Opini Bunuh Diri One Piece Chapter 845

0

Minna,

Tulus, apa itu? Penyanyi? Ya, bisa!

Tapi bukan itu yang ingin kuungkap. Tulus adalah sinonim dari ikhlas, namun tidak bisa disejajarkan. Tulus berarti merelakan? Ah yang benar?

Jika kita bicara tentang sebuah ketulusan, sikap Sanji sedikit bisa menjadi contoh. Pengorbanan yang akan ia berikan melambangkan besar tulus sayangnya ia pada semua yang berharga baginya.

Tapi, jika menilik pada sisi lain, sikap Luffy juga syarat akan ketulusan, meski keras kepala dan egonya menggunung, tapi dia rela menanti, teguh dengan prinsipnya demi seorang temannya.

Jadi tulus itu apa? Ah, entahlah, artikan saja sendiri, semua orang punya jawabnya.

~Luffy, Nami, dan Pasukan Amarah~

Diawali dengan scene Luffy yang tidak mau beranjak, Nami bersikukuh membujuknya, namun Luffy tak goyah sedikitpun. Gigi Luffy masi ompong, wajar saja karena pertempuran kemarin adalah scene serius bukan lelucon. Apakah gigi Luffy akan tumbuh? Semoga Chopper bisa membantu ya

Ancaman Big Mom memang serius, terlihat awan badai dari Kota Cake, tempat tinggal Big Mom, berdasarkan perkataan King Baum. Luffy masih dengan napas tersengah tetap mengatakan bahwa ia akan tetap di sana. Hujan manis pun turun, Luffy memalingkan wajah, dia tetap tidak akan memakan apapun selain buatan Sanji.

Dalam kondisi ini kemungkinan pertempuran terjadi akan semakin tinggi, terlebih Zeus dan Prometheus sudah nampak. Pasukan amarah berpapasan dengan Germa, mengindikasikan waktu penyerangan pada Luffy Nami sudah tiba.

Bobbin kembali muncul. Jika menilik dari kata-kata Yonji, tentang “Thrifty” Bobbin, ”Demon Lady” Amant dan Mont D’Or “The Scribe”, jumlah bounty mereka sangat amat besar bahkan dia tidak bisa menghitung seberapa banyak total bounty mereka semua.

Bobbin sendiri muncul pertama kali bersamaan dengan kemunculan Big Mom dan Pudding, juga Pekoms dan Baron Tamago. Saat itu Bobbin melaporkan bahwa dia sudah memporak porandakan mereka yang tidak bisa menepati janji. Sudah dikira sejak awal bahwa Bobbin bukanlah orang sembarangan, melihat dari posisinya berada di depan dan dia adalah orang yang pertama kali disebut oleh Yonji, wajar rasanya jika kita bilang bahwa Bobbin adalah pemimpin Pasukan Amarah.

“Demon Lady” Amant, belum jelas yang mana wanita ini. Ada 2 wanita di barisan depan, tapi melihat dari pakaiannya, dan sebutan “Lady”, aku merujuk pada seorang wanita bergaun dengan “Topi Besar”, melihatnya sedikit memberi kesan lama tentang kejamnya Ibunda Killua dari manga Hunter x Hunter.

Untuk Mont D’or The Scribe, dari namanya Mont D’or sendiri bisa berarti “Gunung Emas”, tapi karena tema di sini adalah makanan maka kita merujuk pada salah satu jenis “keju” dari Perancis. Dari namanya “The Scribe” yang bisa diartikan sebagai cendikiawan dan kuja keju, maka kita bisa merujuk pada orang yang paling kiri, yang terlihat seperti keju meleleh dengan pita tersimpul di lehernya.

Edited : yang seperti keju meleleh adalah Charlotte Opera. Mont D’or adalah seorang yang membawa senapan. Gomen, kurang aqua xD

Jika di lihat dari namanya, Pasukan Amarah adalah pasukan elit Yonko Big Mom yang diciptakan khusus atas gambaran rasa marah dari sang Mama. Ditambah dengan badai yang diciptakan Zeus dan Prometheus, wajar rasanya jika pasukan ini mampu menghancurkan sebuah pulau bahkan negara dalam waktu singkat.

Luffy terlihat kewalahan melawan mereka. Pertempuran antara Luffy vs Pasukan Amarah terjadi bertepatan dengan Sanji yang sedang “curhat” pada Purin. Aku tidak bisa menggambarkan scene ini, karena tidak ada dialog di sana. Luffy terlihat kelelahan. Ada petir yang turun, banyak pasukan yang tersungkur dan sepertinya pertempuran semakin sengit. Panel berganti ke scene Sanji – Purin. Terakhir terlihat Luffy sedang melawan menggunakan Gatling Gun.

~Pernikahan~

Seorang anak mama yang terlihat masih kecil, sudah memiliki hawa dan nafsu membunuh yang besar, bahkan Mama sendiri memakluminya. Katanya, “wajar jika ingin membunuh 100 atau 200 orang”, dan Mama menyuruh anak-anaknya untuk saling akur. Dafuq!

