Menghancurkan Upacara Pernikahan

0

Halo Minna..

Perlu diketahui Oda menerapkan salah satu konsep “menabur benih” dalam menulis keseluruhan cerita One Piece. Akarnya merupakan Throne War menuju One Piece dan cabang pohonnya merupakan gabungan seluruh arc One Piece yang saling berkaitan dan one line ke satu titik yaitu akarnya. Namun pada setiap arc nya saya percaya Oda menerapkan konsep 3 Act & 15 Beats. Pola ini sangat lumrah dipakai dalam cerita fiktif bahkan perfilman dunia. Kalian yang terjun di dunia cerpen, novel, komik hingga film pasti paham dengan konsep diatas.

Oke saya ingin berbagi analisa bunuh diri untuk arc Whole Cake Island kali ini. Chapter 847 menurutku masih berada dibabak pertama yaitu set up/development. Terdapat salah satu bagian yaitu inciting incident, hal-hal yang mengubah karakter sentral (Sanji). Tak perlu dijelaskan detailnya, oplovers sejati pasti tau hal-hal tersebut. Chapter 847 menunjukan inciting incident telah meningkat dan membuat situasi karakter sentral terkunci. Ini yang sering kita sebut Lock In. Poin-poin itu akan menjadi pokok permasalahan sampai akhir chapter WCI. Hingga ada dua analisa bunuh diri saya diantaranya:

Adanya Anak Yang Berkhianat/Membangkang

Saya sedikit tersenyum berhasil memprediksi bahwa Lola telah berkhianat. Konsep akan ada “anak yang berkhianat” lainnya tetap saya pegang teguh. Jumlah anak Big Mom saat ini baru diperlihatkan + 10 dari total 85 anak (koreksi jika salah). Inilah dasarnya. Lola menjadi awal dari anak-anak yang lain untuk ikut membangkang. Yaa bagi saya sedikit aneh kalau hanya satu anak yang melawan perintah Mama.

Lalu kenapa Lola membangkang? Jawabannya melanjut kepada analisaku sebelumnya bahwa Lola menolak pernikahan politik Mama. Big Mom akan menikahkan Lola dengan kaum Elbaf (raksasa). Sepertinya hal ini juga sudah ada yang membahasnya dan kurasa agan-agan juga setuju. Itulah kenapa Totland tidak ada kaum raksasa alasanpun diperjelas dengan kerjasama antara Big Mom dan Caesar untuk membuat manusia raksasa sendiri. Layaknya terdapat sebuah kisah buruk Big Mom & kaum Elbaf. Kayaknya seru juga kalau Hajrudin tiba-tiba membantu luffy di Totland

Adanya Pertarungan

Apakah arc ini ada sebuah pertarungan? Ada. Sebuah pertarungan yang lebih dahsyat dari arc Dressrosa. Harapanku Luffy akan menaklukan Big Mom. Sudah semestinya ini merupakan debut pertama Luffy vs Yonkou. Banyak OPlovers memposisikan bahwa tidak akan terjadi pertempuran apalagi dengan crew yang tidak utuh. Namun berbeda dengan saya yang memprediksi akan ada pertempuran Luffy vs Big Mom. Walaupun saya masih bingung siapa karakter villain (antagonis) untuk keseluruhan arc Whoe Cake Island ini (Big Mom kah, Jajji atau Bege). Namun hingga chapter 847 persentase 55% villain jatuh pada Big Mom. Sangat jelas tamaknya. Berikut alasan saya:

1. Butuh Jaminan Untuk Membawa Kembali Sanji ke Kapal

Masih ingatkah pernyataan Robin di menara Enies Lobby bahwa pengorbanan dirinya didasarkan pada musuh yang akan dihadapinya dimasa depan (World Goverment). Sehingga meyakini jika dirinya hanya akan menjadi bencana bagi crew Straw Hat Pirate. Hasilnya membakar bendera World Goverment serta mengalahkan CP9 merupakan sebuah deklarasi dan jaminan untuk Robin teguh kembali dibawah bendera Mugiwara.

