Opini Bunuh Diri One Piece Chapter 850

0

Minna,

Aku sudah menulis tentang prasangka kemarin, sekarang saatnya menjabarkan apa yang aku prasangkakan kedalam sebuah tulisan tak bermutu ini.

Hell yeah! That was fucking awesome chapter!

Sebuah penutupan yang betul – betul layak untuk mengakhiri tahun ini.

Kita tahu sendiri, bahwa tahun ini betul-betul meletup-letup. Guncangannya lumayan dahsyat dan lagi ada tebiran ombak yang membawa kita pada perasaan yang….uuunch kamvret sekamvret kamvretnya!

Dunia Cermin & Pencarian

C-C “Menyandera” Brulee dan “Memperbudak” Diesel untuk mengelilingi dunia cermin guna mencari keberadaan kawan-kawannya. Brulee pingsan, tapi dunia cermin tetap utuh.

Hal tersebut menjelaskan bahwa Dunia Cermin bersifat abadi kecuali efeknya dibatalkan sendiri oleh DFU nya. Ini juga mematahkan prediksi tentang Dunia Cermin akan menjadi tragedy Dressrosa dimana efek Hobi Hobi No Mi hilang setelah DFU nya tidak sadarkan diri.

Pertanyaannya? Apakah Dunia Buku juga demikian? Sepertinya begitu! Makanya Big Mom dan Mont D’Or sangat percaya diri untuk meninggalkan penjara dibawah pengawasan Opera seorang diri.

Pedro, Tamago dan 5 Tahun Silam

5 tahun lalu, ketika Pedro masih menjabat sebagai kapten Nox Pirate dan menyusup ke Whole Cake Island dia gagal dan ditangkap. Kala itu dia bersama sahabatnya, Zepo.

Zepo sendiri dari segi nama dan perawakan nampak mirip dengan Bepo. Aku yakin mereka bersaudara, ditambah keduanya sama-sama Mink Shiro Kuma (Polar Bear/Beruang Kutub/Beruang Putih).

Zepo menerima hukuman “Roullete” dan menerima pengurangan umur 100 tahun. Tapi dia hanya mampu membayar 30 tahun saja dan akhirnya..

70 tahun sisanya dibebankan kepada Pedro, entah apa yang terjadi Pekoms sangat menyesalinya… hingga akhirnya kemudian dibayar oleh mata dan 50 tahun umur Pedro. *cmiiw

Yang menarik dari Pedro adalah ketika ia tak berniat mati sebelum Straw Hat Pirate  (SHP) mendapatkan apa yang menjadi tujuan mereka datang ke sana. Dia juga mengatakan bahwa SHP adalah penyelamat negerinya dan ia juga percaya bahwa SHP adalah yang akan membawa “fajar” pada dunia ini.

Ini membuatku super kepincut dan trenyuh. Melihat sikapnya dan juga masalalunya yang penuh pengorbanan sedikit banyak menarik simpati dan empatiku. Pedro is nakamaable! Yes he’s SHPable!

Note:

Bounty Pedro 382.000.000, bukan 300.008.200 apalagi 3 Milyar. Bounty Tamago 429.000.000 bukan 400.002.900 , itu kesalahan tranlsate Mangastream yang kemudian diperbaiki 30 menit kemudian.

Luffy, Nami dan Pelarian

Seorang kawanku berkata, bahwa SFX atau Sound Effect dari tangan Luffy itu berbunyi “Berdarah” yang bisa kita asumsikan ketika tangan kita terpasung tertancap paku, ketika kita berontak hendak melepasnya lukanya akan melebar dan darah akan mengalir dari rongga luka tersebut.

Biasanya orang lain akan kesakitan, namun Luffy tak menghiraukannya. Wajar jika Nami sampai marah dan berkata kasar pada Luffy. Aku melihat dari translated Mangastream name yang biasanya berkata “lumayan” sopan digambarkan mengulangi kata “Fuck”, penggunaan kata ganti yang memang cocok untuk menggambarkan perasaan Nami, hal ini adalah wajar karena siapa yang gak takut, cemas, dan ngilu melihat Luffy begitu.

Kalau diserap dan digantikan bahasa sehari-hari mungkin akan seperti,

“Anjir udah woy! Sakit anjir! Tolol udah, tanganlu bakal sobek! Anjir udah woy, jangan diterusin!”.

Luffy sangat labil, terlebih setelah mendengar bisikan Purin. Penggambaran usaha Luffy ini membuatku terharu, kagum dan miris.

Pak Oda berhasil menggambarkan sosok seorang sahabat, tidak.. bahkan seorang saudara yang memang layak disebut saudara dalam diri Luffy. Saudara yang sebenarnya, yang memang dibutuhkan dalam kehidupan Sanji.

Luffy adalah kapten yang melebihi ekspektasi siapapun. Rasa empatinya sangat tinggi, bahkan membawa kita merasakan rasa baru, yang mungkin bisa disebut sebagai “puncak dari sebuah ikatan persaudaraan.”

Tadaaa….. Purin dan Topengnya

Bingung! Aku sangat bingung bagaimana harus mendeskripsikannya. Purinku yang kusangka baik ternyata adalah seorang yang, kamvret, kecoa bunting, loader bar smadav, video tron, cucu Sugiono!

Dia layak mendapat Piala Oscar untuk sandiwara yang dia buat! Beb, you’ve broken my heart.

Terlebih lagi, terkuaknya misteri bahwa purin yang menyakiti Neng Reiju, duh hancur hati abang dek.

“Udah gua duga! Udah gua sangka! Tuhkan kata gua juga apa? Ahahaha.”

