Chapter 0 : Prolog

0

Dear Nakama ….

Waktu memang objek yang hakikati.

Bagi para tentara Abad Pertengahan Awal, waktu adalah pedang. Pemanfaatan waktu akan menjadikanmu tentara terhormat. Ya, pada masa itu pedang adalah primadona seorang tentara. Jika kau abai akan waktu yang bergulir, kepalamu akan dengan mudahnya tertebas tergelincir.

Bagi para eksekutif muda masa kini waktu adalah uang. Uang adalah alat untuk menggapai pijakan demi pijakan yang semakin tinggi saja, pijakan yang mereka tetapkan sendiri tingginya, pun jauhnya. Jika kau tak acuh pada waktu kau akan kehilangan pijakan dan jatuh.

Bagi para petani, waktu menjadi tirani. Padanya mereka tunduk dan patuh. Kapan menanam, kapan menyiram, dan kapan memanen adalah titah dari sang waktu yang pongah. Tak dapat diajak berunding. Tak mempan disogok.

Bagi para pesakitan, waktu adalah musuh yang mereka tipu saban hari dengan harapan demi harapan. Namun di sana, di balik jeruji panas-dingin Imple Down, waktu menjadi paduka raja, tak pernah terkalahkan.

Para seniman terkadang melihat waktu sebagai angin, hantu, zat kimia, seorang putri, seuntai tasbih, sebutir air, atau sebuah rezim.Salvador Dali bahkan melihat waktu dapat meleleh. Omong-omong soal Salvador Dali aku teringat akan lukisan gajah berkaki panjang yang dibuat olehnya. Yang terbersit dalam benakku soal itu adalah gajah purba berusia 1000 tahun yang bernama Zunisha.

Bagiku sendiri, waktu adalah obat untuk melupakan masa lalu. Ya, begitulah harapanku. Tapi ternyata obat itu telah habis masa berlakunya. Masa laluku datang menjemputku kembali setelah lebih dari 12 tahun. Di saat aku mulai berdamai dengan hatiku. Di saat aku mulai menikmati jalan hidupku yang baru. Di saat hasratku untuk menemukan lautan surga “All Blue” tengah tinggi-tingginya.

Sejatinya aku tak hendak menyembunyikan masa laluku dari kedelapan teman karibku itu. Hanya saja, aku benar-benar tak berharap masa lalu itu akan menyapaku kembali, aku tak berharap pernah berjumpa dengan masa lalu itu. Tetapi setelah semua yang terjadi saat ini aku memang harus bekisah tentangku. Semua tentangku.

 

Chapter 0 : Prolog by ONE PIECE INDONESIA

 

Share.

About Author

One Piece Indonesia. One Piece World