Lantas apabila Sanji berhasil dibawa kabur, akankah tetap menuruti perintah kapten untuk kembali ke kapal? Saya yakin tidak. Karena Sanjii butuh jaminan. Sebuah jaminan hingga membuat orang – orang yang berharga dalam hidupnya aman (Crew Straw Hat Pirate & Jeff). Sanji terpaksa melakukan pernikahan karena Sanji dalam posisi Lock In. Sebuah fakta bahwa luffy memiliki armada besar tidaklah cukup. Germa dan Big Mom bahkan memiliki armada lebih besar. Maka sudah seharusnya Luffy menaklukan Germa ataupun Big Mom sebagai jaminan.

2. Luffy Belum Mengetahui Permasalahan Sebenarnya

Kita tahu setiap kali Straw Hat Pirate memasuki arc besar selalu memiliki tujuan tertentu. Tetapi kitapun tahu setiap tujuan tidak berjalan sesuai rencana. Kilas baliklah pada arc Water 7, Thriller Bark, Dressrosa, dll. Tidak sesuai rencana bukan berarti tujuan tidak tercapai. Selalu tercapai namun dengan jalan yang berliku. Pun dengan arc Whole Cake Island. Poinnya hanya menjemput Sanji dan saya yakin bukan penjemputan biasa melainkan penjemputan melalui sebuah pertarungan.

Toh sejauh ini tidak ada tindakan kapten kita yang kabur dalam sebuah pertarungan melawan musuh. Loh gimana Impel Down? Beda kondisi. Ace telah dibawa menuju eksekusi. Gimana waktu melawan Fujitora ? Beda kasus. Fujitora diluar bisnis Luffy dkk (tidak termasuk tujuan). Jadi kondisi hanya kapten kita yang belum mengetahui permasalahan Sanji secara utuh. Ketika Luffy mengetahuinya biasanya dari pihak ketiga.

Terlalu naif jika kita akan menilai Luffy tetap membawa kabur tanpa perlawanan. Entah vs Big Mom atau vs Jajji. Pasti akan terjadi. Terlebih lagi kekacauan yang bakal timbul dari dunia cermin, dari Tamatebako, dari konser Brook dan sebuah perjanjian untuk tidak kabur dalam pertarungan (ingat kata Zoro). Masih bisakah kita meragukan Straw Hat Pirate dengan mengatakan membawa Sanji kabur lalu menuju ke Wano? Alasan ketiga akan semakin memperkuat analisa bunuh diri ini.

3. Menurunkan Ritme Cerita

Saya ajak untuk beranalisa. Saat ini kita hapus dulu permasalahan Zeff. Katakanlah Luffy dkk berhasil membawa Sanji dan salinan pone, lalu kabur melewati seluruh serangan Big Mom & Jajji serta pasukannya tanpa perlawanan dari pihak musuh hingga sampailah ke Wano menaiki panggung Kaido. Lalu menepati janji kembali ke Whole Cake Island untuk menghajar BM. That’s hillarious bro! Sangat beresiko jika menciptakan plot seperti ini. Oda akan merusak karakter kapten kita dan terjadi penurunan ritme cerita.

Kita akan disajikan panggung Wano yang prestisius Yonkou Kaido + aliansi + pasukan monsternya melawan Straw Hat Pirate + aliansi + Mink + samurai + pasukan Shirohige + Supernova bahkan bisa diprediksi munculnya Zunisha dan World Goverment nantinya. Tidakkah ini panggung yang gila?! Lalu Oda kembali ke Whole Cake Island dengan hanya ingin menghajar Big Mom yang wilayahnya hampir 50% sudah diketahui bahkan oleh kita si pembaca. Tidakkah ini membosankan? Jadi Oda benar-benar mempercepat cerita. Bukan saatnya untuk Oda bertele-tele. Sudah seharusnya SHP memulai debutnya dengan yonkou.

Terdapat pesta teh dan pernikahan politik. Sebuah momen yang pas.

