Review dan Pembahasan One Piece 842 – The Power of Fullness

0

Kadang kenyataan tak berjalan sesuai dengan yang kita harapkan. Oleh karenanya, kita harus belajar menerima kenyataan dan memanfaatkan kesempatan yang ada.

~~ Air dan Biskuit ~~

Sebelas jam bukan waktu yang sebentar dalam pertarungan. Tentu saja kemudian muncul pertanyaan, mengapa Cracker tak menyerang Nami?

Jawabannya, Cracker sebenarnya menyerang Nami – hanya saja tak diperlihatkan.

Kata-kata Cracker dan kepala King Baum menjadi buktinya. Bagaimana Cracker mempertanyakan kesetiaan King Baum dan para Homies yang lain cukup membuktikan bahwa mereka semua melindungi Nami ketika Cracker menyerangnya. Kepala King Baum yang sudah terpotong kurasa bukan satu-satunya korban serangan Cracker, karena aku yakin para Homies disana bukan tandingan biskuit super kuat itu.

Tapi mau bagaimana lagi, King Baum dan para Homies tak bisa melawan perintah Nami yang kini sudah mengakui para Homies sebagai pasukan miliknya.

Keberadaan Nami di hutan perayu sendiri jadi sesuatu yang penting bagi pertarungan Cracker melawan Luffy.

Tentu tak perlu waktu lama untuk seseorang menyadari kelemahan biskuit adalah air. Untunglah bagi Luffy, ia disana bersama dengan seseorang yang bisa menciptakan hujan. Seorang penyihir.

Biskuit Cracker yang dikatakan super keras itu jadi lembek karena pertemuannya dengan air. Bukan situasi yang ideal bagi Cracker karena dihadapannya berdiri seseorang dengan nafsu makan tinggi dan juga perut karet.

Bagi Luffy, makan juga adalah satu-satunya harapan dia untuk bertahan. Jika sekedar menghancurkan pasukan biskuit tersebut, Cracker dapat dengan mudah memperbaikinya. Namun jika Luffy memakannya, Cracker ia paksa harus membuat biskuit lagi – yang artinya ia harus mengeluarkan stamina lebih. Kalikan hal tersebut dengan waktu 11 jam, tinggal menunggu waktu hingga Cracker kehabisan stamina.

Nami adalah orang yang membuat rencana Luffy tersebut berjalan. Dengan hujan buatannya, biskuit-biskuit itu tak jadi super keras lagi. Cracker sangat tidak beruntung bertemu dengan satu dari sedikit orang di dunia yang bisa menciptakan hujan buatan.

Kita sudah memasuki bagian cerita dimana Luffy akan membutuhkan bantuan dalam pertarungan yang ia hadapi. Dunia baru adalah dunia yang ganas, nama besar disana tak bisa dijadikan bahan candaan. Melawan Shichibukai Doflamingo, ia mendapatkan bantuan dari Law. Kali ini, melawan salah satu komandan Yonko – ia dibantu oleh Nami. Apakah Luffy bisa mengalahkan mereka tanpa bantuan? Mungkin saja. Tapi jangan heran jika dari sini hingga ke depan, Luffy akan terus mendapatkan bantuan ketika ia bertarung dengan lawan yang lebih kuat darinya. Entah bantuan seperti apa, kecil atau besar, yang jelas akan membuat kans Luffy untuk menang menjadi semakin besar.

Tapi bagaimanapun, benar apa yang dikatakan oleh Nami. Tak ada gunanya Cracker merajuk dan mencibir apa yang Nami lakukan. Ini adalah pertarungan antar bajak laut. Pertarungan antara 2 kelompok pelanggar hukum. Apakah kata “adil” masih bisa kita tambahkan ke kamus pertarungan mereka?

~~ Legenda ~~

Sanji – dengan semua kejantanannya – tentu saja ingin tampil sempurna di depan wanita. Apalagi wanita tersebut adalah calon istrinya, tak peduli ia setuju atau tidak dengan pernikahan tersebut.

Alat untuk memperbaiki wajah itu lebih mirip alat yang keluar dari kantong ajaib doraemon daripada sebuah alat ciptaan Germa – kerajaan dengan teknologi super maju di dunia. Dengan alat ini, wajah seseorang akan terlihat kembali seperti semula, meskipun ia tak menyembuhkan luka asli yang ada disana.

