One Piece Chapter 1 : Romance Dawn – The Beginning of The Adventures

0

Dulu, ada seorang pria yang telah memiliki semua kekayaan, kekuatan, dan kekuasaan di dunia ini. Dia adalah Gold D Roger, sang raja bajak laut. Ucapan terakhir sebelum kematiannya telah mendorong semua orang diseluruh dunia untuk mengarungi lautan.

“Harta karunku? Akan kuberikan, tapi.. hmm.. carilah! Aku telah mengumpulkan semua yang ada di dunia ini dan meletakkannya di ‘tempat’ itu.”

Tak lama setelah itu Gol D Roger di eksekusi. Dan dunia pun masuk ke era bajak laut.

***

Ini adalah sebuah desa pelabuhan kecil, desa Fusha. Kira-kira sejak setahun yang lalu, sebuah kapal bajak laut berlabuh disana. Angin timur bertiup disebuah desa yang tenang.

Oi Luffy! Apa yang kau lakukan?” tanya laki-laki bertopi dari geladak kapal. Kawan-kawan laki-laki bertopi berdiri mengelilinginya. Di kepala kapal, seorang anak kecil tampak berdiri sambil memegang pisau.

“Huh! Kali ini aku tidak bercanda! Aku akan melakukannya! Akan kutunjukkan buktinya!” teriak anak kecil seraya mengacungkan pisau yang tergenggam ditangan kirinya. Monkey D. Luffy, bocah dari desa Fusha.

“Hahaha! Coba saja! Terserah apa yang mau kau lakukan!” kata laki-laki bertopi.

“Luffy melakukan hal-hal yang menarik lagi, ya?” tanya orang yang disampingnya.

“Argh!”  Luffy berteriak sambil menyanyatkan pisau ke pipi kirinya, membuat semua orang di geladak kapal membelalakkan mata.

“I.. idiot! Apa yang kau lakukan?”

“Uwaaaaaa! Sakit tahu!”

***

Disebuah bar di desa Fusha..

“Ayo bersulang! Untuk kegilaan Luffy dan perjalanan besar kita!”

“Hahaha! Ayo minum minum!” kata seseorang sambil menyodorkan segelas besar sake. Mereka semua menggelar pesta.

“Hei, sakenya! Sakenya nggak cukup nih!”

“Bodoh, itu daging milikku!”

“Berisik! Aku mau makan, tahu!”

“Oi, apa bagusnya berkelahi gara-gara pengaruh sake?”

“Sama sekali tidak sakit kok!” kata Luffy tersenyum lebar sambil menangis. Luka di pipi kirinya telah di obati.

“Bohong! Jangan bicara yang tidak-tidak!” bentak laki-laki bertopi.

“Aku sama sekali tidak takut luka kok. Nah, berarti di perjalanan berikutnya kau harus membawaku ya!” kata Luffy tersenyum lebar. Tangisannya sudah hilang. “Aku juga ingin jadi bajak laut lho!”

“Kau ingin jadi bajak laut? Hahaha.” laki-laki bertopi, pemimpin bajak laut, Shanks si rambut merah menjawab sambil tertawa terbahak. “Kau kan tidak bisa berenang! Bagi bajak laut itu sesuatu yang fatal, tahu!”

“Meskipun tidak bisa berenang, selama aku tetap diatas kapal tidak ada masalah kan?! Lagipula aku ini orang kuat! Aku sudah berlatih dengan baik! Kini tinjuku sama kuatnya dengan pistol!” jawab Luffy ngotot.

“Pistol? Begitu ya..” kata Shanks dengan muka datar.

“Apa maksudmu, hah?” teriak Luffy marah.

“Jangan ngambek dong, Luffy.” kata teman-teman Shanks bersahutan sambil tertawa terbahak.

“Nikmati saja hidup ini.”

“Benar! Hidup sebagai bajak laut sangat menyenangkan.”

“Lautan yang luas! Petualangan di pulau-pulau!”

“Benar-benar bebas!”

Wajah Luffy tampak berbinar-binar.

“Hei, jangan sampai mempengaruhinya dengan hal bodoh!” kata Shanks ke teman-temannya.

