One Piece Chapter 2 :  They Call Him “Straw Hat Luffy”

0

Diatas sampan kecil ditengah samudera..

“Cuaca hari ini bagus sekali..” kata Luffy yang duduk tenang diatas sampan. Wajahnya tersenyum lebar. Dayung tergenggam di kedua tangannya. “Siapa yang menganggap petualangan bagus ini akan menjadi bencana?”

“Sulit dipercaya aku bisa terjebak di pusaran air. Mungkin aku kurang hati-hati.” lanjutnya. Laut yang awalnya tenang perlahan mulai bergejolak. Dari arah kanan sampan, pusat pusaran air besar menarik semua benda kedalamnya.

”Maunya aku minta tolong. Tapi tidak ada siapa-siapa disekitar sini. Sialan, aku juga tidak bisa berenang.” kata Luffy sambil memandang putaran air yang perlahan menarik sampan yang ia naiki. Meski begitu wajahnya tampak biasa saja. “Oh ya, apa bedanya bisa renang atau tidak di pusaran ini?” lanjutnya tersenyum gembira, tersadar dari kebodohannya.

“Aaaahhh!” teriak Luffy ketika sampan yang ia naiki tenggelam tergulung pusaran air.

 

Disuatu pulau kecil..

“Debu apa ini?” terdengar suara perempuan bertanya. Jari telunjuknya tampak kotor, terkena debu yang menempel di badan kapal.

“Ma… maafkan aku Nona Alvida! Aku pikir aku sudah membersihkannya! Maaf..” kata seseorang tampak ketakutan. Keringat dingin mengalir dari dahinya. “A..akan aku bersihkan lagi..tolong jangan..”

“Jangan apa?” potong Alvida ketus, melihat kearah laki-laki dibelakangnya.

“Tolong jangan gunakan gada besi! Aku bisa mati!”

Namun tampaknya Alvida tak menghiraukan ucapan laki-laki tersebut. Dengan sekali pukulan gada, laki-laki yang berdiri dibelakangnya terjengkang tak sadarkan diri.

“Coby! Siapa yang tercantik di lautan ini?” tanyanya kepada anak kecil yang membersihkan lantai kapal.

“Haha. Ten..tu.. Tentu saja.. Itu anda Nona Alvida.” jawab seorang anak kecil berkacata mata yang duduk ketakutan. Tubuhnya tampak gemetaran.

“Benar! Karena itu aku benci segala sesuatu yang kotor! Kapal dengan wanita secantik aku tidak boleh dibiarkan kotor!” kata Alvida. “Kau tidak kubunuh karena kau tahu navigasi daripada yang lain!”

“Te..terimakasih. Anda baik sekali.”

“Tapi selain navigasi kau tidak tahu apa-apa! Tunggu apalagi? Bersihkan sepatuku!” kata Alvida memotong perkataan Coby. Kakinya mengayun menendang kepala Coby yang tampak semakin ketakutan.

“Ba.. baik nona Alvida.”

“Ingat! Tidak boleh ada sedikitpun debu dikapal ini!” kata bajak laut wanita “Alvida” si Gada Besi.

“Ya! Nona Alvida!” teriak semua orang digeladak kapal. Masing-masing tampak membawa alat pembersih ditangannya.

“Cukup! Cukup! Dasar sampah!” kata Alvida sambil menendang Coby yang sedang membersihkan sepatu yang dikenakannya. Coby terpelanting, darah keluar dari hidung dan mulutnya.

“Ma.. maaf!”

“Kalau ada waktu untuk minta maaf, kenapa tidak kau bersihka n kamar mandi!” kata Alvida mengarahkan gada yang dipegangnya ke arah Coby.

“Heh.. heh.. ya, Nona. Akan kubersihkan sekarang!” jawab Coby tersenyum berusaha menahan rasa sakit. ”Akan kubersihkan!”

***

“Apa? Kau menemukan tong drum di pantai?” kata anak buah Alvida yang berdiri didepan pintu sambil memandang Coby.

“Ya, tuan! Kurasa tong ini isinya masih penuh..” jawab Coby.

“Bagaimana kalau kita minum bersama?” celetuk anak buah Alvida berambut panjang.

“Tapi, kalau ketahuan kapten kita akan..” jaab anak buah Alvida yag berdiri didepan pintu, menatap temannya yang berambut panjang.

“Kapten tidak bakal tahu!” potong anak buah Alvida yang berpakaian loreng. “Disini Cuma ada 4 saksi! Kita bertiga dan si idiot Coby!”

“Ya, benar juga!”

