah dagingnya sendiri, meskipun misal ia menyuruh anak buah untuk membunuh Sanji – kematian Sanji masih disebabkan oleh Jajji.

Namun jika Sanji kabur – dan mati – Jajji tak memiliki peran disana. Apalagi melihat Sanji kecil yang tak bisa apa-apa, tentu Jajji akan senang hati melihat Sanji pergi dan mati di luar sana karena kejamnya dunia.

Satu yang jadi ironi adalah perkataan Jajji saat melepas Sanji pergi. Tak boleh dalam keadaan apapun Sanji mengaku sebagai anak Vinsmoke. Meskipun aku yakin Sanji juga memang tak ingin dikaitkan dengan keluarga ini. Tapi ternyata sekarang Jajji yang menjilat ludahnya sendiri. Ia terpaksa mengakui Sanji sebagai anaknya karena ingin beraliansi dengan Big Mam dan tak ingin mengorbankan anak-anaknya yang lain. Jelas saja Sanji tak mau!

Kapal yang Sanji tumpangi untuk kabur adalah Orbit. Kapal yang sama yang kita lihat di chapter 56 ketika Sanji kecil jadi chef disana. Sebuah detail kecil dari Oda yang luar biasa. Kapal yang kemudian diserang oleh Zeff si kaki merah, kemudian kita semua tahu bagaimana kelanjutan cerita tersebut….

Dan tentu saja, kata-kata perpisahan Reiju terhadap Sanji mengingatkan kita pada perkataan Jaguar D. Saul terhadap Robin ketika mereka berpisah di Ohara puluhan tahun yang lalu.

Hei, apa kalian menangis?

~~ Stamina ~~

Sebelas jam memang bukan waktu yang sebentar. Tapi belum sampai pada level pertarungan 5 hari Ace vs Jinbe ataupun pertarungan 10 hari Akainu vs Aokiji.

Luffy adalah tipe hard-hitter. Ia menggunakan kekuatan dengan daya hancur tinggi untuk menghabisi musuhnya dalam pertarungan singkat. Luffy bukanlah tipe petarung yang bisa bertahan dalam jangka waktu yang lama.

Gear 4th contohnya, bagaimana jika sang lawan tak kalah ketika Luffy memakai gear ini? Luffy akan kehilangan haki dan lemas dalam waktu 10 menit. Waktu yang sangat cukup untuk lawan menghabisinya. Apakah Luffy harus mengandalkan orang lain setiap hal ini terjadi? Mungkin di Dressrosa ia bisa, tapi bagaimana jika tak ada orang lain disana?

Melihat makin kesini lawan Luffy semakin kuat, apakah harus Luffy belajar menyimpan tenaga dan stamina untuk sebuah pertarungan yang panjang?

Ujian pertama itu bernama Cracker.

Sebelas jam sudah mereka lalui dalam pertarungan. Bukan karena apa-apa, tapi Luffy sekarang punya sumber energi tak terbatas disana. Biskuit.

Luffy adalah seorang yang jenius dalam pertarungan. Ia bisa memanfaatkan keadaan untuk memenangkan pertarungan.

Strategi Bertarung-Lari-Makan-Ulangi jadi buktinya. Aku rasa hanya orang cerdas yang mampu melakukan rencana “sebodoh” ini. Rencana pertarungan yang paling masuk akal bagi Luffy untuk melawan Cracker.

Kehabisan tenaga? Tak masalah, ada biskuit, makan saja. Sesimpel itu pemikiran Luffy.

Nami dan juga King Baum masih ada disana. Yang kemudian menajdi pertanyaanku, Nami masih berada di mulut King Baum, apakah selama 11 jam ini King Baum terus membuka mulutnya seperti itu? XD

Pertarungan ini akan segera selesai. Kunci mengalahkan Cracker sudah disebutkan. Stamina.

Meskipun Cracker bisa menghasilkan biskuit secara tak terbatas, staminanya tak tak terbatas. Sedangkan stamina Luffy bisa diisi ulang dengan memakan biskuit. Tak ada daging, biskuit pun jadi.

Terakhir, saranku kepada kalian, jangan sekali-kali makan biskuit selama 11 jam berturut-turut jika kalian tak ingin jadi segendut Luffy. XD

Sekian dulu review kali ini, selamat berakhir pekan 😀

Maaf review baru keluar karena kemarin aku sibuk berkumpul dengan nakama One Piece Jogja (semua komunitas) untuk pembentukan satu payung komunitas OP Jogja sekaligus pembahasan penggalangan dana korban bencana alam. Bagi Nakama Jogja yang ingin bergabung bisa komentar disini beserta nomor HP, nanti aku akan masukkan ke grup WA. 😀

Terima kasih sudah membaca sampai disini dan sampai jumpa lagi~~ 😀

Salam alis keriting~~ 66

Thanks to: Mangastream, APforums, Wikia

 

Review dan Pembahasan One Piece Chapter 841 – Menuju East Blue

by Oikgerd. Admin One Piece Fans Club Indonesia

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World