“Tapi memang benar, kan?” tanya salah seorang kawan Shanks.

“Ya!” jawab yang lainnya.

“Tidak masalah kan kapten?” tanya salah seorang teman Shanks. “Kenapa kita tidak bawa saja Luffy sekali-sekali..”

“Menurutku juga begitu..” timpal yang lainnya.

“Waaah!” kata Luffy semakin bersemangat.

“Kalau begitu, sebagai gantinya salah seorang dari kalian harus turun dari kapal.” jawab Shanks tenang seraya meminum sake didepannya.

“Pembicaraan selesai, ayo minum lagi!” kata kawan Shanks tertawa, berhenti menggoda Luffy, kembali berpesta.

“Kalian ini teman atau bukan, sih?” teriak Luffy sebal.

“Masalahnya, Luffy, kau masih terlalu muda. Tunggulah sampai umurmu 10 tahun, baru akan kupertimbangkan.” jawab Shanks.

“Huh! Dasar Shanks licik! Aku kan bukan anak kecil lagi!” teriak Luffy marah.

“Jangan  marah, minumlah jus ini.” kata Shanks.

“Ah! Terima kasih! Hehehe.” jawab Luffy dengan polos meminum jus yang disodorkan Shanks.

“Tuh kan? Ternyata dia masih anak-anak! Lucu sekali! Hahaha.” Shanks tertawa terbahak-bahak hingga air mata tampak keluar dari matanya.

“Sial!” teriak Luffy kembali marah, sadar kalau ia dipermainkan. “Huh! Bikin capek saja! Padahal hari ini aku sudah menggores wajahku sampai luka supaya dia mau menerimaku!”

“Luffy, coba pahami perasaan kapten.” kata orang yang sedang menyalakan cerutu.

“Wakil kapten! Apa maksudmu perasaan Shanks?”

“Benar..” jawab wakil kapten. “Berkat kepemimpinannya, kami bisa bersatu. Selain mengetahui senangnya menjadi bajak laut kau juga harus tahu bahayanya. Mengerti? Sama sekali bukan maksud kapten mencegahmu menjadi bajak laut.”

“Aku tak mengerti! Soalnya, soalnya dia selalu mengejek dan mempermainkanku, sih!”

“Tidak bisa berenang, ya..” Shanks menimpali dari kejauhan.

“Tuh lihat!” kata Luffy sebal, menunjukkan tangan kearah Shanks.

“Rupanya dia benar-benar senang, ya..” kata wakil kapten.

“Yah.. menggoda Luffy adalah kegembiraan bagiku.” jawab Shanks.

“Seperti biasa, rupanya kapten sedang bersenang-senang..” kata Makino, pemilik bar. “Apa kau mau makan sesuatu, Luffy?” tanyanya.

“Ya, biar nanti kubayar dengan harta karun.” jawab Luffy tampak gembira, dengan cepat melupakan kemarahannya.

“Harta karun? Jangan coba-coba bohong..” timpal Shanks.

“Tidak! Aku pasti akan jadi bajak laut. Begitu menemukan harta karun aku akan langsung membayarnya.” kata Luffy menggebrak meja. Ditangannya telah tergenggam pisau dan garpu.

“Hehehehe. Kalau begitu kutunggu deh!” kata Makino tersenyum.

“Hehehehe.” jawab Luffy tertawa. “Shanks?” tanyanya.

“Apa?”

“Berapa lama kau akan tinggal didesa ini?”

“Benar juga.. sudah lebih dari setahun aku menggunakan desa ini sebagai pangkalan.” jawab Shanks. “Kupikir aku akan pergi ke laut dua atau tiga kali lagi setelah itu meninggalkan desa ini dan pergi ke utara.”

“Ukh..dua atau tiga kali lagi ya..” kata Luffy sambil menggigit daging di garpu. Mulutnya penuh oleh makanan. Luffy menelan semua sebelum kembali bersuara. ”Aku akan belajar berenang sebelum kau pergi.”

“Bagus! Berusahalah sekuatmu.” kata Shanks.