“Kau tahu mesti gimana kan?” tanya laki-laki berpakaian loreng seraya menatap Coby.

“Y..ya.. ya! A.. aku tidak lihat apa-apa.” jawab Coby ketakutan. “To.. tolong jangan pukul aku..”

Coby belum menyelesaikan perkataannya ketika tutup drum yang ditemukannya ditepi pantai tiba-tiba hancur berkeping-keping dengan suara keras.

“Pulasnya tidurku! Untung aku masih hidup! Kupikir aku akan mati, hahahaha!” teriak laki-laki bertopi yang keluar dari isi drum.

“Siapa itu?!” teriak anak buah Alvida terkejut.

“Lho.. siapa kalian?” tanya Luffy bingung.

“Kau sendiri siapa?” teriak anak buah Alvida bersamaan. Mata mereka melotot marah. “Apa-apaan ini? Apa yang kau lakukan disitu?”

“Dasar pemalas! Sedang apa kalian?!” tiba-tiba terdengar suara Alvida yang melengking tinggi. Gada besi tampak melayang menuju tempat mereka berdiri, menyebabkan dinding hancur berkeping-keping. Anak buah Alvida tampak tergeletak ditanah, sedangkan Coby dan anak laki-laki bertopi terlempar ke arah pepohonan bersama drum yang dia naiki.

“Siapa yang tercantik di seluruh lautan?!” tanya Alvida marah. Gada besi yang tadi melayang menghancurkan dinding telah tergenggam kembali ditangannya.

“Ah! Nona Alvida! Tentu saja Nona Alvida!” jawab anak buah Alvida serentak. Tampak ketakutan.

“Kalau begitu, kenapa kalian menghianatiku?” kata Alvida, mendekatkan wajah gemuknya ke wajah anak buahnya yang berambut panjang.

“Ti.. tidak.. kami tidak menghianati Nona..”

“Jangan pura-pura! Tadi kudengar ada suara bilang “pulasnya tidurku!”!!” potong Alvida semakin marah.” Suara siapa itu?”

“Eh..” kata laki-laki berpakaian loreng tampak mengingat sesuatu. “Ya, kapten.. ada seorang penyusup!” lanjutnya.

“Benar! Coby yang membawanya kemari!” timpal laki-laki berambut pendek yang tadi berdiri didepan pintu.

“Apa? Apa dia mau memburuku?” kata Alvida. “Kuharap dia bukan pemburu bajak laut! Beraninya Coby menghianatiku!”

“Kudengar ada pemburu bajak laut terkenal disekitar sini!” kata laki-laki berambut panjang.

“Tapi kudengar dia sudah ditangkap dan dipenjara angkatan laut!” timpal laki-laki berambut pendek.

“Kalau itu tadi benar-benar dia..” kata Alvida. “Kurasa dia tidak akan melarikan diri seperti ini, pemburu bajak laut Roronoa Zoro!”

 

Dibalik pepohonan..

“Ka.. kau tidak apa-apa?” tanya Coby kepada Luffy. “Kita terlempar cukup jauh!”

“Hahahaha! Aku baik-baik saja! Namaku Luffy!” jawab Luffy sambil tertawa. “Dimana kita?”

“Kita berada ditempat persembunyian Nona Alvida, si bajak laut gada besi. Namaku Coby. Aku anak buahnya.”

“Oh, ya?” kata Luffy sambil keluar dari drum. “Tapi aku tidak peduli.”

“Oh..” kata Coby bingung.

“Ngomong-ngomong aku bisa pinjam perahu nggak? Punyaku tenggelam dipusaran air.” kata Luffy.

“Apa? Pusaran air?” tanya Coby kaget.

“Ya! Lumayan kaget juga!”

“Tapi.. tidak banyak orang bisa selamat setelah terjebak disana.” Kata Coby. “Oh, ya. Aku ada perahu.” lanjutnya sambil menunjukkan tempatnya.

“Apa ini? Ini perahumu?” kata Luffy.

“Ya.. aku menghabiskan waktu dua tahun untuk membuatnya.”

“Wow 2 tahun? Kau tidak perlu ini lagi?”

“Tidak.. sebenarnya perahu ini kubuat agar aku bisa kabur dari sini.” jawab Coby sambil memegang perahu miliknya. “Tapi.. aku terlalu lemah untuk mencobanya walaupun.. aku punya cita-cita yang belum terwujud tapi aku..”

“Kalau begitu kabur saja pakai perahu ini!” kata Luffy tanpa ekspresi.

“Tidak.. tidak! Kalau sampai ketahuan Nona Alvida aku tidak tahu apa yang akan terjadi..” jawab Coby sambil menggelengkan kepalanya keras-keras. “A..aku tidak bisa ambil resiko..”