Setelah cerita Totland ini berakhir, aku ingin Bajak Laut Topi Jerami memiliki alat ini di kapal mereka, melihat Nami sering sekali membuat wajah para kru disana menjadi babak belur – tentu akan menjadi alat yang berguna. XD

Saat Sanji bercermin, hati kecilku berharap Chopper dan juga Carrot muncul disana. Sayang harapanku tinggal harapan semata. Mereka berdua hanya muncul di cermin-cermin milik warga Totland.

Kedua manusia setengah hewan ini memang sedang dikejar-kejar oleh Brulee, jadi tentu tak bisa memilih dimana mereka akan muncul karena sedang lari ketakutan. Bukannya muncul dan menyelamatkan Sanji, mereka kini malah membuat sebuah legenda baru di Totland. Legenda yang mungkin akan diceritakan turun-temurun sampai anak cucu mereka, cerita tentang “Cerpelai dan Manusia Setengah Kelinci yang muncul dari dalam cermin”. XD

Tapi kedepannya, aku berharap lebih kepada duo ini. Sepertinya mereka adalah 2 orang yang akan membuat kejutan dan jadi faktor penting dalam misi penyelamatan Sanji nanti.

Sanji sendiri belum mengetahui tentang semua ini. Ia hanya bisa pasrah menuruti keinginan sang ayah. Reiju, satu-satunya anggota keluarga yang paling toleran terhadap Sanji, hanya bisa memberikan saran. Jika nanti sang mempelai wanita menyukai Sanji, ia bisa menghabiskan sisa hidupnya dengan bahagia.

Sayangnya Reiju tak benar-benar mengerti Sanji. Hidup bahagia selamanya bukanlah impian Sanji. Apalagi jika hal tersebut ia lakukan dengan terpaksa. Sanji hanyalah pria kecil dari North Blue yang ingin menemukan lautan legendaris All Blue dan mendapatkan teman yang bisa ia percaya. Bukan sebuah impian yang mustahil, ‘kan?

~~ Pembuktian Diri ~~

Sedikit kecewa. Mungkin itu yang kurasakan ketika mengetahui darimana sifat Sanji terhadap wanita itu berasal.

Perlakuan Sanji terhadap wanita adalah ciri khas dia. Ketika di cerita Totland kita mendapatkan cerita masa lalu Sanji – dan tentang sifat itu yang belum dijelaskan asal usulnya – aku berharap lebih. Aku berharap akan ada kaitan hal tersebut dengan keluarganya, ada kaitan hal tersebut dengan ibunya. Tapi Oda berkata lain.

Tapi beralih dari kekecewaanku, bagaimana Oda menggambarkan bahwa sifat Sanji ini berasal dari Zeff terasa sangat masuk akal.

Ini adalah aturan dan juga apa yang dipercayai oleh Zeff. Aturan bagus bagi anak-anak yang tumbuh dikelilingi oleh bajak laut. Zeff tak ingin Sanji tumbuh menjadi manusia yang tak sopan terhadap wanita. Hanya saja kemudian Sanji menerapkan hal tersebut diluar batas.

Tapi kenapa?

Sanji kecil saat itu baru saja dibuang oleh Jajji dan keluarganya. Kemudian masuklah Zeff ke dalam hidup Sanji, merawatnya, dan menganggap Sanji sebagai anak sendiri. Bagaimana perasaan Sanji saat itu melihat ada orang yang mengakui dirinya? Tentu saja Sanji ingin membuktikan bahwa dirinya layak menjadi anak Zeff. Selain sebagai cara berterimakasih kepadanya dengan cara menuruti apa yang Zeff ajarkan. Hal ini kemudian Sanji bawa hingga dewasa.

Sanji sebenarnya bukan tak mau menendang wanita. Hanya saja ego membuatnya tak bisa melukai mereka. Nami mungkin satu-satunya orang yang paham akan hal ini, hingga ia memuji Sanji di Enies Lobby saat itu.

Tapi bagaimanapun, entah hal ini akan membuat Sanji menemui ajal sekalipun, kita tak bisa menyalahkannya. Bagaimana bisa kita menyalahkannya jika ia hanya mengikuti aturan yang ada di dunia ini sejak sebelum zaman dinosaurus?

~~ Wujud Lain ~~

Kali ini kita bisa melihat versi lain dari Gear 4th.