“Braaaakkk!” terdengar suara pintu bar yang ditendang seseorang dari luar. Semua orang di bar mengalihkan wajah ke arah pintu. Disana sekelompok laki-laki telah berdiri di depan pintu yang dibuka paksa.

“Dasar pengganggu!” kata laki-laki yang berdiri paling depan. Tampak sebagai pemimpinnya. “Hoo.. rupanya kalian para bajak laut. Ini pertama kali aku melihatnya. Sepertinya hanya cuma segerombolan pengecut.”

“Kami adalah para perompak gunung.” kata Higuma, pemimpin perompak gunung. “Kami tak ingin mengacau di toko ini. Tapi maukah kau menjual 10 tong sake untuk kami?”

“Maaf sakenya.. sakenya sudah habis.” jawab Makino. Sebulir keringat mengalir didahinya.

“Oh? Kalau begitu, apa yang sedang diminum para bajak laut itu?” kata Higuma. “Apa itu air?”

“Sebenarnya.. cuma itu yang kami punya saat ini.” jawab Makino.

“Sayang sekali, sepertinya kami telah menghabiskan semua sake di toko ini. Maaf.” kata Shanks. “Kalau tidak keberatan, ambillah ini. Belum kubuka kok.” lanjut Shanks sambil mengulurkan sebotol sake kepada Higuma.

Higuma melirik sinis kearah Shanks, tampak merendahkan. Ia mengambil sebotol sake yang diulurkan kepadanya dan memukulkan botol itu ke kepala Shanks hingga pecah berkeping-keping. Sake tampak tercecer kemana-mana. Makino tampak terkejut menutup mulutnya. Mulut Luffy yang sedang mengunyah buah  ternganga. Teman Shanks memasang muka datar tanpa ekspresi, tak memberikan tanggapan.  Sedangkan sekelompok perompak gunung tersenyum sinis.

“Hei memangnya kau pikir siapa aku? Jangan main-main!” kata Higuma. “Satu botol mana cukup!”

“Waaah.. lantainya jadi basah.” kata Shanks dengan wajah sedih, mengacuhkan Higuma. Sake menetes ke lantai dari tubuhnya yang basah.

“Lihat ini!” kata Higuma sambil menyodorkan sebuah poster buruan. “Kepalaku berharga delapan juta berry. Akulah perompak nomor satu diwilayah ini. Dan aku telah membunuh 56 orang bodoh sepertimu!”

“Mengerti? Lain kali berhati-hatilah. Sebab, bukankah gunung dan laut seharusnya tidak saling bergabung?” lanjutnya.

“Maafkan aku, Makino.” kata Shanks, masih tak memperdulikan semua yang dikatakan Higuma. Shank turun dari kursi, memunguti pecahan botol sake yang trcecer dilantai. “Apa kau punya kain pembersih?”

“Ah! Jangan.. biar aku saja.” jawab Makino yang masih terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.

Higuma yang merasa diacuhkan mencabut pedang yang tersarung di pinggul kanannya. Dalam satu tebasan ia memporakporandakan piring dan gelas yang sebelumnya dipakai oleh Shanks hingga pecah berkeping-keping. “Sepertinya kau suka bersih-bersih. Mungkin kau mau membersihkan barang yang berantakan ini. Hmm?”

“Sampai jumpa pecundang.” kata Higuma sambil berjalan menuju pintu. “Karena tidak ada sake, kita tidak ada urusan lagi disini! Ayo, kedesa yang lain!”

“Kapten, anda baik-baik saja?” tanya Makino setelah rombongan perompak gunung keluar dari bar. “Lukanya?”

“Ah, tidak masalah.. aku baik-baik saja, kok. Fuuuh!” jawab Shanks. Tubuhnya masih basah kuyup oleh sake.

“Hahahaha! Rasakan, kapten!” seloroh teman-teman Shanks terbahak, menganggapnya sebagai lelucon. “Benar-benar lucu! Gyahahahaha!”

“Hahahahaha!” Shanks ikut tertawa terbahak-bahak, melepaskan topi yang dipakainya.

“Kenapa kau tertawa?!” bentak Luffy marah. “Mengapa kau tidak melawan orang sejahat itu?! Meskipun mereka lebih banyak dan kuat, kenapa kau malah tertawa?! Apa itu yang namanya laki-laki? Kau bukan bajak laut!”

