Opini Bunuh Diri One Piece Chapter 844

0

~Luffy dan Sanji~

Luffy adalah orang pertama yang tidak tertawa mendengar mimpi Sanji, dan orang pertama yang justru menyambut baik mimpinya.

Sanji awalnya tidak percaya dengan Luffy. Namun semakin lama tekadnya justru terbentuk dengan sendirinya. Dia terkagum-kagum saat Luffy bertarung dengan senyuman. Meskipun dia menganggapnya bodoh, namun perkataan Zeff, “Lihatnya, pertarungan seorang laki-laki yang telah membuat keputusan” mengubah pandangannya.

Sanji adalah kru yang melontarkan kata-kata “raja” tentang Luffy, setelah Zoro (di Baratie dan Thriller Bark), Usopp di Alabasta. Lalu di susul oleh Nami di Hutan Pemikat – WCI. Sanji mengatakannya di hadapan Bege di Zou.

Sanji adalah yang paling percaya Luffy akan datang menjeputnya, maka dari itu dia menulis surat dengan kata-kata seakan berjanji. Sanji marah karena Luffy betul-betul datang, namun saat kondisinya tidak tepat. Sanji adalah salah satu kru yang pandai menyembunyikan perasaannya dan jarang terlihat menangis, sama seperti Zoro (kecuali bagian lawakan). Namun Luffy adalah satu-satunya yang paham isi hati semua krunya, meski dia tidak pernah terlihat seakan peduli dengan itu.

Luffy dan Sanji sama-sama keras kepala, tak jarang Sanji protes akan tindakan nekat Luffy dan mungkin arc ini adalah puncaknya.

~Nami~

Situasi saat ini hanyalah Sanji yang mengerti, dan Luffy masih keras kepala seperti biasa. Luffy hanya tahu bahwa Sanji berbohong dan menutupi perasaannya. Kalau sudah begini, seperti apapun Nami membujuknya, Luffy tetap tidak akan goyah.

Hal di atas membuat Sanji menitikan air mata, sebuah tangisan berat yang menghancurkan segalanya. Sanji bertujuan untuk berkorban, namun setelah mendengar kata-kata Luffy, beban pikirannya akan semakin berat dan dia akan semakin gundah.

Sanji sebetulnya ada dalam kondisi yang belum terlambat untuk mengubah pikirannya, namun ancaman kematian kawannya yang membuat dia mengunci kesempatan yang ada.

Nami saat ini sedang shock berat, namun aku masih percaya Nami akan segera memahami situasinya.

Kemungkinan kedepannya, adalah kondisi dimana Luffy menunjukkan egonya yang khas dan Nami yang marah pada Luffy dan mengajaknya untuk segera menyelamatkan Chopper, Carrot, dan memanggil Brook dan Pedro lalu lekas meninggalkan Sanji.

Kondisi Nami saat ini hampir sama bingungnya seperti saat ia melihat Luffy dan Zoro pasrah ‘dijahili’ oleh Bellamy CS di Mocktown. Namun saat ini ditambah dengan bumbu kekecewaan.

Namun ada hal positif di sini, dimana akhirnya Nami ditempatkan hanya berdua dengan Luffy yang sedang dalam kondisi “labil”. Perannya sebagai *ehm* SAHABAT dipertaruhkan. Dia yang biasa menengahi dengan emosi kali ini diharuskan menengahi dengan kebijakan yang sulit, karena ini adalah perang mental antara keeogisan laki-laki. Saatnya Nami menjadi Zoro versi wanita XD

~Menantikan Peran CC (Chopper-Carrot)~

Entah apa yang sedang direncanakan oleh Choniki, tapi sepertinya ini akan membawa sedikit pencerahan. Andai kata Chopper berhasil memanfaatkan dunia cermin dan membalikkan keadaan, maka kegelisahan Sanji akan sedikit berkurang (mungkin).

Kemungkinannya memang kecil, tapi kita tidak bisa meremehkan Brain Point milik Chopper. Dia mungkin adalah salah satu karakter paling jenius yang pernah Oda ciptakan, karena Chopper adalah hewan, bukan manusia. Ketika manusia perlahan kehilangan kemanusiaannya, seekor hewan yang berpikir seperti manusia akan lebih pandai bagaimana memanusiakan diri dan mengoptimalkan akal dan pikirannya. Di tambah Carrot si polos dan penurut, sepertinya scene mereka berdua akan menjadi “HEALING” untuk sesedihan chapter akhir-akhir ini. Can’t wait for it!

Kemungkinan terbesar adalah pertemuan C.C dan P.B (Pedro-Brook). Bisa saja, Chopper akan menghafal dan menulusuri semua seluk beluk WCI melalui dunia cermin, dan menemukan Red Pone, Sanji, dan jalan keluar.

~Pekoms dan Nasibnya~

It’s all done! Sudah berakhir untuk Pekoms, dia sudah kehilangan tempat sebagai kru mama, dan hal itu terjadi karena dia ditikam oleh “kawan” sendiri, Bege. Seorang yang menjadi salah satu pesuruh kepercayaan Big Mom, Pekoms terjebak dalam kondisi hidup mati.

Aku masi berani bertaruh Pekoms hidup, dan dia yang akan membuka jalan pelarian untuk Curly Hat.

~Overall~

Sanji belum mengetahui bahwa Chopper, Carrot, Brook dan Pedro ikut menjeputnya. Ada kemungkinan Chopper bertemu Sanji, dan terjadi konfilk selanjutnya.

Red Pone sepertinya tidak akan mudah didapat, terlebih sekarang kita tahu bahwa mata-mata Bigmom ada di mana-mana.

Luffy akan berpegang teguh pada kata-katanya, sementara Sanji akan terus menguatkan hatinya untuk percaya bahwa keputusannya adalah yang terbaik.

Peran Vivre Card Bigmom, sepertinya menjadi satu-satunya pembuka jalan agar Luffy dan Nami bisa mendekati resepsi pernikahan.

Sanji akan ‘meledak’, terlebih jika mulut Yonji dan Niji yang “rombeng” tidak bisa dijaga dan terus menertawakan kondisi mereka saat ini.

Reiju is one of the keys.

 

Opini Bunuh Diri One Piece Chapter 844 oleh Maul

Admin ONE PIECE INDONESIA

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World