Germa disambut dengan hangat, pesta teh pun berlangsung. Para orang tua licik ini memang berhati dingin. Di depan kedua mempelai keduanya mempertegas bahwa pernikahan ini hanyalah pondasi dari aliansi Germa – Bigmom, meskipun Jajji sempat melontarkan “akan lebih baik jika pernikahan berakhir dengan kebahagiaan”. Kebahagiaan matalu soek! #emosi

Purin duduk bersebelahan dengan Sanji. Eciyeeee… dia memberi secarik kertas dan mengajak mereka untuk mengobrol setelah ini.

Mereka pun berduaan, di kamar purin (awww). Ada beberapa hal yang kemungkinan besar adalah klu. Yang paling menyita perhatian adalah 1 panel yang menempatkan jam di sana, menunjukan jam berapa? Baca sendiri, biar greget.

Purin meminta maaf pada Sanji. Ia menyesal tidak bisa berbuat banyak, dan rencananya untuk mempertemukan Sanji dan Luffy digagalkan Mama. Purin tampak serius. Air matanya menetes. Sekali lagi sihir kata-kata Luffy terbukti, bahwa orang yang mau berbagi makanannya adalah orang baik. Tapi kalau bicara hati, siapa yang tahu?

Sanji bicara blak-blakan pada Purin, dan membuka topengnya. Entah bagaimana bisa, Sanji yang bahkan tertutup pada Nami pun mengutarakan kegelisahannya pada Purin. Mungkin ada rasa nyaman di sana (#eaaaa). Gak deh, mungkin karena Sanji sendiri mengerti bahwa Purin adalah orang baik yang senasib dengannya.

Keputusan Sanji terbilang sebagai pengorbanan diri. Hal yang membuatku sesak adalah kata kata “Menghilang dari kehidupan mereka tanpa meninggalkan luka”. Mana bisa, San? Mana bisa?! Kamu gak peka!

Juga bagian yang membuatku kesal adalah saat dia terpaksa menyerah dan berkata “Petualanganku berakhir di sini”. Padahal di panel sebelumnya dia berkata bahwa ia merasa bahagia mencari sesuatu yang dia sendiri tak yakin ada, itu 90% adalah “All Blue”.

Purin kaget bahwa Mama sudah bertindak sangat jauh. Terlebih melihat gelang yang sudah terpasang di tangan Sanji. Purin sangat manis, seperti gadis remaja polos yang punya mimpi sederhana, menjadi seorang istri yang baik.

Purin sepertinya rela menikah dengan Sanji. Dia keceplosan tentang itu. Tapi dia juga mempertimbangkan perasaan Sanji. Bak Gayung bersambut, tanpa di duga respon Sanji sangat diluar dugaan, dia dengan jantan memeluk Purin, dan berkata “Ayo lakukan, ayo kita menikah besok!”.

Minggu depan chapter Libur.

~Purin, Lola dan Kebebasan~

Pada awal pertemuannya dengan SHP, Purin berkata bahwa ada saudaranya yang mengarungi lautan luas untuk mencari cinta sejatinya. Terlihat Purin memang punya mimpi untuk menikahi seseorang yang ia cintai, bukan dari perjodohan.

Sudah pasti kemungkinan bahwa seseorang yang dimaksud Purin adalah Lola. Kurasa Purin ingin mengikuti jejak Lola, tapi ia tidak punya daya dan upaya untuk itu. Purin sepertinya mengidolakan saudarinya itu, dan kurasa mereka punya kedekatan emosional. Dengan memperhatikan hal itu, perasaan Purin di chapter ini pun tergambar.

Lola? Siapa sebenarnya dia? Bahkan anak Mama sekalipun hampir mustahil memiliki Vivre Card Big Mom. Lantas kenapa Lola memilikinya? Apakah Lola adalah anak kesayangan Mama? Bisa jadi! Tapi bisa juga Lola sedang diberi ujian oleh Mama.

Melihat dari sifat Lola yang menawari setiap laki-laki yang ditemuinya menikah, ada kesan Lola terburu-buru untuk menemukan “cinta sejatinya”. Sepertinya dia ingin membuktikan pada seseorang bahwa dia bisa menemukan cinta sejati di luar sana. Orang tersebut sudah jelas adalah Mamanya sendiri, Charlotte Linlin alias Big Mom.

Lantas kenapa Lola diberi kebebasan mengarungi lautan?

Aku berpendapat bahwa Lola adalah salah satu anak Mama yang paling dipercaya oleh Mama. Dia ditawarkan untuk dijodohkan, tapi dia menolak. Maka dari itu dia bertaruh dengan Mama. Pertaruhan itu hanyalah sebatas pertaruhan ibu dan anak belaka, maka dari itu Lola dengan tenang berkata pada Nami, “Jika bertemu dengan Mama, sampaikan salamku padanya, katakan bahwa aku baik-baik saja.”

Pertaruhan ini membuat Lola “dibuang” dari keluarga, namun masi diberi tempat untuk kembali. Sebagai tanda persetujuan, mereka bertukar Vivre Card. Terutama Lola memang membutuhkan Vivre Card Mama untuk kembali ke WCI tanpa kesulitan.

—-

Aku masih menantikan peran C.C (Chopper-Carrot) dan P.B (Pedro-Brook) di sini. Juga kabar tentang Pekoms dan Bege.

Sekian.

 

Opini Bunuh Diri One Piece Chapter 845 Oleh Maul

Admin ONE PIECE INDONESIA

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World