“Padahal dulu hari itu tujuanku naik kekapal itu adalah untuk memancing, tapi ternyata aku salah naik kapal.” lanjut Coby. “Itu dua tahun lalu yang mengubah hidupku. Aku sekarang menjadi kabin boy Nona Alvida.”

“Kau memang pecundang bodoh..” sahut Luffy tanpa rasa bersalah. “Kau memang pengecut! Aku benci pengecut!” lanjutnya sambil tertawa terbahak-bahak.

“Kejamnya kau..” sahut Coby sebal. “Tapi.. kau benar. Kalau saja aku cukup berani pasti sudah.. ah sudahlah! Ngomong-ngomong apa yang kau lakukan dilaut, Luffy?”

“Aku? Aku ingin menjadi raja bajak laut!” jawab Luffy sambil tersenyum lebar.

“A..apa.. kau mau menjadi raja bajak laut?!” tanya Coby terkejut. “Tapi.. kau harus membuat seluruh dunia tunduk padamu.. Harta, ketenaran, kekuatan, kau harus mendapatkan semuanya. Itu berarti kau juga harus berjuang untuk mendapatkan harta karun Gol D. Roger “One Piece”!”

“Apa kau mau mati? Kau tidak tahu kalau semua bajak laut juga mengincar itu?!” teriak Coby.

“Ya! Termasuk aku!” jawab Luffy.

“Ti..tidak mungkin! Menjadi bajak laut itu berarti.. kau harus mengalahkan semua bajak laut! Banyak bajak laut yang berbahaya! Kau tidak akan bisa menjadi raja bajak laut!” teriak Coby. “Auww! Kenapa kau memukulku?!”

“Kenapa tidak?” jawab Luffy sambil berdiri, memukul kepala Coby sampai jatuh terduduk.

“Heheheheh. Tidak apa-apa. Aku sudah terbiasa..” kata Coby.

“Aku tidak pernah takut mati, Coby!” kata Luffy.

“Apa??”

“Aku sudah bertekad akan menjadi raja bajak laut..” kata Luffy sambil menyodorkan topi jerami dikepalanya. “Dan jika aku mati dalam perjalananku, itu menjadi akhir usahaku.”

“Walaupun.. kau.. mati?” kata Coby terbata-bata, memandang Luffy dengan mata terbelalak, berpikir kalau Luffy telah gila.

“Yang paling penting aku akan bertekad menjadi yang terhebat.” lanjut Luffy. “Memang sulit sih.”

Coby meneteskan air mata. Ia memandang Luffy dengan takjub. Ia tak pernah memikirkan hal itu sebelumnya. “Jadi aku juga bisa mencapai cita-citaku.. asal aku berani mempertaruhkan nyawaku..” dengungnya.

“Apa?” tanya Luffy seraya memandang Coby, tak begitu jelas dengan apa yang barus saja dikatakan oleh Coby.

“Mungkinkah.. aku menjadi angkatan laut?” tanya Coby sambil medongak melihat Luffy.

“Angkatan laut?”

“Walaupun marinir adalah musuh bajak laut aku ingin jadi jendralnya dan membasmi semua orang jahat!” teriak Coby keras. Air matanya bercucuran membasahi wajah. Sambil berdiri ia meneruskan. “Ini adalah cita-citaku sejak kecil! Menurutmu aku bisa?”

“Mana aku tahu?” jawab Luffy tersenyum.

“Baik! Akan kulakukan! Daripada menjadi pelayan seumur hidup, akan kupertaruhkan nyawaku untuk mencapai cita-citaku! Aku akan menjadi marinir lalu akan kutangkap si Alvida!” teriak Coby keras.

“Siapa yang akan kau tangkap Coby?!” tiba-tiba terdengar suara Alvida menggelegar. Luffy menoleh. Dalam gerakan cepat gada besi besi telak menghantam perahu. Coby terbelalak kaget, menangis melihat perahu yang telah dia buat selama dua tahun hancur berkeping-keping.

“Kau pikir.. kau bisa lolos dariku?” lanjut Alvida. Dibelakangnya, anak buah Alvida tampak berdiri berkerumun. Alvida menggenggam gada besi miliknya, kemudian memanggulnya diatas punggung. “Jadi ini orang yang kau sewa untuk membunuhku? Jadi bukan Zoro? Aku beri kau kesempatan terakhir! Siapa yang tercantik diseluruh lautan ini? Jawab aku!!”

“Zoro?” kata Luffy.

“Heh..heh..heh.. tentu saja itu..”