Silahkan kalian berbangga hati karena prediksi kalian benar, aku juga sudah menduga sejak awal fotonya diperlihatkan bahwa dia adalah si Mata 3, perihal sikap dan lain-ain aku betul betul dibuat tak berkutik.

Hancur sudah Luffy si penilai hati! Orang yang memberi makanan kali ini tak sesuai kata hatimu, dia bukan orang baik, Luffy.

Terkuaknya misteri ini mengakhiri perdebatan mata 3 yang lumayan panjang, dan Pak Oda mengakhiri ini dengan cara diluar ekspektasi kita semua. Mantab djiwa!

Well, sudah kukatakan berkali-kali Mama tidak akan melepaskan siapapun dengan mudah. Pedro saja harus kehilangan teman, mata dan juga 50 tahun umurnya. Apalagi Luffy?

Benar saja, bahkan Mama akan memperlakukan besan mereka Germa dengan sangat amat spesial. Mama akan membantai seluruh Germa dan mengambil alih teknologi mereka, mungkin di sini si Bajingan Caesar akan dipergunakan.

Sanji dan Keteguhannya

Prinsip yang tertanam dalam diri Sanji adalah ajaran yang sudah ada sejak zaman dinosaurus.

Water 7 dan Chopper juga menjadi saksi bahwa “Sudah menjadi kewajiban seorang laki-laki untuk memaafkan kebohongan seorang wanita”.

Yang ada dihadapan Sanji kali ini adalah 2 wanita penting, kakak kandungnya yang memberikan dia kesempatan kedua untuk hidup dan wanita yang dilamarnya dengan pengorbanan.

Apa yang akan dilakukan Sanji? Purin yang dia bilang sebagai “Ray Of Light” ternyata adalah “Pure Darkness”.

Sudah sangat jelas Sanji tidak akan langsung menyelamatkan Reiju dengan menghajar Purin. Dia juga tidak mungkin menarik kembali lamarannya, dan mengadu pada Germa dan berkata “Ini Jebakan!”

Kita tahu di chapter 849 panel terakhir, Reiju berjalan tertatih dengan luka, dan sekarang kita tahu alasan luka itu dan siapa pelakunya.

Siapa yang membebaskan Reiju? Sanji? Atau Purin sendiri?

Opini Tak Waras

Kondisi ini yang membawaku kepada sebuah pemikiran tak waras…

Ada suatu saat ketika Purin mengingat Lola, dan mimpinya untuk menikah dengan pria pilihannya sendiri. Ada secuil rasa rindu akan kebebasan dalam diri Purin. Bagaimana aku berpikir begitu? Ada 1 panel, entah chapter berapa…

Di panel tersebut Purin sedang “fitting” gaun pengantin, dia berusaha menghindar dari Tamago dengan berkata dia ada keperluan penting, yang mana kita tahu bahwa itu sudah pasti merujuk ke SHP. Entah ini adalah permainan dari Pak Oda atau justru pemunculan karakter lain dari Purin itu sendiri. Begitu juga dengan saat Sanji melamarnya, ada sedikit ganjalan buatku.

Ketika Purin pertama kali mendeskripsikan Sanji, dia seperti mendeskripsikan sebuah foto dan berdasar unsur “katanya”. Padahal dia bilang sudah pernah bertemu dengan Sanji sebelumnya. Juga ketika perjamuan, Purin mengajak Sanji bicara.

Dalam pembicaraan itu, Purin tidak sama sekali menyinggung keadaaan Luffy. Namun kemudian Purin pergi menemui Luffy untuk mengutarakan niatan busuknya. Kenapa harus begitu? Sebegitu senangkah ia mempermainkan orang lain? Sepertinya begitu.

Lantas darimana kekhawatiran Purin saat fitting gaun pengantin datang? Untuk apa itu semua? Untuk mendalami karakter? Untuk acting belaka? Padahal yang berada di depannya adalah Tamago.

Lantas aku menarik 2 kesimpulan yang berbeda.

  1. Ingat kasus Conis? Yah mungkin polanya akan serupa, namun kali ini dengan sandiwara luar biasa. Purin tetap meneruskan perintah mama untuk berakting dan mencoba mencari jalan lain. Dia terganggu dengan SHP yang mengacaukan hati dan pikirannya, juga dengan Sanji yang tulus. Tapi rencana tetaplah rencana, dia terus melakukan itu sesusai keinginan mama namun menyusun sebuah siasat untuk kebaikan semua. Dia menemui Luffy dengan sengaja untuk memancing kemarahannya dan memicu konflik hingga berhasil mengacaukan rencana mama dihari pernikahan. Dengan kata lain dia akan melakukan salah satu dari “Pengorbanan” terbesar yang pernah ada di jagat One Piece.
  2. Purin memang jahat, dan sangat menikmati permainan ini. Dia menikmati setiap detik waktu yang bergulir untuk bersenang-senang. Dia adalah Psycho sejati yang penuh akal licik. Dan kemudian hari pernikahannya akan menjadi “Red Wedding” dan dia akan menjadi “Black Widow” dalam artian sesungguhnya XD.

Well, ini memang gak masuk akal dan sedikit gila, namun beginilah Pak Oda mempermainkan hati pembacanya, sebuah penutupan megah untuk 2016. Terima kasih sudah membaca Opini Bunuh Diri dan tulisan Maul sepanjang tahun 2016 ini. Jika ada umur maka Maul memohon dukungan dari kalian semua untuk berkarya lagi tahun depan.

Sekian.

Opini Bunuh Diri One Piece Chapter 850 oleh Maul

Admin ONE PIECE INDONESIA

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World