Saat di Grand Line setiap arc ritmenya selalu meningkat hingga puncaknya perang di Marineford. Lalu tiba di New World dan segi ceritapun ritmenya terus meningkat, rumit dan puncaknya nanti di Throne War. Tidakkah lebih outstanding ketika Big Mom di taklukkan, Luffy berkata “Ayo kita hajar Yonkou selanjutnya Kaido!”

Beberapa waktu lalu OPlovers sangat hangat membahas sebuah panel jam dengan angka yang bercetak tebal. Sangat setuju itu merupakan kode yang diberikan Oda. Angka 358. Lebih tepatnya merujuk kepada episode 358 yang berjudul “Ksatria Api Sanji – Menghancurkan Upacara Pernikahan”. Oda sekilas seolah-olah memberi gambaran kalau judul tersebut akan diangkat kembali menjadi tema yang diusung pada arc Whole Cake Island.

Untuk chapter 848 menurutku cukup padat namun tidak cukup informatif seperti dua chapter sebelumnya. Kali ini ane akan memberikan mini-react yang tidak jauh dari poin “lock in” seperti yang ane bahas waktu lalu. Karena seluruh rangkaian konflik yang nantinya terjadi kedepan yakinlah tidak bakal jauh disebabkan oleh poin lock in yang terjadi pada Sanji. Tujuannya hanya melepaskan. Karena kaidahnya hal yang dipaksa terkunci harus terlepas.

Nikah Paksa

Chapter 848 menuntun kita setidaknya bernostalgia ke konsep Siti Nurbaya. Cukup bisa ditarik benang merahnya bahwa topik saat ini muncul karena nikah paksa. Yang menarik untuk dibahas adalah bagaimana jika ada pihak yang tidak merestui pernikahan? dan bagaimana pula jika kedua mempelai tidak menginginkannya? Berbagai tindakan akan ditempuh selagi mampu mengatasi resiko yang timbul. Seperti hal-hal berikut ini.

1. Menghancurkan Upacara Pernikahan

Mengutip perkataan Luffy di chapter 847 “Lola is the one who didn’t want to marry”.

Binggo!! Sesuai sekali sama idealisme kapten kita yaitu kebebasan. Dan wait.. sangat relate bukan sama poin lock in yang ane jelaskan sebelumnya. Luffy secara tegas dan tersirat menyatakan hanya Lola yang berhak dia mau nikah atau tidak. Begitupun Sanji. Kendala saat ini Luffy hanya tahu beberapa ancaman terhadap Sanji tetapi belum mengetahui the hole problem. Masalah hidup sang koki kemudian keterpaksaannya yang diperparah dengan gelang peledak mengharuskan sang koki terbelenggu demi kepentingan kelompok. Luffy hanya harus mengetahui hal itu. Sebuah reaksi besar yang ane tunggu. Reaksi kemarahan yang sebenarnya ditujukan ke Jajji. Berharap terulangnya drama Enies Lobby:

Luffy : “Sanji aku belum mendengar itu darimu.”

Sanji : “Aku tidak mau menikah!”

Hahaha hanya sedikit throwback saja mengingat Oda bukan tipe untuk mengulang kejadian yang sama. Jadi apabila menghancurkan pernikahan merupakan solusi yang dipilih artinya harus siap dengan resiko menghadapi sebuah pertarungan.

2. Mempelai Bertindak

Terdapat perbedaan redaksi antara pernyataan Big Mom (kau tidak akan salah jika menuruti perintahku) dengan pernyataan idealis Lola (hanya dirinya sendiri yang berhak memutuskan sebuah pernikahan). Tolak belakang ini ditunjukkan dengan maksud sebagai pilihan menyangkut keputusan Pudding. Bagaimana Pudding menyimpulkan keduanya. Menyalahkan idealis Lola atau bahkan ingin memiliki pendiriaan yang kuat seperti Lola. Keputusan yang dibuat sedikit banyak akan berdampak pada terlepasnya lock in Sanji nantinya.

