Chapter 2 : Kejutan Yang Luar Biasa

0

Malam pun datang, semua warga berkempul di halaman rumah Nona Kaya. Aku sama sekali tak menyangka akan semeriah ini, pesta ini melebihi pesta panen ataupun festival desa biasanya. Semua orang menari dan menyanyi, banyak makanan tersaji padahal “Kampai” saja belum terjadi.

“Hm..cek..cek..”

“Minna sama, terimakasih telah memenuhi undangan dari Nona kami. Seperti yang kita ketahui, kita di sini tidak lain untuk merayakan keberhasilan salah satu warga desa kita. Untuk itu sebelum pestanya dimulai, Nona Kaya ingin menyampaikan beberapa hal penting. Dozo Ojou Sama..”

“Nona Kaya! Nona Kaya!”

“Waa… cantiknya! Nona Kaya, anda cantik sekali!”

“Kaya-sensei… aaa suntik aku!

Gemuruh suara warga menyambutnya. Memang, Nona Kaya belum sepenuhnya menjadi dokter, tapi dia berjasa besar bagi kesehatan warga desa ini. Selain menjadi calon dokter yang baik, ketulusannya berhasil merebut hati warga desa sejak dulu.

“Eh.. selamat malam semuanya. Terimakasih telah mau datang. Aku sangat bersyukur bisa melihat wajah bahagia kalian. Aku besyukur masih hidup di dunia ini. Aku bersyukur pernah bertemu dan menjadi temannya.”

Seketika suasana pesta itu menjadi hening. Awalnya memang sukar dimengerti, tapi ketika Nona Kaya melanjutkan sambutannya. Semua warga tertunduk, kebingungan harus bereaksi seperti apa.

“Ada kisah tentang Aesopp si pembohong yang selalu meresahkan. Setiap hari di selalu berteriak tentang serigala yang datang menyerang. Semua orang menjauhinya, bahkan membencinya! Namun dia pernah sekali jujur dalam hidupnya. Hari itu serigala terlihat sudah mendekati pintu desa, hanya Aesopp yang berada di sana. Lalu dia berlari untuk memberi peringatan. Namun apa yang terjadi? Ia diacuhkan.” kata Nona Kaya kembali melanjutkan.

“Itu adalah dongeng yang kudengar sejak kecil. Aku jadi ingin sedikit bercerita. Tentang seseorang yang hidup dihiasi tawa, meski kenyataannya dia selalu dihantui kesepian. Dia adalah sahabat terbaik yang aku punya. Selalu menyapaku setiap hari, dari balik jendela. Aku yang murung dan kesepian merasa lebih baik karenanya. Aku bahkan sempat lupa bagaimana caranya tertawa, tapi dia membantuku mengingatnya. Dia selalu berdusta dalam setiap kisahnya. Dia adalah orang yang tidak bisa dibedakan lagi, mana dusta, mana nyata..”

Nona Kaya diam sejenak. Perlahan warga yang tertunduk mulai mengangkat kepalanya, menatap kearah senyum Nona yang memang menyejukkan hati.

“Tahukah kalian? Bahwa dua tahun lalu, seharusnya aku sudah pergi meninggalkan dunia ini.” lanjut Nona Kaya.

“Haaa? Nona Kaya!” beberapa warga kaget luar biasa.

“Tahukah kalian? Bahwa pelayan kepercayaan keluargaku adalah seorang penghianat…”

Semua terdiam. Sosok Kurahadol yang mereka banggakan nyatanya adalah duri dalam daging.

“Tahukah kalian? Bahwa Mugiwara adalah penyelamat hidupku.”

Tiba-tiba semua mata terbelalak. Semua baru tahu kalau yang dimaksud Merry-san telah menyelamatkan Nona Kaya adalah Mugiwara. Selama ini semua hanya tahu, bahwa Kapten adalah salah satu kru Mugiwara.

“2 tahun lalu, aku hampir saja kehilangan nyawaku. Awalnya aku sudah siap, karena rasa bersalah ini menyesakkan dada. Tapi, mereka memberiku semangat untuk bangkit, untuk melawan. Terutama orang itu, dia memang seseorang yang paling berharga dalam hidupku. Mereka yang telah menyelamatkan nyawaku dan menjaga desa ketika kalian semua tertidur pulas. Tidak lain adalah, Luffy, Nami, Zoro, Piiman, Ninjin, Tamanegi… dan Usopp san.”

“Usopp? Dia? Aku tidak menyangka..”

“Bocah tengik itu… bocah tengik itu…” gumam beberapa warga seperti disambar petir. Mereka sangat kaget.