Shanks tertegun. “Bukannya aku tidak mengerti perasaanmu.” jawabnya. “Tapi aku kan tidak perlu sampai marah hanya gara-gara sebotol sake..”

“Masa bodoh! Aku tidak mau bicara dengan pengecut!” potong Luffy.

“Tunggu, Luffy..” kata Shanks sambil memegang tangan Luffy. Luffy tak berhenti bergerak hingga semua orang didalam bar terkejut.  Tangan Luffy memanjang.

“Lengannya memanjang! Itu berarti..” kata Shanks. Keringat mengucur deras dari dahinya.

“Apa mungkin kau?”

“Apa ini?! Waaa!” kata Luffy yang tak kalah kaget. Matanya terbelalak melihat lengannya yang memanjang.

“Hilang!” kata salah seorang teman Shanks berbadan gendut setelah memeriksa isi kotak. “Buah Gomu-Gomu yang kita dapat dari kapal musuh hilang!!”

“Apa?!!”

“Luffy, apa kau makan buah seperti ini?” tanya teman Shanks berbadan besar sambil menunjukkan sebuah gambar.

“Iya.. sebagai makanan penutup.” kata Luffy. “Tapi rasanya tidak enak.”

“Buah Gomu-Gomu ..adalah salah satu dari buah iblis!” teriak Shanks menarik pipi Luffy yang kini bisa melar. “Siapapun yang memakannya, tubuhnya akan menjadi karet dan tidak akan bisa berenang selamanya!!” lanjutnya.

“Haaaaahh!! Masa sih?!” kata Luffy terkejut.

“Dasar bodooohh!”

***

Ditoko ikan di desa Fusha…

“Heehee. Paman! Aku mau beli ikan nih!” kata Luffy.

“Ada apa Luffy? Kelihatannya hari ini kau gembira sekali!” kata penjual ikan. “Apa kau masih meminta pada bajak laut itu untuk membawamu?”

“Tubuhku jadi melar seperti karet dan aku tidak akan bisa berenang lagi selamanya.” jawab Luffy. “Tapi, tidak masalah! Bagaimanapun, aku akan menjadi bajak laut dan juga tidak akan jatuh ke laut seterusnya.”

“Karena memakan buah Gomu-Gomu, aku jadi manusia karet. Hal itulah yang membuatku bahagia! Nih, lihat!” lanjut Luffy sambil menarik kedua pipinya. Pipinya memanjang ke dua sisi.

“Lalu kenapa? Mungkin saja kau jadi aneh dan hal itu akan menarik perhatian penduduk desa.. tapi apa untungnya? Tubuhmu kan jadi seperti karet!” kata kepala desa Fusha menanggapi.

“Berapa kali kukatakan, kau tidak akan bisa menjadi bajak laut, Luffy! Kau kambing hitam desa ini. Dan sepertinya kapten itu juga mengerti. Ngomong-ngomong, jangan terlalu sering sering bergaul dengan mereka!” lanjut kepala desa. Wajahnya terlihat jengkel melihat Luffy hanya menjulurkan lidah dan menutup telinga mendengar apa yang dia katakan.

***

Di Partys Bar…

“Luffy, apa kau tidak akan kesepian?” tanya Makino. Bar terlihat lenggang. “Kali ini mereka akan pergi dalam waktu yang cukup lama.”

“Tidak! Aku belum bisa memaafkan mereka soal perompak gunung itu!” jawab Luffy sambil duduk meminum segelas es. “Aku sangat kecewa dengan Shanks dan yang lainnya. Soalnya menurutku, bajak laut itu harus seorang yang hebat.”

“Masa? Tapi menurutku, dia tampak hebat karena masih bisa tertawa walau diperlakukan buruk.”

“Makino tidak mengerti, sih.. ada saatnya seorang pria harus bertempur!”

“Begitu ya? Payah juga aku ini ya..” kata Makino tersenyum sambil membersihkan gelas.

“Benar!” jawab Luffy sebal.