Selain fakta jika Pudding bermata tiga yang seolah-olah ditutup rapat Oda kini keputusan Pudding pun diperlakukan sama. Lantas ane harus jujur bahwa apapun hal-hal menyangkut bisikan pasti menimbulkan rasa kepo tingkat Enel (dewa) . Di anime kita penasaran apa yag dibisikan ke Sanji waktu penjemputan. Lalu di Chapter 848 kita kembali dibuat kepo dengan bisikan Pudding ke Luffy Nami. Subjek yang bertindak untuk saat ini sangat tidak mungkin dilakukan oleh Sanji. Mempelai wanitalah yang mulai bergerak. Selanjutnya mari kita berdiskusi apa keputusan Pudding.

Pertama, kabur. Lihatlah ekspresi Luffy Nami terkejut tidakkah cukup berlebihan jika yang disampaikan hanya sekedar kabur. Untuk wanita sepolos Pudding akankah menjadi seorang bajak laut? Jika tidak, kemanakah nantinya dia berlabuh? Itu hal yang mau tidak mau pasti dipertanyakan. Ini sangat mungkin bisa terjadi, setidaknya apabila terjadi artinya Oda harus mengulang kejadian yang sudah ada karena ane berharap nantinya ada flashback kaburnya Lola waktu itu. But still oke, masih menarik.

Kedua, bunuh diri. Ekspresi yang tidak berlebihan. Tapi kontranya sesingkat itukah keberadaan Pudding hingga Oda terpaksa menghilangkan karakter begitu mudahnya. Kategori bunuh diri lainnya adalah dengan mencoba membunuh Big Mom dan anak-anaknya bedanya yang ini lebih ada kesan, tidak sia-sia dan periodenya lebih panjang. Bagusnya pilihan ini dibilang cukup bisa menaikkan tensi cerita apalagi bunuh dirinya itu di eksploitasi hingga terjadi fitnah. Bakal seru juga kali yah.

Ketiga, membunuh Sanji. Ane lebih memilih ini, lebih greget namun sangat liar. Ekspresi juga tidak berlebihan. Luffy terkejut ternyata Pudding memiliki keputusan yang jahat. Ane menyimpulkan ini karena ane baca berkali-kali kalimat sanjungan itu. Gimmick memiringkan kepala, terdapat panel Sanji memetik bunga lalu lontaran senyuman yang agaknya aneh hingga tetesan air mata. Ane merasa sedang digiring Oda.

Perlu diketahui kekaguman ane terhadap Oda salah satunya beliau mampu mensugesti pembaca hingga menggiring ke sebuah opini yang berlawanan dengan kenyataan nantinya. Hanya memberi warning. Jangan sampai kena troll seperti kejadian di Zou. Ane tidak memastikan Pudding adalah karakter jahat namun, ane berasumsi Oda sedang mempersiapkan troll/twist lewat karakter Pudding. Lewat sanjungan Pudding, polosnya dia, flashback dia bersama Lola dan diakhiri dengan kata “Good Bye” sangat jelas sedang menggiring ke sebuah kata “kabur/mati”. Intinya jangan samakan pemikiran kita dengan Oda. Beda kelas

Terlepas dari itu semua. Menurutku ekspresi terkejut Luffy Nami lebih mengarah ke suatu yang gila mungkin salah satunya seperti rencana pembunuhan. Kesamaan ekspresi juga ditunjukan Sanji waktu itu. Sebenernya banyak panel yang ingin ane lihat karena chapter kali ini masih bergerak disitu saja. Keingintahuan perkembangan Jinbe, pergerakan Bege, kemanakah Pound lalu Pekom dan Sun Pirate. Info ini pastinya memberi dampak secara luas. Selain itu ane ingin tahu gimana reaksi Big Mom kalau penyusup kali ini adalah Pedro. Karena ada dugaan hubungan Pedro dan Big Mom yang perlu ane tinjau.

Btw Brook keren ya gan punya Susano’o

Nunggu yang lain beraksi juga.

Oke sampai disini dulu, minna. Diskusi monggo…

 

Menghancurkan Upacara Pernikahan oleh Husain

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World