“Kurasa sudah waktunya memberitahu ini kepada kalian, bahwa 2 tahun lalu, Usopp san mengusir sekelompok bajak laut yang hendak membunuhku dan merampok desa ini. Dia terluka cukup parah, tapi dia.. dia tidak pernah sedikitpun mengeluh. Kalian tahu apa yang dia katakan ketika dia dihajar habis- habisan? Meski sulit, dia berkata, “Aku memang lemah, tapi tak akan kubiarkan kalian seenaknya. Aku akan melindungi semua. Aku akan melindungi desa ini dan juga semuanya. Itu karena.. aku sangat mencintai mereka…” sambung Nona Kaya sambil menitikan air mata.

“Kapten….” Ninjin menangis mendengarnya, Piiman merangkul kami dengan erat.

“Dan ketika mereka menang, Usopp san meminta kami untuk merahasiakan hal ini kepada kalian semua. Dia tidak ingin kehilangan kesenangan yang telah dia nikmati bersama kalian..”

“Usopp… anak itu! Sial, sial, sial!” kepala desa berlutut sambil menangis.

“Usopp, dia..” Ibuku menangis sambil memeluk ayahku.

“Kapten…” Ninjin semakin menjadi, wajah jeleknya dipenuhi air mata, membuat aku dan Piiman juga terbawa suasana.

“Tak lama, Usopp san pergi kelautan luas bersama Mugiwara. Dan dalam 2 tahun dia sudah menjadi sehebat ini. Aku membuat pesta ini untuk menunjukkan Usopp-san yang kukenal kepada kalian semua. Dan Usopp san yang kalian kenal, adalah sosok yang luar biasa. Mari angkat gelas kita, mari bersulang untuk Mugiwara, untuk Usopp san!” sambung Nona Kaya.

“Untuk raja bajak laut dan krunya… kampaii!”

“Untuk 2 penembak jitu terhebat dari desa kita… kampaiii!”

“Untuk Sogeking dari pulau penembak jitu… kampaii!”

“Untuk God Usopp, si 200 juta berry… kampaii!”

“God Usopp! God Usopp! God Usopp! God Usopp!”

Suasa pesta pecah meriah, haru, bangga dan dibalut bahagia. Kapten kami memang luar biasa.

Malam itu berlalu dengan cepat. Pagi – pagi buta warga desa sibuk menuju dermaga selatan dan utara. Kelihatannya mereka telah menyiapkan ini sebelumnya. Desa kami memang kecil dan terpencil, dan bisa dikatakan luput dari pantauan Angkatan Laut dan Pemerintah dunia. Oleh karena itu Merry san menyarankan kita untuk melakukan ini semua.

Ninjin dan Piiman pergi ke dermaga selatan. Aku dan Nona Kaya melihat dermaga utara. Kami semua kaget luar biasa, melihat monumen sederhana yang menyejukan mata. Kami hanya tersenyum gembira, dengan dada penuh rasa bangga.

Kalian tahu apa yang kami dapati di dermaga selatan dan utara?

Di selatan, haluan Going Merry Go menghadap lautan, dan tiangnya mengibarkan bendera Yonko, Bajak Laut Rambut Merah.

Di utara, haluan Thousand Sunny Go menghadap lautan, dan tiangnya mengibarkan bendera Bajak Laut Besar, Mugiwara.

Sepulang dari melihat, kami diarak menuju pusat desa, dengan ribuan pujian merasuki kepala. Tapi kami sedikit kecewa karena harapan kami tidak terpenuhi sepenuhnya.

“Hoaaaa…. Piiman! Tamanegi! Lihat!” teriak Ninjin.

“Haaaaaa su..sugeeeeee..!” teriak Piiman.

Aku hanya terkagum melihatnya, kembali air mata menetes saking tidak percaya. Semua warga menatap kami dengan senyuman. Sebuah tiang menjulang tinggi, dan patung dari kapten kami menghiasi pusat desa. Di tiang itu berkibar sebuah bendera. Bendera kebanggaan kami bertiga, bendera takdir yang mempertemukan kami dan kapten. Bendera Bajak Laut Usopp!

Tiba-tiba semua warga menundukan kepala mereka dan serentak berkata.

“Terima kasih atas segalanya. Mulai hari ini dan seterusnya, tolong lindungi desa kami, Bajak Laut Usopp yang hebat!”

Usopp’s Great Adventure Chapter 2 : Kejutan Yang Luar Biasa

Oleh Maul. Admin ONE PIECE INDONESIA

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World