“Permisi.” terdengar suara yang baru masuk kedalam bar, memotong percakapan. Luffy dan Makino serentak melihat kearah pintu, kaget setelah yang masuk adalah rombongan perompak gunung yang kemarin membuat kekacauan.

“Hari ini tidak ada bajak laut, ya? Tenang sekali..” kata Higuma. “Kami kebetulan lewat di tempat ini.”

“Apalagi yang kau tunggu? Kami ini tamu, tahu!” lanjut Higuma sambil menjatuhkan dirinya di salah satu kursi. Teman-temannya mengikuti apa yang ia lakukan. “Minta sake!!”

***

“Kepala desa!! Gawat!!” teriak Makino membuka rumah kepala desa.

“Ada apa Makino? Terburu-buru seperti itu.” tanya kepala desa.

“Luffy!! Dia diculik oleh perompak gunung!”

***

Disisi lain desa Fusha..

“Tubuhmu benar-benar menarik.” kata Higuma mengangkat tubuh Luffy. ”Sama sekali tak ada pengaruhnya walau dipukul atau ditendangi.”

“Hei.. ayo kita tolong Luffy!” kata seorang penduduk desa yang mengawasi dari dalam rumah dengan wajah tegang.

“Tapi.. mereka itu perompak. Bisa-bisa kita dibunuh.” jawab temannya tak kalah tegang. “Lagipula, sepertinya Luffy yang mulai cari gara-gara!”

“Sialan! Ayo minta maaf padaku!” teriak Luffy marah sambil memuluk wajah Higuma. “Kurang ajar!”

“Manusia karet, ya.. apa ini jenis spesies aneh?” kata Higuma menghindari pukulan Luffy, menarik pipi yang langsung memanjang, kemudian membanting Luffy ketanah.

“Sialan!” teriak Luffy marah. Wajahnya babak belur. “Awas kau!”

“Aku ada ide bagus.” kata Higuma sambil menatap Luffy yang terduduk di tanah. “Bagaimana kalau kita jual dia ke sirkus? Sepertinya harga anak ini cukup bagus.”

“Hyaaa!” teriak Luffy berdiri. Sambil berlari dia berusaha memukul Higuma menggunakan kayu yang dipegangnya.

“Dsar nekat.” kata Higuma mengangkat kakinya tinggi-tinggi.”Hei bocah! Aku sedang ingin minum.. kau malah mengacau.. bahkan kami tidak membicarakan dirimu!” lanjutnya mengayunkan kaki. Luffy kembali terbanting ke tanah. Kaki Higuma berada diatas kepalanya.

“Kubilang.. minta maaf padaku!! Sialan!!” teriak Luffy keras kepala. “Singkirkan kakimu! Dasar perompak gunung bodoh!”

“Luffy bodoh. Kenapa dia bicara seperti itu?” kata penduduk desa.

“Lepaskan anak itu!” teriak kepala desa yang datang bersama Makino. “Kumohon. Aku tidak tahu apa yang telah dilakukan Luffy. Tapi kami sama sekali tidak bermaksud mengusikmu. Sebagai permohonan maaf, kami akan membayarmu. Tapi.. lepaskan anak itu!!” ” lanjut kepala desa sambil bersujud.

“Kepala desa!” teriak Luffy.

“Boleh juga orang tua satu ini.” kata Higuma. “Rupanya dia pandai membaca situasi.”

“Tapi.. tidak bisa!” lanjut Higuma. “Anak ini sudah tidak bisa ditolong lagi. Dia sudah benar-benar membuatku marah. Kalau aku tidak menghajar bocah karet satu ini aku tidak akan merasa puas!”

“Yang salah itu kau monyet gunung!!” teriak Luffy memotong ucapan Higuma.

“Oke, aku berubah pikiran. Biar kubunuh kau di tempat ini.” kata Higuma sambil mengeluarkan pedang, bersiap menebas Luffy.

“Luffy! Kumohon lepaskan dia!” teriak Makino dan kepala desa.

“Pantas aku tidak melihatmu di pelabuhan. Kupikir ada apa..” kata Shanks yang tiba-tiba telah berdiri dibelakang Makino dan kepala desa. “Lagi-lagi si perompak gunung itu..”