“Hei Coby, apa yang ditanyakan oleh si jelek ini?” kata Luffy memotong ucapan Coby, sambil menunjuk Alvida. Seketika suasana menjadi senyap. Coby dan anak buah Alvida membeku. Semua orang tampak terkejut.

“Grr.. kau.. bilang apa?!” teriak Alvida marah.

“Luffy! Jangan bilang begitu!” teriak Coby keras sambil mengguncang tubuh Luffy yang diam tak berekspresi. “Diantara seluruh samudera, Nona Alvida ini..”

“Nona Alvida adalah..” lanjut Coby ketakutan. Ia teringat semua percakapan yang baru saja terjadi. Dia ingin menjadi angkatan laut! Meskipun ia mati, ia akan mengejar cita-cita miliknya. Ia harus berani mencapai cita-citanya. Mati akan menjadi akhir usaha.

“Alvida adalah.. makhluk paling jelek diseluruh lautan ini!!” teriak Coby keras-keras. Air matanya jatuh mengatasi rasa takut yang selama ini menggunung.

“Hahahaha. Hahahaha.” Luffy tertawa terbahak-bahak.

“Dasar keparat!!” teriak Alvida keras, murka kepada dua anak kecil yang berdiri dihadapannya. Coby membelalak ketakutan. Air matanya mengalir semakin deras.

“Bagus sekali Coby!” kata Luffy tersenyum lebar, bersiap untuk bertarung.

“Kalian berdua tak ada bedanya!” teriak Alvida keras seraya mengayunkan gada besinya ke kepala Luffy. “Kubunuh kalian berdua!”

“Hehehe. Kau tidak akan dapat melukaiku!” kata Luffy tersenyum lebar. Gada besi Alvida telak menghantam kepalanya. “Karena aku adalah manusia karet!”

“Apa? Gada besiku tidak mempan?” teriak Alvida terkejut. Dibelakang Luffy, Coby tampak terbelalaK. “Yang benar saja?!”

“Gomu-gomu No.. pistoool!!” teriak Luffy sambil memukul telak badan gendut Alvida. Alvida tampak terkejut. Sedetik kemudian Alvida terlempar kebelakang dan pingsan tak sadarkan diri.

“Kapten!!” teriak anak buah Alvida sambil mengelilingi tubuh kaptennya yang terkapar tak sadarkan diri. “Ta..tangannya bisa memanjang seperti karet! Nona Alvida kalah! Dia bukan manusia!”

Luffy memandang anak buah Alvida yang belum lepas dari kekagetan yang terjadi. “Berikan perahu untuk Coby! Dia ingin jadi marinir!” katanya sambil menunjukkan tangan.

“I.. iya tuan!” kata anak buah Alvida tampak ketakutan.

“Hahahaha!” Luffy tertawa terbahak-bahak.

 

***

Diatas perahu yang berlayar ditengah lautan..

“Jadi ini gara-gara kau makan buah Gomu-Gomu..  cerita yang luar biasa!” kata Coby. “Tapi kalau kau ingin mendapatkan ‘One Piece’ kau harus melewati Grand Line kan?”

“Yep.” jawab Luffy pendek.

“Tempat itu juga dikenal dengan kuburan bajak laut.” lanjut Coby yang duduk didepan layar perahu.

“Aku tahu makanya aku mencari kru yang kuat.” jawab Luffy. “Orang yang dipenjara dipangkalan marinir..  siapa namanya?”

“Roronoa Zoro!” jawab Coby.

“Kalau dia orang baik, akan kuajak dia bergabung denganku.” kata Luffy tersenyum lebar.

“Kau berkata yang tidak-tidak lagi!” teriak Coby. “Jangan! Jangan! Itu tidak mungkin! Dia itu orang jahat!”

“Bagaimana kau tahu?”

“Jangan!”

“Jahat?”

“Ya! Orang-orang menjulukinya ‘Zoro si Pemburu Bajak Laut’!” jawab Coby sambil membenahi letak kacamatanya. “Mereka bilang Zoro berkeliling dunia untuk mengumpulkan uang seperti serigala kelaparan! Dia benar-benar setan berwujud manusia! Jadi lebih baik jangan mengajak dia!”

“Oh begitu.. aku belum memutuskan mengajak dia.” kata Luffy sambil tersenyum lebar. “Tapi jika ia orang baik aku akan..”

“Dia itu ditahan marinir karena dia jahat!” teriak Coby memotong ucapan Luffy.

Mereka berdua menuju ke pangkalan marinir..

 

One Piece Chapter 2 :  They Call Him “Straw Hat Luffy” ends

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World