Tankman: Full Version. Versi ini didapat ketika Luffy menjadi super gendut setelah memakan biskuit dari Cracker. Mungkin inilah mengapa versi ini disebut “Full Version / Versi Penuh”. Yang kemudian menjadi pertanyaan, apakah kita akan melihat gear 4th versi Tankman yang asli? Bukan yang versi Full Version.

Tankman terlihat berbeda dari Gear 4th versi boundman yang kita saksikan di Dressrosa. Tankman yang kita lihat lebih mirip para pegulat sumo. Perutnya benar-benar bulat tak seperti pada Boundman. Dengan haki berpola api yang ada di bagian perut, berbeda dengan Boundman yang berpola api di pundak mirip dengan sebuah rambut.

Jika benar Luffy mempunyai 2 wujud perubahan pada Gear 4th, mungkinkah masih ada versi lain dari teknik Luffy ini?

Mungkin saja setiap wujud ia ciptakan dengan keunggulan tersendiri. Misal seperti Boundman ia gunakan untuk pertarungan udara dan tankman untuk pertahanan, atau yang lain. Aku sendiri berharap, Luffy masih punya banyak versi yang belum ia perlihatkan. Mengingat ia adalah jenius dalam pertarungan, bukan tak mungkin juga wujud-wujud baru nantinya adalah versi yang baru saja ia pikirkan saat itu juga.

Seperti tankman: Full Version ini, aku rasa ini menunjukkan bagaimana Luffy adalah jenius pertarungan yang bisa memanfaatkan keadaan menjadi sebuah keuntungan. Aku tak yakin kita akan melihat versi ini lagi di masa yang akan datang, mungkin seperti Mizu Luffy (Luffy air) atau Nightmare Luffy yang hanya kita lihat 1 kali sepanjang manga ini berjalan.

Tidakkah kalian penasaran wujud apa lagi yang masih Luffy simpan?

~~ Senjata Makan Tuan ~~

Bukan salah Cracker jika ia meremehkan Luffy disaat akhir pertarungan mereka. Luffy yang perutnya super besar terlihat sulit sekali bergerak. Tentu Cracker yang sudah lelah dan kehabisan stamina ingin segera menyelesaikan pertarungan ini. Melihat Luffy yang tak berdaya, tentu saja ia akan langsung menyerang.

Mungkin tak sedikit dari para pembaca yang akan mengatakan bahwa kekalahan Cracker terjadi dengan sangat “konyol”. Tapi bukankah itu adalah ciri khas manga One Piece?

Aku sendiri senang melihat bagaimana pertarungan ini berakhir. Cracker bukan kalah dengan “tinju kuat” sebagaimana kebanyakan manga shonen berjalan. Meskipun mungkin terlihat konyol, tapi kekalahan Cracker terasa sangat masuk akal.

Bukankah itu yang membuat One Piece menjadi One Piece?

Kelucuan ditambah ke-epic-an yang membuat manga ini jadi manga nomor 1 di dunia.

Lagipula siapa yang akan menyangka Cracker akan kalah dengan cara seperti itu? XD

Luffy menerbangkannya melewati pasukan biskuit super keras buatan Cracker sendiri sampai ke ujung Dunia Baru. Semoga saja Cracker tak mendarat di Raftel ya. XD

Untuk menutup review kali ini aku punya 2 berita baik.

Pertama, pertarungan Luffy sudah selesai. Selanjutnya tentu ada pertemuan Big Mam dengan keluarga Vinsmoke di acara pertukaran hadiah pertunangan. Aku benar-benar menunggu kapan kotak tamatebakko akan meledak atau bagaimana jika Cracker mendarat disana dan membuat seluruh peserta pesta panik dengan kedatangan Luffy.

Yang kedua, berita baiknya adalah minggu depan One Piece libur. Melihat beberapa chapter lalu Oda lupa menggambar gelang peledak Sanji, dan di chapter ini Oda tak menggambar luka di dada Luffy, bukankah jadi berita baik jika minggu depan libur dan membiarkan Oda-sensei beristirahat sejenak? XD

Sekian dulu review kali ini, selamat berakhir pekan 😀

Terima kasih sudah membaca sampai disini dan sampai jumpa lagi~~ 😀

Salam alis keriting~~ 66

Thanks to: Mangastream, APforums, Wikia

 

Review dan Pembahasan One Piece 842 – The Power of Fullness

Oleh. Oikgerd. Admin One Piece Fans Club Indonesia

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World