“Kapten!” kata Makino terkejut.

“Hei, Luffy! Kudengar tinjumu sama kuatnya dengan pistol, kan?” tanya Shanks sambil tersenyum. Ia melewati Makino dan kepala desa kemudian berjalan menuju Higuma.

“Diaam!” teriak Luffy jengkel.

“Si bajak laut? Rupanya kalian masih ada didesa ini. Apa kalian bermaksud membersihkan desa ini selamanya? kata Higuma. “Aku tidak peduli apa yang ingin kau lakukan, tapi.. jangan coba-coba mendekat atau kutembak kau!”

Shanks tampak tak peduli. Dengan tenang ia berjalan mendekat ke kerumunan perompak gunung.

“Kau tidak dengar? Jangan mendekat! Atau kutembak langsung kepalamu..hahaha.” kata salah satu anak buah Higuma, mengarahkan pistol ke kepala Shanks.

“Hahahahahaha!” anak buah Higuma lainnya tertawa.

“Kau sudah mengongkang senjata, berarti sudah siap mempertaruhkan nyawa, kan?” tanya Shanks tenang, sekilas melihat ke arah anak buah Higuma yang mengarahkan pistol kearahnya.

“Hah apa maksudmu?”

“Maksudku, benda ini dibuat bukan untuk mengancam orang lain.” jawab Shanks tenang sambil menunjuk pistol yang diarahkan kekepalanya.

Tepat setelah Shanks menyelesaikan ucapannya, anak buah Higuma yang mengarahkan pistol ke Shanks terkapar ditanah. Peluru teman Shanks yang bebadan besar dan selalu membawa makanan menembus kepalanya. Semuanya terjadi begitu cepat. Kepala desa dan Makino hanya bisa terkejut tak bisa berkata-kata.

“Hei kau!!” teriak anak buah Higuma marah. “kenapa.. kenapa kalian begitu licik!?”

“Licik?” tanya wakil kapten Shanks yang baru saja sampai bersama yang lainnya. “Gampang sekali kalian bicara. Memangnya kami ini pendeta, hah?”

“Orang-orang didepanmu ini adalah bajak laut!” kata Shanks.

“Diam! Ini sama sekali bukan urusan kalian!” teriak anak buah Higuma memotong pembicaraan.

“Dengar.. meskipun aku dipukul dengan botol sake, atau dipermainkan oleh kalian, bagiku itu bukan masalah. Tapi.. apapun alasannya, aku tidak akan mengampuni orang yang menyakiti sahabatku!” lanjut Shanks tampak sangat marah.

“Shanks..” kata Luffy terharu.

“Hahahaha! Tidak akan mengampuni, katamu?” teriak Higuma. “Sekumpulan bajak laut bodoh yang berkelana dilautan seperti kalian.. ingin melawan para bandit? Lucu sekali! Bunuh mereka!”

“Ouuuaahh!” sambut anak buah Higuma maju menerjang. “Mati kau!”

“Biar aku saja yang mengurus mereka..” kata wakil kapten sambil menyalakan rokok, menyambut anak buah Higuma yang datang menyerang. Dalam sekejap anak buah Higuma tergeletak ditanah. “Fuh. Jangan coba-coba meremehkan kami! Kalau ingin melawan kami, kalian harus mengerahkan kapal perang!!”

“Hebat!” kata Makino tanpa sadar. Ia, kepala desa, dan Luffy terkejut melihat wakil kapten mengalahkan anak buah Higuma tanpa bersusah payah.

“Ah! Tunggu! Anak ini yang mulai cari gara-gara!” kata Higuma ketakutan melihat anak buahnya sangat begitu mudah dikalahkan.

“Dengar-dengar harga kepalamu delapan juta berry, ya?!” kata Shanks tenang.

“Cih!” kata Higuma sambil melemparkan sesuatu ke tanah. Dalam sekejap asap muncul mengaburkan pandangan. “Sini kau, bocah!”

“Waa! Lepaskan aku!” teriak Luffy ditengah kepulan asap. Dalam sekejap Higuma dan Luffy menghilang dari pandangan.

“Bom asap!” teriak teman Shanks.

“Luffy!” teriak Shanks tampak kebingungan. “Ga.. gawat! Kita telah meremehkan dia! Bagaimana ini? Bagaimana?”

“Berisik! Kenapa kau tidak suruh kami untuk mencarinya? Dasar kapten bodoh!” bentak teman Shanks berbadan besar yang menembak kepala anak buah Higuma.

“Orang ini.. bodoh..” kata wakil kapten memandang Shanks sambil tersenyum.

***

Diatas perahu ditengah lautan..

“Hahahaha.. aku akhirnya bisa kabur!” kata Higuma. “Siapa sangka perompak gunung melarikan diri dengan perahu?”

“Nah tadi aku membawamu sebagai sandera. Sekarang kau tak ada gunanya lagi. Semua orang yang kubunuh adalah orang yang telah menghinaku.” lanjutnya.

“Mati kau!” teriak Luffy sambil memukul kaki Higuma.

“Huh.. selamat tinggal, bocah!” kata Higuma menendang jatuh Luffy ke laut.

“Sial! Sial!” teriak Luffy yang melayang terjatuh di laut. “Mereka cuma pengecut.. tapi kenapa aku tidak bisa memukul mereka?! Kurang ajar!” lanjut Luffy. Air mata kemarahan menetes dari matanya. Terbayang kembali diingatannya kejadian beberapa hari yang lalu di bar Makino. Ucapan Higuma yang membuat kemarahannya meledak.

“Hahahaha. Kau lihat wajah para bajak laut itu? Meskipun dipukul botol, mereka tidak bilang apa-apa! Benar-benar gerombolan pengecut!” kata Higuma sambil meminum sake. “Melihat pengecut seperti mereka membuatku muak! Saat itu aku berpikir untuk membunuh mereka. Bajak laut hanya bisa sok jago!”

“Diam! Jangan menjelek-jelekkan Shanks! Mereka bukan pengecut!” teriak Luffy yang saat itu sedang bersama Makino. “Jangan pernah menghina Shanks dan kawan-kawan!” lanjutnya marah berniat menghampiri para perompak gunung.

“Jangan Luffy!” kata Makino, menahan tubuh Luffy.

Tubuhnya yang mulai tenggelam dan air laut yang tiba-tiba bergejolak mengagetkan Luffy, membawanya kembali kemasa kini. Air laut yang bergejolak diikuti dengan munculnya monster laut besar yang siap menelan apapun yang ada didepannya. Diatas perahu, Higuma yang berdiri tertawa terbahak-bahak terbelalak kaget.

“Eh.. Monster apa ini?” teriak Higuma. Namun Higuma tidak mempunyai kesempatan menyelamatkan diri. Teriakan Higuma terhenti. Tanpa ampun monster laut itu menghancurkan perahu yang dia tumpangi.

Luffy berteriak ketakutan melihat monster laut bergerak menuju tempatnya. Sederet gigi yang tajam telihat di mulut monster laut yang terbuka, bersiap menelannya. Kemudian semuanya terjadi begitu cepat. Seseorang datang meraih tubuhnya, menyelamatkannya dari sergapan monster laut yang telah menghancurkan perahu menjadi serpihan-serpihan kecil.

“Shanks!” teriak Luffy sambil menangis, mendekap Shanks erat-erat.

“Enyah!” kata Shanks sambil menatap tajam monster laut yang menyerang. Entah apa yang sebenarnya terjadi, monster itu tampak ketakutan dan pergi.

“Aku berutang budi padamu, Luffy. Sudah kudengar dari Makino. Ternyata kau bertempur demi kami, ya..” kata Shanks sambil tersenyum. “Hei..jangan nangis! Kamu laki-laki kan?”

“Tapi.. Shanks…” Luffy terus menangis. Air matanya mengalir semakin deras. “Lenganmu!” lanjutnya sambil terus menangis memukul dada Shanks, melihat tangan kiri Shanks yang telah putus digigit monster laut.

“Apaan sih? Cuma satu lengan ini.. Aku senang kau selamat.” Kata Shanks menenangkan Luffy yang terus menangis.

“Uhh.. Uh.. Huwaaaaa!!”

Alasan mengapa Shanks tidak mengajak Luffy adalah, karena buasnya lautan dan kelemahan Luffy. Bagaimanapun, Luffy menganggap Shanks adalah pria yang hebat. Karena itulah dia ingin menjadi pria seperti itu.

***

“Kau akan meninggalkan desa ini dan tidak kembali lagi?” tanya Luffy melihat kawan-kawan Shanks bersiap memberangkatkan kapal.

“Ya. Aku tahu ini adalah perpisahan mendadak setelah kita lama bersama-sama.” jawab Shanks sambil tersenyum lebar. “Kau sedih?”

“Ya, sedikit.” kata Luffy. “Tapi aku tidak akan memintamu membawaku lagi, kok! Aku akan berusaha sendiri untuk jadi bajak laut.”

“Memang siapa yang mau mengajakmu?” kata Shanks menjulurkan lidah, menggoda anak kecil polos yang berdiri didepannya. “Buktikan apa kau bisa menjadi bajak laut!”

“Ya! Pasti!” teriak Luffy keras hingga membuat teman-teman Shanks menoleh kepadanya. “Kelak aku akan mengumpulkan teman-teman seperti kelompokmu! Dan menemukan One Piece, harta terbesar di seluruh dunia! Aku akan menjadi raja bajak laut!”

“Wow! Ingin melebihi kami?” kata Shanks masih sambil tersenyum memandang Luffy. “Kalau begitu.. topi ini.. kuberikan padamu.” lanjutnya sambil melepaskan topi yang selalu tergantung dikepalanya, kemudian memasangkannya ke kepala anak kecil polos yang kini mulai menangis sesenggukan.

“Ini topi kesayanganku.” Kata Shanks. “Kelak.. datang dan kembalikan topi itu padaku.”  lanjutnya sambil berjalan menuju kapal.

“Jadilah bajak laut yang hebat!” teriak salah seorang kawan Shanks sambil melambaikan tangan.

“Dia akan semakin besar.” kata wakil kapten begitu Shanks naik ke kapal.

“Yah. Dulu aku juga seperti itu waktu seusianya.” Kata Shanks menundukkan muka. “Naikkan jangkar! Kembangkan layar! Berangkat!”

Dan petualangan anak itu pun dimulai dari sini, 10 tahun kemudian.

***

10 tahun kemudian, ditepi pantai desa Fusha..

“Akhirnya anak itu pergi juga.” kata Makino. “Aku pasti akan kesepian.”

“Keinginannya menjadi bajak laut Cuma bikin malu desa ini saja.” kata kepala desa.

“Kali ini dia sungguh-sungguh pergi, lho!” timpal warga desa lainnya. Seluruh desa tampak turut melepas seorang anak yang memulai pelayaran dilautan.

***

“Ah..hari ini benar-benar cocok untuk berlayar.” kata Luffy yang berlayar seorang diri menggunakan perahu di tengah lautan. Ditangannya tergenggam sepasang dayung dan dibelakangnya terdapat sebuah tong.

“Grrrrrrr..” tiba-tiba air laut bergejolak. Monster laut muncul dan bersiap menyerang.

“Wuahh! Akhirnya kau muncul juga, monster laut. Tapi, kali ini kau memilih orang yang salah. Rasakan teknik yang kupelajari selama sepuluh tahun ini!” kata Luffy  tersenyum penuh percaya diri, berdiri menghadap monster laut yang telah bersiap menelan perahu yang dinaikinya.

“Gomu Gomu no.. Pistol !” teriak Luffy sambil memukul monster laut depannya. Lengannya memanjang , telak mengenai kepala monster laut, mengirimnya ke udara.

“Shi shi shi shi..! Rasakan!” kata Luffy sambil memegang tangannya, dibelakangnya monster laut masih melayang diudara. “Hm.. perta-tama, aku harus mencari anak buah. Sepuluh orang anak buah! Aku juga ingin bendera bajak laut!”

“Oke maju!” teriak Luffy sambil tersenyum lebar. “Aku akan menjadi raja bajak laut!”

Versi Teks One Piece Chapter 1 : Romance Dawn – The Beginning of The Adventures ends.

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World